Kota Sorong Papua Barat Daya – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) ORADO Papua Barat Daya perdana menjadi momentum penting dalam membangun fondasi olahraga domino yang lebih terarah di wilayah Papua Barat Daya, Junat (24/4/2026).
Polda Papua Barat Daya menilai ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam menjaring dan membina atlet-atlet potensial, khususnya dari kalangan generasi muda.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Daya, Semmy Ronny Thabaa, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Kejurprov ini mencerminkan keseriusan berbagai pihak dalam mengembangkan olahraga domino secara lebih profesional. Menurutnya, kejuaraan ini mampu menghadirkan ruang kompetitif yang sehat sekaligus menjadi jalur pembinaan bagi atlet junior yang sebelumnya belum tersentuh sistem pelatihan formal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa banyak atlet muda yang tampil dalam kejuaraan ini berasal dari latar belakang sederhana. Mereka mengasah kemampuan bukan melalui pelatihan resmi, melainkan dari kebiasaan bermain di lingkungan sosial, seperti kegiatan masyarakat dan acara keluarga. Meski demikian, kemampuan yang mereka tampilkan di arena pertandingan menunjukkan kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Salah satu sorotan utama dalam Kejurprov ini adalah munculnya pasangan muda berbakat, Mudatsir Ramadhan dan Andi Pratama Irwan, yang berhasil meraih gelar juara di kategori junior. Keduanya menunjukkan permainan yang matang, penuh strategi, dan konsisten, meskipun pengalaman mereka sebelumnya lebih banyak berasal dari permainan informal. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa potensi atlet domino di Papua Barat Daya tersebar luas dan belum sepenuhnya tergali.
Pelaksanaan Kejurprov yang berlangsung selama dua hari di Kota Sorong tersebut juga memperlihatkan antusiasme tinggi dari berbagai komunitas domino. Puluhan peserta turut ambil bagian, menciptakan atmosfer kompetisi yang dinamis sekaligus mempererat hubungan sosial antar pemain. Ajang ini pun dinilai mampu mengarahkan minat generasi muda ke kegiatan yang lebih positif dan produktif.
Lebih lanjut, Wakapolda menekankan pentingnya keberlanjutan program pembinaan. Ia berharap ke depan akan ada sistem pelatihan yang lebih terstruktur, termasuk penguatan mental bertanding, pemahaman aturan resmi, serta peningkatan kualitas teknik bermain. Dengan demikian, para atlet tidak hanya mengandalkan pengalaman lapangan, tetapi juga memiliki kesiapan untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Keberhasilan Kejurprov ORADO perdana ini diharapkan menjadi titik awal bagi pengembangan olahraga domino di Papua Barat Daya. Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, termasuk kepolisian dan komunitas olahraga, bukan tidak mungkin atlet-atlet lokal akan mampu menembus kompetisi nasional bahkan internasional.
Penulis : Leonardo
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Suara Rakyat Info














