SUARARAKYAT. info || BANDUNG— Peringatan 80 tahun Peristiwa Bandung Lautan Api kembali menjadi momentum refleksi kebangsaan yang sarat makna di Kota Bandung. Dalam rangka mengenang peristiwa heroik tersebut, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Bandung yang diwakili oleh PgS. Palaksa Lanal Bandung Mayor Laut (PM) Daryat bersama prajurit Lanal Bandung turut menghadiri upacara peringatan serta ziarah dan tabur bunga yang digelar bersama unsur Forkopimda Kota Bandung.
Kegiatan diawali dengan upacara khidmat yang berlangsung di Plaza Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana No. 2, kemudian dilanjutkan dengan prosesi ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional Cikutra. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus pimpinan ziarah.
Dalam amanatnya, Wali Kota Bandung menegaskan bahwa peristiwa Bandung Lautan Api merupakan simbol pengorbanan luar biasa rakyat Bandung yang dengan penuh kesadaran rela meninggalkan harta benda dan tempat tinggal demi mempertahankan kedaulatan bangsa dari penjajahan. Peristiwa tersebut bukan sekadar sejarah, melainkan cerminan kecintaan terhadap tanah air yang tidak ternilai harganya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengorbanan itu adalah bukti bahwa rakyat Bandung tidak rela tanahnya dikuasai oleh penjajah. Dengan semangat juang yang tinggi, mereka memilih membumihanguskan kota sebagai bentuk perlawanan terhadap kekuatan asing,” ungkapnya.
Peristiwa heroik ini juga dikenang luas melalui karya seni legendaris dari Ismail Marzuki lewat lagu Halo-Halo Bandung, yang hingga kini tetap menggema sebagai simbol semangat nasionalisme dan keberanian rakyat Indonesia dalam menghadapi penindasan.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa peringatan ini bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi cermin bagi generasi saat ini dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan senjata dan pengorbanan fisik, maka kini perjuangan diwujudkan melalui karya nyata, kreativitas, inovasi, serta integritas dalam membangun bangsa.
“Kita sebagai generasi penerus memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan kontribusi nyata. Semangat perjuangan harus terus hidup dalam bentuk kerja keras, dedikasi, dan komitmen terhadap kemajuan daerah,” tambahnya.
Kota Bandung sendiri terus berbenah menuju kota kosmopolitan yang modern dengan mengusung visi “Bandung Utama” — Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis. Pembangunan difokuskan pada penguatan infrastruktur yang mendukung sektor pariwisata inklusif, serta menciptakan lingkungan kota yang nyaman, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat maupun pengunjung.
Namun demikian, berbagai tantangan seperti persoalan sampah, keamanan, hingga cuaca ekstrem masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Oleh karena itu, nilai-nilai perjuangan seperti keberanian, kebersamaan, dan keikhlasan yang diwariskan para pahlawan diharapkan dapat menjadi landasan dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut.
Prosesi ziarah di TMP Cikutra berlangsung dengan penuh khidmat, diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, peletakan karangan bunga, serta tabur bunga di pusara para pejuang bangsa. Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil pengorbanan jiwa dan raga para pendahulu.
Melalui peringatan ini, seluruh peserta diingatkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah dan menghargai jasa para pahlawannya. Semangat Bandung Lautan Api diharapkan terus menyala dalam setiap langkah kehidupan masyarakat, khususnya dalam menjaga persatuan, membangun daerah, serta mengharumkan nama Kota Bandung di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan penuh harap dan doa, seluruh hadirin memanjatkan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar para pahlawan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta generasi penerus diberikan kekuatan untuk melanjutkan perjuangan dengan semangat yang tak pernah padam.
(Pen Lanal Bandung)
Penulis : Irv
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














