Dugaan Siswa Fiktif di PKBM Ratu Cipta Madani Mengemuka, Dana Ratusan Juta Dipertanyakan

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info | SUKABUMI — Dugaan praktik manipulasi data peserta didik mencuat di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ratu Cipta Madani yang berlokasi di Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi. Lembaga pendidikan nonformal tersebut disorot setelah muncul indikasi adanya siswa fiktif yang diduga berkaitan dengan pencairan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah peserta didik yang tercatat di PKBM tersebut mencapai ratusan orang. Rinciannya, Paket A sebanyak 20 siswa, Paket B 81 siswa, dan Paket C mencapai 209 siswa. Selain itu, setiap siswa usia produktif disebut dikenakan biaya sebesar Rp1.300.000. Dengan jumlah tersebut, total dana BOSP yang diterima lembaga ini ditaksir mencapai Rp263.300.000, yang bersumber dari data pokok pendidikan (Dapodik) melalui Dinas Pendidikan.

Namun, kondisi di lapangan justru menimbulkan tanda tanya besar. Sejumlah warga sekitar mengaku tidak pernah melihat aktivitas belajar mengajar dengan jumlah siswa sebanyak yang tercatat secara administratif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau memang siswanya ratusan, harusnya kelihatan ramai. Tapi ini setiap ada kegiatan juga tidak pernah terlihat banyak siswa berkumpul. Jadi pertanyaannya, siswa-siswa itu sebenarnya ada atau tidak?” ungkap salah seorang warga kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).

Keterangan warga tersebut memperkuat dugaan adanya ketidaksesuaian antara data administrasi dengan kondisi riil di lapangan. Situasi ini pun memicu kecurigaan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan lembaga pendidikan nonformal di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Fenomena ini dinilai bukan hal baru. Praktik dugaan “siswa siluman” kerap menjadi isu laten dalam pengelolaan PKBM, terutama yang berkaitan dengan pencairan dana bantuan pemerintah berbasis jumlah peserta didik. Oleh karena itu, masyarakat mendesak agar Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, khususnya bidang pendidikan nonformal, tidak tinggal diam.

READ  Polimik Ketua TP-PKK Apel OPD, DPRD SBB Akan Panggil Sekda, Kabag Protokoler dan Pemerintah Diminta Klarifikasi 

Pengawasan yang lebih ketat dinilai sangat diperlukan, termasuk dengan melakukan audit langsung ke lapangan serta verifikasi faktual terhadap jumlah siswa yang tercatat dalam sistem Dapodik. Langkah ini penting guna memastikan bahwa anggaran negara benar-benar digunakan untuk kepentingan pendidikan masyarakat, bukan disalahgunakan oleh oknum tertentu.

“Harus ada audit langsung. Jangan hanya mengandalkan data administrasi. Kalau perlu, cek satu per satu keberadaan siswa. Ini uang negara, jangan sampai disalahgunakan,” tegas warga lainnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola PKBM Ratu Cipta Madani belum berhasil dikonfirmasi. Upaya wartawan untuk menemui langsung di lokasi maupun menghubungi melalui sambungan telepon belum membuahkan hasil.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan tata kelola pendidikan nonformal di daerah. Transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan menjadi kunci utama agar program pendidikan yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu tidak justru menjadi ladang penyimpangan anggaran.

Publik kini menunggu langkah tegas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi untuk mengusut tuntas dugaan ini dan memastikan tidak ada praktik manipulasi data yang merugikan negara serta mencederai hak masyarakat atas pendidikan yang layak.

Penulis : HS

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan
Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas
Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat
Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan
Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG
Ketua DPD Tani Merdeka Sukabumi Tegaskan MBG Penopang Petani, Serukan Aksi Damai Bermartabat
Tolak Moratorium Dapur MBG, Relawan SPPG Mutiara Pelabuhanratu 1 Desak BGN Tinjau Ulang Kebijakan
Dessy Ratnasari Apresiasi PAUDQU Al-Kahfi Kebonpedes, Tekankan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:32 WIB

Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan

Senin, 29 Juni 2026 - 14:35 WIB

Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:54 WIB

Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:31 WIB

Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:02 WIB

Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG

Berita Terbaru