Kabupaten Tambrauw Papua Barat Daya – Pemerintah Kabupaten Tambrauw mengambil langkah cepat untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif pasca insiden yang terjadi di Distrik Bamusbama beberapa waktu lalu, Selasa (24/3/2026).
Upaya ini menjadi prioritas guna mencegah potensi gangguan lanjutan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Bupati Tambrauw, Yeskiel Yesnath, menjelaskan bahwa strategi penanganan tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam rapat Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) yang digelar pada 23 Maret 2026, dan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menekankan bahwa penanganan keamanan harus dilakukan secara terpadu, cepat, dan menyeluruh. Menurutnya, pendekatan yang digunakan tidak semata-mata bersifat represif, melainkan mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis agar kehadiran aparat benar-benar dirasakan sebagai pelindung oleh masyarakat.
Selain penguatan sektor keamanan, pemerintah daerah juga mendorong langkah-langkah pemulihan sosial melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini melibatkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta perempuan guna memperkuat rekonsiliasi dan membangun kembali kepercayaan publik.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, Pemkab Tambrauw turut menyalurkan bantuan sosial berupa kebutuhan pokok serta layanan kesehatan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak.
Ke depan, pemerintah daerah juga akan memberlakukan kebijakan pengaturan mobilitas masyarakat di daerah rawan melalui surat edaran. Dalam skema tersebut, warga dan aparatur sipil negara yang hendak bepergian akan dikumpulkan di satu titik di Distrik Bamusbama, sebelum diberangkatkan secara bersama-sama dengan pengawalan menuju Distrik Fef.
Kebijakan pengawalan ini direncanakan mulai diterapkan pada 6 April 2026 dengan frekuensi satu kali perjalanan setiap hari, hingga situasi keamanan dinyatakan sepenuhnya pulih.
Di sisi lain, Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat Daya, Vincentius Paulinus Baru, mengingatkan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap langkah aparat keamanan agar tidak menimbulkan trauma di tengah masyarakat.
Sementara itu, Komandan Kodim 1810 Tambrauw, Letkol Infanteri Zulkifli, menyatakan pihak TNI akan meningkatkan pengamanan dengan membangun pos-pos di titik rawan serta memperkuat kehadiran personel di lapangan. Ia menegaskan bahwa TNI juga berkomitmen membangun kedekatan dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Kapolres Tambrauw, AKBP Praja Gandha Wiratama, menambahkan bahwa Polri siap mendukung penuh langkah pemulihan keamanan melalui peningkatan patroli, pengawasan jalur rawan, serta pengawalan bagi masyarakat dan ASN yang melintasi rute Bamusbama–Fef.
Penulis : Leonardo
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Suara Rakyat Info













