Dugaan Manipulasi Data Siswa di PKBM Bintang Mandiri, Potensi Penyimpangan Dana Pendidikan Mencuat

- Penulis

Jumat, 6 Maret 2026 - 02:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info | SUKABUMI – Dugaan praktik manipulasi data siswa mencuat di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bintang Mandiri yang berlokasi di Kampung Lemburtengah, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Lembaga pendidikan nonformal dengan status swasta dan akreditasi C tersebut disorot setelah muncul ketidaksesuaian antara jumlah siswa yang tercatat secara administratif dengan kondisi faktual di lapangan.

Berdasarkan data yang tercantum dalam identitas sekolah dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) P9996998, PKBM Bintang Mandiri tercatat memiliki jumlah peserta didik yang cukup signifikan, yakni 85 siswa laki-laki dan 42 siswa perempuan. Namun, sejumlah sumber yang mengetahui aktivitas belajar di lembaga tersebut menilai angka tersebut tidak sebanding dengan kondisi kegiatan belajar yang berlangsung.

Salah seorang narasumber yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa jumlah peserta didik yang tercatat diduga tidak mencerminkan realitas sebenarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setahu saya tidak sebanyak itu jumlah siswanya. Kalau dilihat dari absensi setiap pertemuan, yang hadir biasanya hanya sedikit. Tapi sekarang tiba-tiba muncul data siswa sampai segitu banyak,” ungkapnya kepada wartawan pada Senin (2/3/2026).

Menurut sumber tersebut, kondisi ruang belajar di PKBM tersebut juga tidak menunjukkan aktivitas pembelajaran yang ramai sebagaimana mestinya jika benar jumlah siswa mencapai ratusan orang.

Lebih jauh, narasumber itu juga menyinggung kemungkinan adanya praktik data ganda antara lembaga pendidikan formal dan nonformal. Ia menduga sebagian siswa yang tercatat di PKBM juga tercatat sebagai siswa aktif di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Ada kemungkinan data siswa ganda. Tercatat di SMK, tapi juga tercatat di PKBM. Apalagi salah satu operator PKBM itu juga aktif sebagai pengurus atau guru di salah satu SMK,” tambahnya.

Praktik semacam ini, jika benar terjadi, berpotensi melanggar aturan administrasi pendidikan dan membuka celah penyalahgunaan anggaran negara, khususnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang disalurkan berdasarkan jumlah peserta didik yang terdaftar secara resmi.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Aay Siti Armilah selaku operator PKBM Bintang Mandiri membantah adanya manipulasi data siswa. Ia menyatakan bahwa data yang tercatat telah sesuai dengan kondisi administrasi yang dimiliki lembaga tersebut.

READ  IPB University Gelar Wisuda Peserta Sekolah Keluarga Berkualitas Di Kabupaten Sukabumi

“Siswa memang kadang hadir kadang tidak hadir. Tapi kalau soal data tidak ada markup, itu sesuai data siswa. Dan siswa PKBM semuanya usia produktif,” jelasnya.

Namun, pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru. Jika benar seluruh siswa berada pada usia produktif dan jumlahnya mencapai lebih dari seratus orang, maka secara otomatis seluruh peserta didik tersebut masuk dalam basis penerima pembiayaan pendidikan melalui dana BOS atau skema bantuan pemerintah lainnya yang berbasis jumlah siswa.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran adanya potensi penyimpangan anggaran negara apabila data siswa yang tercatat tidak benar-benar mencerminkan keberadaan peserta didik secara faktual.

Sejumlah pemerhati pendidikan menilai bahwa dugaan manipulasi data siswa dalam lembaga pendidikan nonformal bukan persoalan sepele. Selain berpotensi merugikan keuangan negara, praktik semacam ini juga mencederai tujuan utama pendidikan kesetaraan yang seharusnya menjadi sarana bagi masyarakat yang tidak mengakses pendidikan formal.

Jika dugaan tersebut terbukti, maka tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk penyalahgunaan administrasi pendidikan yang berimplikasi pada kerugian negara.

Oleh karena itu, publik mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Inspektorat Daerah, hingga aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi untuk segera melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap aktivitas administrasi PKBM Bintang Mandiri.

Langkah pemeriksaan dianggap penting untuk memastikan transparansi pengelolaan data pendidikan sekaligus mencegah potensi praktik manipulasi yang dapat merugikan keuangan negara.

Di sisi lain, kasus ini juga menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap lembaga pendidikan nonformal harus dilakukan secara ketat dan berkala. Tanpa pengawasan yang serius, celah administrasi berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut guna memperoleh penjelasan dari pihak-pihak terkait.

Penulis : HS/Jim

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Pemdes Cisarua Gelar Sosialisasi di SDN Nyamplung Nagrak
PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 
Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif
Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026
Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa
Disdik Sukabumi Buka Suara Soal Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM, Tegaskan Akan Lakukan Penelusuran dan Tindak Lanjut Hukum
Fakta Baru Skandal Dugaan Pengelolaan Dinasti dan Manipulasi Data Siswa di PKBM Bintang Mandiri Sukabumi Kian Terkuak
Kampus Diminta Adaptif di Tengah Efisiensi Anggaran Negara, Pengabdian Masyarakat Tetap Jadi Prioritas Tridharma
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 02:38 WIB

Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Pemdes Cisarua Gelar Sosialisasi di SDN Nyamplung Nagrak

Senin, 13 April 2026 - 03:03 WIB

PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 

Jumat, 10 April 2026 - 06:29 WIB

Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif

Kamis, 9 April 2026 - 22:43 WIB

Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026

Selasa, 7 April 2026 - 10:21 WIB

Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa

Berita Terbaru