SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Sebuah peristiwa yang terjadi di lingkungan mess perusahaan salah satu pabrik garmen di wilayah Kabupaten Sukabumi menjadi perbincangan warga sekitar. Seorang perempuan yang diduga bekerja sebagai asisten rumah tangga di mess milik pimpinan perusahaan tersebut dilaporkan melahirkan pada Kamis (26/2/2026).
Informasi awal diperoleh dari seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menyebutkan bahwa perempuan tersebut selama ini diketahui bekerja sebagai pembantu rumah tangga di mess yang lokasinya berada di belakang area pabrik.
“Betul, waktu itu melahirkan. Soal status sudah menikah atau belum saya kurang tahu jelas. Yang pasti dia bekerja sebagai pembantu di mess tersebut,” ungkap narasumber kepada wartawan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut keterangan yang dihimpun, proses persalinan tersebut diduga berlangsung dengan bantuan tenaga kesehatan setempat setelah yang bersangkutan diantar oleh petugas keamanan (security). Namun, detail kronologi serta status administratif perempuan tersebut masih belum dapat dipastikan secara utuh.
Pihak Perusahaan Belum Beri Penjelasan Resmi
Tim media mencoba melakukan konfirmasi langsung ke perusahaan yang disebutkan oleh narasumber. Saat mendatangi lokasi pabrik, pihak keamanan menyampaikan bahwa mereka belum dapat memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut.
“Mohon maaf Pak, terkait yang bapak konfirmasi itu bukan kewenangan kami. Ada pihak pimpinan yang lebih berhak menyampaikan. Soal kejadian itu kami juga belum tahu. Baru dengar sekarang. Kebetulan saat ini HRD sedang dalam perawatan karena sakit. Mungkin lain waktu bisa datang kembali,” ujar salah satu petugas keamanan di lokasi.
Pernyataan tersebut menimbulkan perbedaan informasi dengan keterangan narasumber sebelumnya yang menyebutkan adanya peristiwa persalinan tersebut di lingkungan mess perusahaan.
Bidan Benarkan Ada Persalinan
Di tempat terpisah, tim media mencoba menggali informasi ke salah satu bidan di wilayah Kecamatan Parungkuda. Bidan yang bersangkutan membenarkan bahwa pada tanggal tersebut memang ada seorang perempuan yang melahirkan dan diantar oleh petugas keamanan.
“Benar, ada yang melahirkan waktu itu. Yang mengantar security. Soal sudah menikah atau belum saya tidak tahu, karena tidak ditanya lebih lanjut. Saat pendataan saya sempat menanyakan nama suami untuk administrasi. Katanya suaminya bekerja sebagai satpam di Jakarta. Untuk identitas lengkap mohon maaf, saya tidak bisa memberikannya,” jelas bidan tersebut pada Rabu (4/3/2026).
Meski demikian, bidan tersebut tidak menjelaskan lebih jauh mengenai hubungan perempuan itu dengan pihak perusahaan maupun lokasi tempat tinggalnya secara spesifik, dengan alasan menjaga kerahasiaan data pasien.
Masih Didalami
Adanya perbedaan keterangan antara narasumber dan pihak keamanan perusahaan membuat informasi ini masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen perusahaan terkait dugaan tersebut.
Tim media menyatakan akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan guna memastikan kejelasan informasi serta memberikan pemberitaan yang berimbang sesuai kaidah jurnalistik.
Catatan Redaksi
Redaksi SUARARAKYAT.info menegaskan bahwa berita ini disusun berdasarkan keterangan narasumber yang dapat dipertanggungjawabkan serta upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 1 angka 11 dan Pasal 5 ayat (2) dan (3), setiap pihak yang merasa dirugikan atau keberatan atas pemberitaan ini memiliki hak jawab dan hak koreksi.
Redaksi membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya kepada manajemen perusahaan maupun pihak terkait lainnya guna menjaga prinsip keberimbangan, akurasi, serta asas praduga tak bersalah dalam setiap produk jurnalistik.
Penulis : Hs/Tim
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














