Kota Sorong Papua Barat Daya — Komunitas Stand Up Indo Sorong kembali menegaskan eksistensinya sebagai ruang kreatif dan ekspresi budaya anak muda Papua melalui pertunjukan stand up comedy bertajuk Culture of Comedy Sorong, Sabtu (7/2/2026).
Pertunjukan ini menjadi penanda sembilan tahun perjalanan Stand Up Indo Sorong dalam merawat komedi sebagai medium hiburan, kritik sosial, dan representasi identitas budaya masyarakat Sorong Raya, Dengan mengangkat materi komedi yang lahir dari realitas sosial lokal, para komika menghadirkan humor khas Papua yang jujur, membumi, dan sarat makna.
Stand Up Indo Sorong berdiri sejak 27 Januari 2017 sebagai wadah bagi para komika lokal untuk berkarya dan berproses bersama. Meski memasuki usia ke-9 pada Januari 2026, perayaan baru dapat dilaksanakan pada Februari karena sejumlah pertimbangan internal komunitas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Stand Up Indo Sorong, Bagas Anafi, menyampaikan bahwa keberlangsungan komunitas hingga hampir satu dekade merupakan capaian besar, mengingat keterbatasan ekosistem hiburan di Kota Sorong.
“Ini bukan hanya soal ulang tahun, tetapi tentang bagaimana kami menjaga keberadaan komunitas ini. Anniversary ke-9 menjadi refleksi bahwa Stand Up Indo Sorong masih berdiri dan terus berproses,” ujar Bagas.
Ia menambahkan, mempertahankan komunitas kreatif di daerah membutuhkan komitmen dan semangat kolektif, Oleh karena itu, Stand Up Indo Sorong berupaya terus menghadirkan ruang hiburan yang sehat, inklusif, dan relevan bagi masyarakat.
Sementara itu, salah satu pendiri Stand Up Indo Sorong, Ismail Saleh atau yang dikenal dengan nama panggung Ismaillatief, menilai tiga tahun terakhir sebagai fase paling menantang dalam perjalanan komunitas.
“Banyak dinamika dan goncangan kami hadapi dalam tiga tahun terakhir. Namun dari situ kami belajar untuk bertahan dan saling menguatkan,” ungkapnya.
Menurut Ismail, Culture of Comedy Sorong menjadi simbol kebangkitan dan semangat baru bagi para komika lokal untuk terus berkarya dengan identitas sendiri.
“Komedi anak-anak Sorong punya ciri khas. Jokes Papua, cerita lokal, dan cara bertutur kami adalah kekuatan yang ingin terus kami rawat,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para penonton yang selama ini setia mendukung Stand Up Indo Sorong, baik dengan hadir langsung di setiap pertunjukan maupun melalui dukungan moril dari berbagai pihak.
“Dukungan penonton adalah energi utama kami. Tanpa mereka, komunitas ini tidak akan bertahan hingga sejauh ini,” katanya.
Ismail turut memberikan penghormatan kepada para pendahulu dan anggota Stand Up Indo Sorong yang pernah berproses bersama, meski kini menempuh jalan berbeda.
“Siapa pun yang pernah menjadi bagian dari Stand Up Indo Sorong adalah bagian dari sejarah komunitas ini dan tetap kami hormati,” tutupnya.
Penulis : Leonardo
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Suara Rakyat














