Kolaborasi Mendes PDT dan DPD RI Dorong Green Villages sebagai Pilar Pembangunan Desa Berkelanjutan

- Penulis

Senin, 26 Januari 2026 - 02:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT) Yandri Susanto menyatakan kesiapan penuh kementeriannya untuk berkolaborasi dengan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dalam menyukseskan inisiatif Green Villages di tingkat nasional. Gagasan ini dinilai sejalan dengan konsep Green Democracy dan Green Parliament yang tengah diusung DPD RI sebagai respons atas tantangan krisis lingkungan dan perubahan iklim global.Senin (26/1/2026)

Yandri menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup sekaligus menopang pembangunan nasional. Oleh karena itu, pendekatan pembangunan desa ke depan tidak lagi bisa bertumpu semata pada aspek ekonomi, tetapi harus terintegrasi dengan perlindungan ekologi, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, serta adaptasi terhadap perubahan iklim.

“Desa adalah fondasi utama bangsa. Ketika desa mampu menjaga ekologi dan ekosistemnya, maka kita sedang membangun masa depan Indonesia yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan DPD RI melalui inisiatif Green Villages adalah langkah strategis yang harus kita dorong bersama,” ujar Yandri Susanto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konsep Green Villages menempatkan desa sebagai subjek pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Melalui pendekatan ini, desa-desa didorong untuk mengembangkan praktik ramah lingkungan, seperti pengelolaan sampah berbasis masyarakat, konservasi sumber air, pertanian berkelanjutan, energi terbarukan skala desa, serta perlindungan kawasan hutan dan pesisir.

DPD RI, melalui gagasan Green Democracy dan Green Parliament, menilai bahwa keberhasilan agenda pembangunan hijau harus dimulai dari tingkat lokal. Desa dipandang sebagai ruang demokrasi yang paling dekat dengan rakyat dan paling nyata dampaknya terhadap lingkungan. Dengan demikian, penguatan kebijakan hijau di desa akan berkontribusi langsung pada pencapaian target pembangunan berkelanjutan nasional maupun global.

READ  Dukcapil Sorong Selatan Jadi Pelopor Pendataan OAP Akurat Sejak 2017

Kolaborasi antara Kemendes PDT dan DPD RI ini diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan diwujudkan dalam bentuk kebijakan konkret, regulasi pendukung, serta penguatan kapasitas aparatur dan masyarakat desa. Sinergi lintas lembaga juga dinilai penting untuk memastikan program Green Villages dapat diimplementasikan secara merata di berbagai daerah dengan karakteristik ekologi yang berbeda-beda.

Selain itu, Yandri menekankan pentingnya pelibatan masyarakat desa sebagai aktor utama dalam transformasi menuju desa hijau. Menurutnya, kearifan lokal, tradisi, dan pengetahuan masyarakat setempat merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.

“Kita tidak bisa memaksakan satu model untuk semua desa. Setiap desa punya karakter, ekosistem, dan kearifan lokal yang berbeda. Tugas negara adalah memfasilitasi, memperkuat, dan memastikan arah pembangunannya tetap hijau dan berkeadilan,” tambahnya.

Inisiatif Green Villages juga dipandang sebagai jawaban atas berbagai tantangan pembangunan desa saat ini, mulai dari degradasi lingkungan, krisis air bersih, alih fungsi lahan, hingga dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan oleh masyarakat pedesaan. Dengan pendekatan berkelanjutan, desa diharapkan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga pusat inovasi hijau dan ketahanan sosial-ekologis.

Ke depan, kolaborasi Kemendes PDT dan DPD RI ini diharapkan mampu melahirkan desa-desa percontohan (pilot project) yang dapat direplikasi secara nasional. Desa-desa tersebut diharapkan menjadi contoh nyata bahwa pembangunan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.

Melalui sinergi ini, pemerintah dan lembaga legislatif berharap agenda pembangunan desa tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga menjaga hak generasi mendatang atas lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Settingan Karena Tidak Dibacakan, Rapat Paripurna LKPJ DPR Kota Sorong Menuai Kritik Tajam
Pemprov Papua Barat Daya Gelar FGD, Perkuat Komitmen Lindungi Hutan dan Laut
Imigrasi Sukabumi Perketat Pengawasan TKA di Sektor Tambang, Timpora Libatkan Kecamatan hingga KUA untuk Jaga Stabilitas dan Kelestarian Lingkungan
Pemkot Sorong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sosial Melalui FGD Perencanaan Kontigensi Bersama ADRA Indonesia
Bunda PAUD Papua Barat Daya Komitmen Dorong Akses Pendidikan Prasekola untuk Seluruh Anak Usia Dini
Sepihak Pasang Tanda Jual Cepat, Oknum Pegawai Bank BRI Diduga Intimidasi Nasabah.
Forkopimcam Parungkuda Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Usung Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Bangsa dan Negara”
Imigrasi Sukabumi Perkuat Pengawasan WNA, Hotel dan Penginapan Didorong Aktif Gunakan APOA
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:36 WIB

Diduga Settingan Karena Tidak Dibacakan, Rapat Paripurna LKPJ DPR Kota Sorong Menuai Kritik Tajam

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:45 WIB

Pemprov Papua Barat Daya Gelar FGD, Perkuat Komitmen Lindungi Hutan dan Laut

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:10 WIB

Imigrasi Sukabumi Perketat Pengawasan TKA di Sektor Tambang, Timpora Libatkan Kecamatan hingga KUA untuk Jaga Stabilitas dan Kelestarian Lingkungan

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:04 WIB

Pemkot Sorong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sosial Melalui FGD Perencanaan Kontigensi Bersama ADRA Indonesia

Kamis, 21 Mei 2026 - 04:23 WIB

Bunda PAUD Papua Barat Daya Komitmen Dorong Akses Pendidikan Prasekola untuk Seluruh Anak Usia Dini

Berita Terbaru