SUARARAKYAT.info|| GARUT — Jika selama ini Bali dikenal sebagai ikon wisata pantai dan tebing eksotis Indonesia, kini pesona serupa dapat ditemukan di wilayah selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Destinasi wisata Puncak Guha, yang terletak di Desa Sinarjaya, Kecamatan Bungbulang, menawarkan panorama alam menakjubkan yang sekilas menyerupai keindahan pantai-pantai di Pulau Dewata.
Puncak Guha menyuguhkan pemandangan laut lepas yang dikelilingi tebing karang terjal, berpadu harmonis dengan deretan pohon pandan laut yang tumbuh alami di sepanjang bibir tebing. Kombinasi bentang alam tersebut menciptakan suasana eksotis dan romantis, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Keunikan Puncak Guha tak hanya terletak pada keindahan visualnya, tetapi juga pada atmosfer alam yang masih alami dan terjaga. Deburan ombak Samudra Hindia yang menghantam karang, hembusan angin laut, serta panorama matahari terbenam menjadi daya pikat utama yang membuat wisata ini kerap disandingkan dengan destinasi kelas dunia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan harga tiket masuk yang terjangkau, yakni sebesar Rp7.500 untuk pengunjung umum dan Rp5.000 untuk karcis camping, Puncak Guha menjadi destinasi wisata ramah di kantong namun kaya pengalaman. Tak heran jika wisata ini disebut-sebut sebagai salah satu destinasi unik dan eksotis, bahkan diklaim masuk dalam lima wisata terbaik di dunia versi pengunjung dan pegiat wisata alam.
Menariknya, pengelolaan wisata Puncak Guha dilakukan langsung oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sinarjaya bersama masyarakat setempat. Pola pengelolaan berbasis partisipasi warga ini dinilai berhasil mendorong perkembangan wisata secara pesat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan alam sekitar.
Berkat pengelolaan yang semakin baik dan dukungan penuh masyarakat, Puncak Guha kini menjelma menjadi ikon wisata Kabupaten Garut. Setiap pekan, destinasi ini dipadati pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan tak sedikit wisatawan asing yang datang khusus untuk menikmati panorama alamnya yang memukau.
Ketua Pengelola Wisata Puncak Guha, Jalaludin, saat ditemui awak media, menyampaikan harapannya agar destinasi ini mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.
“Kami berharap ada dukungan yang lebih serius dari pemerintah, terutama dalam hal pemeliharaan dan pengembangan fasilitas wisata. Puncak Guha memiliki potensi besar untuk menjadi aset daerah yang luar biasa dan berkelanjutan,” ujarnya.selasa (20/1/2026)
Daya tarik Puncak Guha juga menarik perhatian kalangan seniman. Wa Yiyit S, seniman kondang asal Bandung, Jawa Barat, yang masih memiliki garis keturunan dengan seniman Sunda legendaris Haji Darso (Alm), mengaku sangat terkesan dengan keindahan wisata tersebut.
Sebagai bentuk apresiasi, Wa Yiyit bahkan telah menciptakan sebuah karya lagu berjudul “Puncak Guha”, yang dinyanyikan dan dirilis sendiri melalui berbagai platform media sosial. Lagu tersebut menjadi ungkapan kekaguman sekaligus media promosi budaya dan wisata Garut ke khalayak luas.
Selain panorama tebing dan laut, kawasan Puncak Guha juga memiliki Guha Lalay, sebuah gua alami yang menjadi habitat ribuan kelelawar. Keberadaan gua ini menambah nilai edukasi dan daya tarik wisata alam, khususnya bagi pengunjung yang tertarik pada ekowisata dan keanekaragaman hayati.
Dengan potensi alam, budaya, serta pengelolaan berbasis masyarakat, Puncak Guha dinilai memiliki masa depan cerah sebagai destinasi unggulan. Tak berlebihan jika banyak pihak menilai, destinasi wisata Bali kini bermigrasi ke Garut, menghadirkan keindahan serupa dalam balutan kearifan lokal dan alam yang masih perawan.
Penulis : Agus KapInis
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














