Dari Gedung Perkantoran ke Kandang Domba: Asep Jaelani Bachtiar Anak Muda Membangun Peternakan Masa Depan

- Penulis

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Pekalongan- di tengah derasnya arus anak muda yang berlomba meniti karier di kota besar, kisah Asep Jaelani Bachtiar justru bergerak berlawanan arah. Latar belakang dunia keuangan di Jakarta tidak membuatnya terikat selamanya pada gedung-gedung perkantoran. Ia memilih pulang ke akar, menjejak tanah, dan membangun sesuatu yang nyata: Himmatana Farm, sebuah usaha peternakan domba berbasis breeding genetik unggul di Pekalongan, Jawa Tengah.minggu (18/1/2026)

Keputusan itu bukan tanpa pertimbangan. Bagi Asep, peternakan bukan sekadar pekerjaan alternatif, melainkan industri masa depan yang berkelanjutan (sustain) dan sarat peluang, bahkan atau justru terutama bagi generasi muda.

“Selama manusia masih hidup dan punya tradisi, kebutuhan kambing dan domba tidak akan pernah habis,” ujar Asep dalam perbincangan. Menurutnya, permintaan hewan ternak untuk aqiqah, Idul Adha, hingga kebutuhan konsumsi harian adalah pasar yang stabil dan cenderung terus tumbuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbekal pengalaman analisis bisnis dan manajemen dari dunia keuangan, Asep melihat sektor peternakan dengan kacamata berbeda. Ia tidak sekadar beternak untuk jual-beli jangka pendek, melainkan membangun sistem yang kuat dari hulu ke hilir. Di Himmatana Farm, fokus utama adalah breeding domba dengan kualitas genetik unggul, baik dari sisi pertumbuhan, kesehatan, maupun nilai ekonomi.

“Kalau genetiknya bagus, semua ikut naik. Produktivitas, harga jual, sampai kepercayaan pasar,” jelasnya.

Asep juga menepis anggapan bahwa beternak adalah pekerjaan berat dan kuno. Menurutnya, beternak domba relatif mudah dipelajari, tidak membutuhkan teknologi rumit di tahap awal, dan sangat adaptif dengan pendekatan modern—mulai dari manajemen pakan, pencatatan digital, hingga pemasaran lewat media sosial.

READ  GSKI Duta Kalam dan Subur Jaya Lawfirm Bersinergi Dalam Mediasi Konflik: Mengutamakan Damai dalam Kebenaran

Justru di situlah peluang besar bagi Gen Z dan milenial. Generasi yang akrab dengan teknologi, berpikir kreatif, dan berani mencoba hal baru dinilai Asep sangat cocok masuk ke sektor ini. “Peternakan bukan cuma soal kandang dan pakan, tapi juga soal leadership, manajemen tim, dan visi jangka panjang,” katanya.

Lebih jauh, Asep melihat peternakan sebagai medium kontribusi nyata bagi ekonomi daerah. Dengan membuka lapangan kerja, menggerakkan petani pakan, hingga menciptakan rantai pasok lokal, usaha seperti Himmatana Farm memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Model ini, menurutnya, jauh lebih bermakna dibanding sekadar mengejar profit individual.

“Kalau anak muda mau turun ke sektor riil seperti ini, dampaknya luar biasa. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk desa, daerah, bahkan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Kisah Asep Jaelani Bachtiar menjadi bukti bahwa masa depan tidak selalu harus dibangun di balik meja kantor metropolitan. Di kandang sederhana, dengan strategi yang matang dan keberanian mengambil jalan berbeda, industri peternakan justru menjanjikan harapan besar bagi ekonomi, bagi masyarakat, dan bagi generasi muda yang ingin memberi arti lebih pada pilihannya.

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sukindar Pimpin Doa di Milad ke-2 FERADI WPI Semarang, Tegaskan Komitmen Advokat untuk Keadilan dan Kebangsaan
Tim Firma Hukum Subur Jaya dan Rekan – FERADI WPI Ajukan PK di Pengadilan Negeri Sukadana, Berharap Putusan Lebih Ringan dari Kasasi
LDII PAC Tugurejo Semarang Adakan Buka Puasa Bersama,Harapkan Silaturahmi Semakin Kuat
Ketua PBH FERADI WPI DPC Kota Semarang, Sampaikan Ucapan Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026
LDII Ngaliyan Hadiri Konsolidasi DPD di Semarang, Matangkan Program dan Lima Sukses Ramadan 1447 H
Guyub Rukun Warga Indopermai: Ketua RT 04 Pimpin Kerja Bakti dan Perkuat Silaturahmi di Tambakaji Ngaliyan
Saksi Hidup Tegaskan Tanah Warisan Tidak Pernah Dijual, Ahli Waris Tomo Wigeno Tempuh Jalur Hukum Bersama GJL GAMAT-RI dan FERADI WPI
Ahli Waris Tomo Wigeno Laporkan Dugaan Penyerobotan Tanah ke Polda Jateng, Didampingi Tim Kuasa Hukum FERADI WPI dan GJL GAMAT-RI
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 22:42 WIB

Sukindar Pimpin Doa di Milad ke-2 FERADI WPI Semarang, Tegaskan Komitmen Advokat untuk Keadilan dan Kebangsaan

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:12 WIB

Tim Firma Hukum Subur Jaya dan Rekan – FERADI WPI Ajukan PK di Pengadilan Negeri Sukadana, Berharap Putusan Lebih Ringan dari Kasasi

Senin, 23 Februari 2026 - 05:47 WIB

LDII PAC Tugurejo Semarang Adakan Buka Puasa Bersama,Harapkan Silaturahmi Semakin Kuat

Jumat, 20 Februari 2026 - 01:23 WIB

Ketua PBH FERADI WPI DPC Kota Semarang, Sampaikan Ucapan Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026

Rabu, 18 Februari 2026 - 04:13 WIB

LDII Ngaliyan Hadiri Konsolidasi DPD di Semarang, Matangkan Program dan Lima Sukses Ramadan 1447 H

Berita Terbaru

TNI

Kodaeral XIV Hadiri Peringatan Hari Kartini di Sorong

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:51 WIB