SUARARAKYAT.info|| Jakarta — Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) melaksanakan kegiatan donor darah sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Hari Desa Tahun 2026. Kegiatan kemanusiaan ini diikuti oleh ratusan pegawai dari seluruh unit kerja di lingkungan Kemendes PDT dan berlangsung dengan tertib serta penuh antusiasme.
Pelaksanaan donor darah diawali dengan proses pendataan peserta serta pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, riwayat kesehatan, hingga deteksi dini penyakit menular. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa darah yang disumbangkan aman dan layak untuk ditransfusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini tidak hanya menjadi agenda seremonial dalam peringatan Hari Desa, melainkan juga wujud nyata kepedulian sosial dan kemanusiaan dari jajaran Kemendes PDT.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Donor darah ini adalah aksi kemanusiaan yang sangat penting. Kebutuhan darah di Indonesia terus meningkat, sementara ketersediaannya sering kali belum mencukupi. Oleh karena itu, saya menggagas agar gerakan donor darah ini tidak hanya dilakukan oleh pegawai kementerian, tetapi juga dapat melibatkan masyarakat desa di seluruh Indonesia,” ujar Mendes Yandri.(13/1/2026)
Menurut Yandri, desa memiliki potensi besar sebagai kekuatan sosial yang mampu berkontribusi langsung dalam menjawab kebutuhan kemanusiaan, termasuk pemenuhan stok darah nasional. Dengan jumlah desa yang mencapai puluhan ribu, gerakan donor darah berbasis desa diyakini dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi persoalan kekurangan darah di berbagai daerah.
“Jika desa-desa di Indonesia rutin melakukan donor darah, maka kita tidak hanya membangun desa secara fisik, tetapi juga membangun nilai solidaritas, kepedulian, dan kemanusiaan. Ini sejalan dengan semangat Bangun Desa, Bangun Indonesia,” tegasnya.
Mendes Yandri juga menekankan bahwa kegiatan donor darah seharusnya tidak dibatasi pada peringatan Hari Desa saja, melainkan dapat dilaksanakan secara berkala dan terprogram. Ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah desa, fasilitas kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), serta berbagai elemen masyarakat agar kegiatan donor darah dapat menjadi budaya sosial yang mengakar di desa.
Para peserta donor darah yang merupakan pegawai Kemendes PDT menyambut baik kegiatan ini. Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan berbagi manfaat bagi masyarakat luas.
Peringatan Hari Desa Tahun 2026 sendiri menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran desa sebagai subjek pembangunan nasional. Melalui kegiatan donor darah ini, Kemendes PDT menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














