Voice Note Bernada Ancaman Gegerkan Warga Kabandungan, Diduga Dilontarkan Oleh Oknum Wartawan

- Penulis

Selasa, 23 Desember 2025 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sukabumi – Jagat percakapan di sejumlah grup WhatsApp mendadak gempar setelah beredarnya sebuah voice note bernada ancaman yang diduga dilontarkan oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan, dan ditujukan kepada salah satu warga di kecamatan kabandungan Kabupaten Sukabumi, tepatnya Kecamatan Kabandungan, Jawa Barat.

Voice note berdurasi singkat tersebut beredar luas pada Selasa (23/12/2025) dan memicu keresahan di tengah masyarakat. Dalam rekaman suara itu, terdengar kalimat bernada intimidatif dan mengancam, menggunakan bahasa Sunda kasar yang secara substansi bermakna:
“Sok kumpulkan sia kabeh sekecamatan Kabandungan, ku aing di ratakeun.” (bahasa sunda-red)

Pernyataan tersebut dinilai banyak pihak sebagai ancaman nyata, tidak hanya terhadap warga masyarakat, tetapi juga terhadap unsur pemerintahan yang ada di wilayah Kecamatan Kabandungan. Nada suara yang keras, emosional, dan penuh tekanan dalam voice note tersebut semakin memperkuat dugaan adanya unsur intimidasi serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah warga dan aparatur pemerintahan setempat mengaku terkejut dan merasa tidak nyaman dengan beredarnya rekaman suara tersebut. Mereka khawatir ancaman itu dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terlebih belum diketahui secara jelas latar belakang dan motif dari penyebaran voice note tersebut.

“Kalau sudah berbentuk ancaman seperti itu, jelas membuat warga resah. Apalagi ini menyasar satu kecamatan secara terbuka,” ujar salah satu warga Kabandungan dalam unggahan voice singkat

READ  Viral.Ambulans Logistik dari Jakarta ke Aceh Dihentikan Dishub, Diduga Ada Praktik Pungutan Liar

Situasi ini semakin memanas karena voice note tersebut menyebar cepat di berbagai grup WhatsApp, mulai dari grup warga, tokoh masyarakat, hingga grup internal yang berkaitan dengan pemerintahan desa dan kecamatan. Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang diduga sebagai pengirim voice note tersebut.

Beberapa pihak menilai, jika benar pelaku merupakan oknum wartawan, maka tindakan tersebut mencederai nilai-nilai profesionalisme jurnalistik dan melanggar etika pers. Ancaman, intimidasi, dan ujaran kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun, terlebih jika disampaikan melalui media komunikasi yang berpotensi menyebar luas dan menimbulkan kepanikan publik.

Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera menelusuri sumber voice note, mengidentifikasi pengirimnya, serta mengungkap motif di balik ancaman tersebut. Langkah ini dinilai penting guna mencegah eskalasi konflik dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabandungan.

Hingga berita ini diterbitkan, motif dan tujuan dari ancaman tersebut belum diketahui secara pasti. Belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian maupun dari pihak kecamatan terkait langkah hukum yang akan diambil.
Namun demikian, warga berharap pemerintah daerah dan aparat keamanan segera mengambil tindakan tegas dan terukur, agar kejadian serupa tidak terulang dan rasa aman masyarakat tetap terjaga.

Editor : Red-01

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kios di Ongkrak Diduga Jual Telur Infertil, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Soroti Aturan Pemerintah
Santri 13 Tahun Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Lantai Dua Pesantren, Diduga Panik Saat Ketahuan Merokok
Banjir Bandang Terjang Ciapus Banjaran, Diduga Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Masih Dalam Pencarian
Saat Jamaah Salat Magrib, Motor Hilang Digondol Maling di Parungkuda
Dua Pemotor Tewas diduga Terlindas Damkar Usai Hindari Truk Parkir di Rawa Palangan Cikarang Barat
Kepala Dapur SPPG Sukakersa Minta Maaf, Klarifikasi Menu Sambal untuk Balita dalam Program MBG
14 DPO Diburu Polisi, Polda Ungkap Rangkaian Kasus Berdarah di Distrik Bamusbama
Menunggu di Ujung Ketidakpastian: Laporan Dugaan Kekerasan Anak di Sukabumi Berjalan Lambat
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 02:50 WIB

Kios di Ongkrak Diduga Jual Telur Infertil, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Soroti Aturan Pemerintah

Minggu, 19 April 2026 - 15:59 WIB

Santri 13 Tahun Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Lantai Dua Pesantren, Diduga Panik Saat Ketahuan Merokok

Rabu, 15 April 2026 - 13:36 WIB

Banjir Bandang Terjang Ciapus Banjaran, Diduga Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Masih Dalam Pencarian

Rabu, 15 April 2026 - 09:31 WIB

Saat Jamaah Salat Magrib, Motor Hilang Digondol Maling di Parungkuda

Senin, 13 April 2026 - 16:33 WIB

Dua Pemotor Tewas diduga Terlindas Damkar Usai Hindari Truk Parkir di Rawa Palangan Cikarang Barat

Berita Terbaru

Berita Daerah

GWN Dorong UMKM Bergerak di CFD Bengkalis 2–3 Mei 2026

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WIB

Berita Daerah

Percepatan Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV Capai 45 Persen

Selasa, 21 Apr 2026 - 04:34 WIB