Jembatan Kaca Sukamahi Siap Jadi Ikon Wisata Baru Jawa Barat, Terpanjang di Indonesia dan Dibuka 2026

- Penulis

Minggu, 14 Desember 2025 - 01:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.Info|| BOGOR – Jawa Barat kembali bersiap menambah daftar destinasi wisata unggulan yang berpotensi menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Sebuah jembatan gantung berlantai kaca yang digadang-gadang sebagai jembatan kaca terpanjang di Indonesia kini tengah dibangun di kawasan Bendungan Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.Minggu (14/12/2025)

Jembatan yang diberi nama Jembatan Kaca Sukamahi ini ditargetkan mulai dibuka untuk umum pada pertengahan tahun 2026. Hingga awal Desember 2025, progres pembangunannya telah mencapai 81,3 persen, menandakan proyek strategis sektor pariwisata tersebut berjalan sesuai rencana.

Pembangunan jembatan ini berada di bawah tanggung jawab PPK 5.3 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah V Jawa Barat, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan panjang bentang mencapai 275 meter dan lebar bervariasi antara 6 hingga 12 meter, Jembatan Kaca Sukamahi resmi melampaui panjang Jembatan Kaca Seruni Point di Bromo, Jawa Timur, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu jembatan kaca ikonik di Indonesia.

Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu menjadi magnet wisata baru, khususnya di kawasan Puncak Bogor, yang selama ini dikenal dengan panorama pegunungan dan udara sejuknya.

Dari atas jembatan, pengunjung nantinya akan disuguhi pemandangan alam yang memukau, termasuk panorama Gunung Salak dan Gunung Pangrango, hamparan hijau perbukitan, serta lanskap kawasan bendungan yang berpadu dengan keindahan alam khas Jawa Barat.

Manajer Ruas sekaligus PPK 5.3 Satker PJN Wilayah V Jawa Barat, Pietoyo Larastomo, menjelaskan bahwa Jembatan Kaca Sukamahi dibangun dengan kombinasi material modern yang dirancang untuk menghadirkan sensasi wisata unik sekaligus mengutamakan faktor keselamatan.

READ  Program Makan Bergizi di SDN Parakansalak Disorot, Murid-Murid Alami Muntah dan Sakit Perut Diduga Akibat Makanan Basi

Menurut Pietoyo, material kaca digunakan pada bagian tengah atau pijakan utama jembatan, sementara pada sisi jalur digunakan wood plastic composite (WPC) yang memberikan kesan alami sekaligus kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca.

“Untuk aspek keamanan, jembatan ini menggunakan kaca laminasi tiga lapis, masing-masing setebal 1 sentimeter, yang diperkuat dengan teknologi Sentry Glass Plus. Kaca jenis ini memiliki ketahanan tinggi terhadap beban dan benturan, sehingga aman digunakan untuk aktivitas wisata,” jelasnya.

Dengan konstruksi tersebut, pengunjung nantinya dapat merasakan sensasi berjalan di atas ketinggian dengan lantai transparan, sambil menikmati panorama alam secara langsung dari bawah kaki mereka.

Kehadiran Jembatan Kaca Sukamahi tidak hanya ditujukan sebagai ikon wisata baru, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Aktivitas wisata diprediksi akan membuka peluang usaha baru, mulai dari sektor UMKM, jasa pemandu wisata, hingga penginapan dan kuliner lokal.

Pemerintah berharap proyek ini dapat menjadi contoh pengembangan infrastruktur pariwisata yang terintegrasi dengan alam, tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.

Apabila rampung dan resmi dibuka sesuai jadwal, Jembatan Kaca Sukamahi berpotensi menjadi destinasi unggulan Jawa Barat sekaligus menambah daya tarik kawasan Puncak Bogor sebagai salah satu pusat wisata alam nasional.

Penulis : Rus

Editor : Red-SR

Sumber Berita: Suararakyat. info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan
Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas
Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat
Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan
Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG
Ketua DPD Tani Merdeka Sukabumi Tegaskan MBG Penopang Petani, Serukan Aksi Damai Bermartabat
Tolak Moratorium Dapur MBG, Relawan SPPG Mutiara Pelabuhanratu 1 Desak BGN Tinjau Ulang Kebijakan
Dessy Ratnasari Apresiasi PAUDQU Al-Kahfi Kebonpedes, Tekankan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:32 WIB

Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan

Senin, 29 Juni 2026 - 14:35 WIB

Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:54 WIB

Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:31 WIB

Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:02 WIB

Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG

Berita Terbaru