Dukung Kebijakan Presiden Hapus Utang KUR Petani Terdampak Bencana Sumatera, Bamsoet Tegaskan Bukti Negara Hadir untuk Rakyat

- Penulis

Senin, 8 Desember 2025 - 03:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| JAKARTA — Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Pertahanan & Keamanan KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo, mengapresiasi serta mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo Subianto menghapuskan utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani terdampak bencana di Sumatera. Keputusan tersebut mencerminkan keberpihakan negara terhadap rakyat yang tengah mengalami musibah, sekaligus menjadi titik awal pemulihan ekonomi masyarakat di kawasan terdampak.

Data BNPB terbaru mencatat lebih dari 900 korban jiwa dan ratusan masih hilang, sementara puluhan ribu warga mengungsi akibat banjir dan longsor yang terjadi sejak awal Desember. Ribuan hektare lahan pertanian rusak, ribuan rumah turut hancur serta akses logistik terputus.

“Kebijakan Presiden tersebut memberi pesan kuat bahwa negara hadir. Menghapus utang KUR bukan semata keputusan administratif, melainkan empati dan komitmen moral terhadap rakyat terdampak bencana. Ini langkah awal pemulihan ekonomi warga, dan kebijakan tersebut harus segera ditindaklanjuti kementerian terkait melalui kerjasama dengan swasta, partai politik dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Bamsoet di Jakarta, Senin (8/12/25).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini mengingatkan, pemulihan pascabencana tidak bisa berhenti pada penyaluran bantuan darurat semata. Turunnya daya beli masyarakat akibat hilangnya aset ekonomi harus direspons melalui program padat karya, pemberdayaan petani dan pelaku UMKM, serta pemulihan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, irigasi, dan fasilitas air bersih.

Pemulihan ekonomi warga juga harus berjalan selaras dengan jaminan sosial bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, perempuan kepala keluarga, dan keluarga miskin. Hal itu menjadi ujian bagi negara untuk memastikan seluruh proses berjalan cepat, tepat sasaran, dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

READ  Pangkoarmada III Diwakili KAS Laksanakan Kunjungan Silahturahmi Ke Forkopimda PBD dan Jajaran Pasmar 3

“Warga terdampak bencana perlu pula dilibatkan dalam program padat karya pada proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, terutama dalam pemulihan pemukiman dan fasilitas publik. Langkah tersebut memberi dua fungsi sekaligus, yakni menciptakan rasa memiliki dan memberi pendapatan bagi warga yang kehilangan pekerjaan, alat produksi, dan lahan garapan,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menilai, keputusan Presiden untuk menghapus utang KUR dapat menjadi acuan kebijakan pemulihan ekonomi berbasis keadilan sosial pada fase pascabencana di masa-masa mendatang. Kebijakan penghapusan KUR harus menjadi landasan untuk membangun ketahanan masyarakat bencana ke depan. Termasuk memastikan akses pembiayaan produktif tersedia kembali setelah fase pemulihan dasar selesai.

Hingga tahun 2024, total penyaluran KUR tercatat lebih dari Rp 1.800 triliun. Sekitar 30 persen dari total itu mengalir ke sektor pertanian, menunjukkan betapa vitalnya KUR untuk ketahanan pangan dan ekonomi pedesaan.

“Indonesia sebagai negara rawan bencana, perlu membangun sistem penanggulangan dan pemulihan yang adaptif dan responsif terhadap kondisi bencana, perubahan iklim, serta risiko sosial ekonomi. Dari bencana ini harus lahir tata kelola baru yang membuat petani, UMKM, dan masyarakat kecil lebih terlindungi. Kita semua wajib memastikan mereka tidak berjalan sendiri saat berada di masa kritis,” pungkas Bamsoet.

Editor : Red-SR

Sumber Berita: Suararakyat. info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Settingan Karena Tidak Dibacakan, Rapat Paripurna LKPJ DPR Kota Sorong Menuai Kritik Tajam
Pemprov Papua Barat Daya Gelar FGD, Perkuat Komitmen Lindungi Hutan dan Laut
Imigrasi Sukabumi Perketat Pengawasan TKA di Sektor Tambang, Timpora Libatkan Kecamatan hingga KUA untuk Jaga Stabilitas dan Kelestarian Lingkungan
Pemkot Sorong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sosial Melalui FGD Perencanaan Kontigensi Bersama ADRA Indonesia
Bunda PAUD Papua Barat Daya Komitmen Dorong Akses Pendidikan Prasekola untuk Seluruh Anak Usia Dini
Sepihak Pasang Tanda Jual Cepat, Oknum Pegawai Bank BRI Diduga Intimidasi Nasabah.
Forkopimcam Parungkuda Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Usung Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Bangsa dan Negara”
Imigrasi Sukabumi Perkuat Pengawasan WNA, Hotel dan Penginapan Didorong Aktif Gunakan APOA
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:36 WIB

Diduga Settingan Karena Tidak Dibacakan, Rapat Paripurna LKPJ DPR Kota Sorong Menuai Kritik Tajam

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:45 WIB

Pemprov Papua Barat Daya Gelar FGD, Perkuat Komitmen Lindungi Hutan dan Laut

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:10 WIB

Imigrasi Sukabumi Perketat Pengawasan TKA di Sektor Tambang, Timpora Libatkan Kecamatan hingga KUA untuk Jaga Stabilitas dan Kelestarian Lingkungan

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:04 WIB

Pemkot Sorong Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Sosial Melalui FGD Perencanaan Kontigensi Bersama ADRA Indonesia

Kamis, 21 Mei 2026 - 04:23 WIB

Bunda PAUD Papua Barat Daya Komitmen Dorong Akses Pendidikan Prasekola untuk Seluruh Anak Usia Dini

Berita Terbaru