Kabupaten Sorong Papua Barat Daya – Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat secara tegas menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar soal kerusakan pada talud Sungai Mariat di Kabupaten Sorong, Jumat (5/10/2025).
Kepala BWS Papua Barat Wempi Nauw menekankan bahwa pemberitaan tersebut belum berimbang dan tidak memberikan ruang bagi BWS untuk menyampaikan hak jawab.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam konferensi pers pada Minggu (5/10/2025), Wempi mengungkapkan bahwa keretakan dan patahan yang terjadi pada struktur talud Sungai Mariat murni disebabkan oleh bencana banjir besar yang melanda wilayah Sorong pada akhir Agustus hingga September 2025.

“Banjir besar ini merupakan kejadian luar biasa yang disebabkan oleh meluapnya sembilan sungai besar, termasuk Sungai Mariat, Klagison, Klasaman, Klamalu, dan Makbusun,” terang Wempi.
Ia menyebutkan bahwa curah hujan ekstrem yang mencapai lebih dari 150 mm/hari ditambah dengan pasang surut air laut yang tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat drastis dan tidak tertampung, sehingga menggenangi permukiman warga dan merusak infrastruktur, termasuk pekerjaan pemeliharaan talud.
Akibat banjir besar yang terjadi pada 21 Agustus dan puncaknya pada 24 September, setidaknya 1.400 rumah warga serta fasilitas umum di Sorong terdampak. Tidak hanya itu, pekerjaan operasi dan pemeliharaan (OP) talud Sungai Mariat yang baru selesai sekitar pertengahan Agustus 2025, juga mengalami tekanan besar.

“Beton pada struktur talud belum mencapai usia 28 hari, sehingga belum cukup kuat menahan tekanan air yang besar. Retakan dan patahan sepanjang kurang lebih 27 meter terjadi di bagian cekungan luar sungai akibat volume tekanan yang tinggi,” jelas Wempi.
Pekerjaan OP sendiri, lanjutnya, bukan proyek konstruksi besar, melainkan bagian dari pemeliharaan rutin infrastruktur eksisting yang bertujuan menambah nilai aset. Oleh karena itu, BWS Papua Barat segera mengambil langkah identifikasi sejak awal kerusakan dan kini tengah mempersiapkan perbaikan.
“Saya bersama tim turun langsung ke lokasi hingga dini hari untuk memastikan kerusakan dan menyusun langkah tindak lanjut. Kami akan segera benahi patahan tersebut sambil memantau curah hujan di wilayah Sorong,” tambahnya.
Didampingi Direksi Pelaksanaan BWS Papua Barat Satker OP SDA, Muhammad Alghazali, Wempi juga mengajak jurnalis meninjau langsung kondisi lapangan guna menghindari simpang siur informasi.
Melalui klarifikasi ini, BWS Papua Barat berharap masyarakat mendapat informasi yang benar, berimbang, dan tidak menimbulkan keresahan yang tidak perlu. Perbaikan talud Sungai Mariat menjadi prioritas, sebagai bagian dari penanganan darurat pasca bencana banjir di Kabupaten Sorong.














