Indonesia Perkuat Komitmen Pembangunan Desa di Global Saemaul Leadership Forum 2025 Korea Selatan

- Penulis

Rabu, 17 September 2025 - 23:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Gyeongju, Korea Selatan – Global Saemaul Leadership Forum (GSLF) dan Global Saemaul Ministerial Meeting 2025 resmi dibuka di Kota Gyeongju, Korea Selatan, Rabu (17/9). Forum internasional yang diikuti 46 negara ini menjadi wadah penting bagi para pemimpin dan perwakilan negara untuk bertukar pengalaman, ide, serta strategi dalam mendorong pembangunan desa yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi masyarakat.

Indonesia turut ambil bagian dalam forum prestisius ini melalui kehadiran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDT). Delegasi Indonesia dipimpin oleh Fahad Ghalib, Staf Khusus Menteri Desa dan PDT Bidang Ekonomi, Investasi, dan Kerja Sama Luar Negeri. Kehadiran ini menjadi bukti komitmen Indonesia dalam memperkuat jejaring kerja sama internasional, khususnya di sektor pembangunan desa, investasi pedesaan, serta program pemberdayaan masyarakat.

Dalam sambutannya, Fahad Ghalib menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan kunci penting dalam mengurangi kesenjangan, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menciptakan ketahanan sosial masyarakat. Menurutnya, forum global seperti GSLF memberikan ruang strategis untuk belajar dari pengalaman negara lain serta mengembangkan model pembangunan yang sesuai dengan konteks lokal Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam membangun desa dengan pendekatan partisipatif. Namun, tantangan globalisasi, digitalisasi, hingga perubahan iklim menuntut adanya kolaborasi internasional yang lebih kuat. Kehadiran Indonesia di forum ini adalah wujud komitmen kita untuk saling berbagi praktik terbaik sekaligus menarik peluang kerja sama investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya. dikutip di laman resmi kemendes.go.id

READ  Tidak Hanya Indonesia, Suara Wilson Mewakili Masyarakat Dunia

GSLF 2025 tidak hanya membahas aspek ekonomi desa, tetapi juga menyoroti isu penting lainnya seperti pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan, digitalisasi desa, serta peran generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan. Forum ini menekankan pentingnya integrasi antara kebijakan pemerintah, dukungan internasional, dan inisiatif lokal untuk menciptakan desa yang mandiri dan tangguh.

Selain sesi pleno, acara juga menghadirkan pertemuan tingkat menteri (Global Saemaul Ministerial Meeting) yang fokus membangun peta jalan kolaborasi global dalam pembangunan pedesaan. Indonesia, melalui Kemendesa PDT, menyampaikan kesiapan untuk memperluas kerja sama strategis di bidang investasi desa, pengembangan koperasi, hingga pertukaran pengetahuan melalui program pelatihan dan riset bersama.

Dengan keikutsertaan di GSLF 2025, Indonesia berharap dapat memperkuat diplomasi pembangunan desa di kancah global. Hal ini sejalan dengan agenda nasional dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera melalui kerja sama lintas batas negara.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yakub F Ismail,Di Balik Gencatan: Implikasinya bagi Indonesia
Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP (Board of Peace) Sekarang, Jangan Biarkan Indonesia Dijadikan Alat Legitimasi Penjajahan
Pemerintah Kerajaan Maroko Tegaskan Keamanan Teluk adalah Harga Mati bagi Maroko
Finlandia Dukung Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko sebagai Solusi Sahara Maroko
Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP ala Trump, Indonesia Jangan Jadi Kaki Tangan Blok Geopolitik Barat
Aceng Syamsul Hadie: Perjanjian Dagang AS – Indonesia, Stabilitas Tarif atau Menggadaikan Kedaulatan..?!
Budaya Leluhur Bangkit di Pesta Rakyat Kecamatan Pasan Tahun 2026
Menenun Perdamaian Dunia dari Davos: Kepemimpinan Visioner HM Raja Mohammed VI dan Pengesahan Piagam “Board of Peace”
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 01:00 WIB

Yakub F Ismail,Di Balik Gencatan: Implikasinya bagi Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 02:42 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP (Board of Peace) Sekarang, Jangan Biarkan Indonesia Dijadikan Alat Legitimasi Penjajahan

Senin, 2 Maret 2026 - 23:41 WIB

Pemerintah Kerajaan Maroko Tegaskan Keamanan Teluk adalah Harga Mati bagi Maroko

Senin, 2 Maret 2026 - 23:37 WIB

Finlandia Dukung Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko sebagai Solusi Sahara Maroko

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:20 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP ala Trump, Indonesia Jangan Jadi Kaki Tangan Blok Geopolitik Barat

Berita Terbaru

TNI

Kodaeral XIV Hadiri Peringatan Hari Kartini di Sorong

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:51 WIB