SUARARAKYAT.info|| Sukabumi-Unit Pengembangan Kesenian Daerah Cengkok Wijayakusuma Kabupaten Sukabumi kembali menghadirkan sebuah perhelatan akbar bertajuk Pekan Kreasi Budaya “Mapag Taun Ka-4”, yang akan digelar pada Minggu, 28 September 2025 di halaman Cengkok Wijayakusuma, Jalan Raya Karang Tengah Cirendeu, Kampung Palasari RT 001 RW 003 Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Acara tahunan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Sukabumi untuk menjaga, mengembangkan, sekaligus merayakan keberagaman seni dan budaya daerah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini diproyeksikan akan menyedot perhatian masyarakat luas karena menghadirkan ragam pertunjukan budaya tradisional khas Tatar Sunda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah atraksi seni akan memeriahkan kegiatan, mulai dari pencak silat, karinding, debus, kreasi budaya, hingga wayang tunggal yang akan dibawakan oleh Ki Dalang Seta dari Al Mas’udiyah Nyalindung. Tidak hanya itu, kegiatan religius berupa tabligh akbar juga akan digelar, menjadikan acara ini semakin lengkap dengan sentuhan spiritual.

Ketua pelaksana Ai buser sapaan akrabnya menyampaikan bahwa Pekan Kreasi Budaya ke-4 ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian seni tradisi yang mulai tergerus modernisasi. “Cengkok Wijayakusuma berkomitmen untuk terus menjadi ruang berkarya bagi seniman lokal dan menjaga identitas budaya daerah. Mapag Taun ini adalah wujud syukur sekaligus perayaan kebersamaan,” ujarnya kepada wartawan selasa (16/9/2025)
Selain suguhan seni budaya, acara ini juga dirangkaikan dengan pengobatan gratis, baik medis maupun non-medis, sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar. Dengan demikian, Pekan Kreasi Budaya ini bukan hanya pesta budaya, tetapi juga sarat nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Gelaran budaya ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Sukabumi, komunitas seni, lembaga pendidikan, hingga organisasi sosial keagamaan. Dukungan ini memperlihatkan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan komunitas dalam melestarikan kebudayaan lokal.
Masyarakat Sukabumi dan sekitarnya pun diajak untuk hadir dan menyemarakkan acara ini. Dengan ragam agenda yang tersaji, Pekan Kreasi Budaya “Mapag Taun Ka-4” diharapkan mampu menjadi ruang pertemuan lintas generasi, tempat belajar nilai-nilai luhur budaya, serta memperkuat ikatan sosial masyarakat melalui seni dan tradisi.
(Hs)














