Semangat Muda Membangun Desa: Jejak Pengabdian Mahasiswa Universitas Nusa Putra KKN di Pelabuhan Ratu

- Penulis

Selasa, 5 Agustus 2025 - 01:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi– Di tengah rimbun perbukitan dan suasana khas pedesaan yang asri, sekelompok mahasiswa lintas jurusan dari berbagai program studi Universitas melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama satu bulan penuh di Desa Cimanggu, Kecamatan Pelabuhan Ratu. Mereka bukan sekadar hadir sebagai pelengkap formalitas akademik, melainkan sebagai agen perubahan yang membawa misi sosial, edukatif, hingga pemberdayaan ekonomi warga setempat.

Selama kurang lebih empat minggu, para mahasiswa ini menggulirkan sejumlah program kerja yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat desa. Program yang mereka usung bukan hanya menjawab tantangan yang ada di lapangan, namun juga menggugah semangat gotong royong dan kesadaran kolektif warga dalam memajukan desa secara mandiri dan berkelanjutan.selasa (5/8/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari Posyandu hingga Branding UMKM: Menyentuh Semua Aspek Kehidupan

Program utama yang menjadi fokus para mahasiswa KKN di Desa Cimanggu adalah kegiatan posyandu yang menyasar kesehatan anak-anak. Kegiatan ini mencakup pengecekan berat dan tinggi badan balita, pemberian vitamin A, pendataan stunting, hingga pembagian Makanan Pendamping ASI (PMT). Upaya ini menjadi langkah konkret dalam menangani masalah stunting yang masih menjadi isu penting di banyak wilayah pedesaan.

Selain bidang kesehatan, mahasiswa KKN juga fokus pada isu lingkungan, terutama mitigasi bencana. Mereka membersihkan aliran sungai, mengadakan seminar pencegahan bencana longsor, hingga memasang edukasi visual yang mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Melalui pendekatan yang komunikatif, program ini diterima baik oleh warga yang selama ini menghadapi tantangan geografis seperti tanah longsor dan aliran sungai yang rawan banjir.

Di bidang ekonomi, mahasiswa menunjukkan kreativitas luar biasa dalam mendampingi pelaku UMKM lokal. Mereka membantu warga membuat logo, banner, dan stiker produk, serta menggelar bazar yang menampilkan hasil olahan tangan warga desa. Kegiatan ini tak hanya mendongkrak semangat wirausaha, tetapi juga memperkuat identitas lokal melalui branding produk yang lebih profesional dan menarik.

Tak berhenti di situ, kegiatan sosial juga menjadi jembatan erat antara mahasiswa dan masyarakat. Mereka mengadakan les privat untuk anak-anak sekolah dasar, pengajian rutin, senam bersama, hingga makan siang kolektif dengan warga. Penutupan KKN pun berlangsung meriah dengan pentas seni dan bazar UMKM yang melibatkan anak-anak PAUD hingga SD, menjadikan acara tersebut sebagai momentum kolaboratif lintas usia.

Mengapa Cimanggu? Potensi Tersembunyi di Balik Perbukitan

Pemilihan Desa Cimanggu oleh pihak kampus bukan tanpa alasan. Meskipun lokasinya jauh dari pusat kota dan berada di daerah perbukitan, desa ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama dalam sektor ekonomi kreatif berbasis UMKM. Kondisi geografis yang menantang justru menjadi alasan kuat untuk menanamkan semangat pemberdayaan dan pembangunan desa dari akar rumput.

Mahasiswa KKN hadir sebagai jembatan antara potensi dan peluang, antara ide dan aksi nyata. Dengan bekal pengetahuan lintas disiplin—dari hukum, sistem informasi, teknik informatika, hingga manajemen—mereka menyatukan langkah dalam semangat pengabdian.

Masyarakat: Ramah, Terbuka, dan Kolaboratif

Respons masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa KKN di Desa Cimanggu sangat menggembirakan. Warga membuka pintu rumah mereka, menyambut hangat, dan bahkan secara sukarela menyediakan makan siang setiap hari bagi para mahasiswa. Tak hanya itu, warga juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan seperti seminar, kerja bakti, hingga pementasan seni.

READ  Aliansi BEM Pasuruan Raya Tegas Tolak Pilkada Tidak Langsung, Nilai Ancam Kedaulatan Rakyat

Salah satu momen paling mengharukan adalah saat warga berdiskusi serius mengenai titik-titik rawan longsor dan tantangan stunting di desa mereka. Keterbukaan dan semangat kolaborasi yang mereka tunjukkan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi para mahasiswa, membuktikan bahwa pembangunan desa tidak mungkin berjalan tanpa partisipasi aktif masyarakat.

 

Tantangan dan Evaluasi: Belajar dari Lapangan

Namun, tentu tidak semua berjalan mulus. Tantangan terbesar datang dari dua sisi: internal dan eksternal. Secara internal, mahasiswa menghadapi kendala komunikasi antardivisi dan BPH (Badan Pengurus Harian). Sedangkan secara eksternal, mereka harus berjibaku dengan akses logistik yang jauh dari kota serta rendahnya kesadaran warga terhadap pentingnya kebersihan lingkungan.

Untuk mengatasi hal itu, evaluasi rutin dilakukan setiap malam untuk membahas capaian, kekurangan, serta solusi konkret. Tak jarang mereka juga berdiskusi langsung dengan warga untuk merancang solusi sosial yang tepat sasaran.

Refleksi: Belajar, Berubah, dan Berkontribusi

Bagi para mahasiswa, KKN bukan sekadar tugas akademik, melainkan pengalaman yang membentuk karakter. Mereka belajar tentang arti empati, pentingnya kerja tim, serta bagaimana menjalin komunikasi yang efektif dengan masyarakat lintas usia dan budaya. Mereka juga mendapatkan pengalaman langsung dalam proses branding produk UMKM, penyusunan program edukasi, dan pelaksanaan kegiatan sosial yang berdampak langsung.

“Pengalaman KKN mengubah pandangan kami. Kami jadi sadar bahwa pembangunan desa bukan hanya soal membangun jalan atau fasilitas, tapi soal pendekatan sosial, budaya, dan edukatif yang berkelanjutan,” ungkap salah satu peserta KKN.

Warisan KKN dan Langkah Selanjutnya

Para mahasiswa berharap, apa yang mereka tinggalkan di Desa Cimanggu bukan hanya jejak fisik seperti banner edukasi atau logo UMKM, tetapi semangat untuk terus melanjutkan pembangunan yang inklusif dan partisipatif. Harapan mereka sederhana namun bermakna: warga bisa terus menjaga lingkungan, menekan angka stunting, dan mengembangkan usaha mikro dengan lebih percaya diri.

Lebih dari itu, pengalaman ini membangkitkan semangat sebagian besar mahasiswa untuk melanjutkan kerja sosial di luar kampus. Beberapa bahkan menyatakan minat untuk aktif dalam kegiatan karang taruna, gerakan pemberdayaan, atau membangun platform digital untuk desa.

Tim KKN Interdisipliner: 20 Anak Muda, Satu Visi dalam tim KKN ini, tergabung mahasiswa dari berbagai latar belakang ilmu:

Dari Fakultas Hukum: Abhirama Esa Putra, Esrom Eliesar Langodai, Namira Zahra Maulida Hakim, Mardiyyah Khoerunnisa, dan Rahma Syairatunnisa.

Dari Fakultas Sistem Informasi: Monika A. Chaerunnisa, Lusty Afifah, Raja Dholy Sianggunan Nasution, Ilham Jayakusuma, Salwa Uswatun Hasanah, Natasya Febriani, dan Jesika Putri.

Dari Fakultas Manajemen: Aryaguna Prawira dan Nazwa Oktadania.

Dari Fakultas Teknik Informatika: M. Alvi Hatta Dwi Rangga, Alya Rojwa Fauziah, M. Fahri Rivaldi, Dimas Rizkyan Dermawan, dan Ahmad Tamam.

Narasumber:Dari Fakultas Teknik Sipil (Chania Nurkurnia Nisa) .

Bersama-sama, mereka mengukir kisah pengabdian yang akan menjadi kenangan, inspirasi, sekaligus fondasi untuk pengabdian di masa depan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dr. Irfansyah, S.Pi., S.H., M.H. Paparkan Dampak Buruk Korupsi Bagi Generasi Muda di Kepulauan Meranti
Aliansi BEM Pasuruan Raya Tegas Tolak Pilkada Tidak Langsung, Nilai Ancam Kedaulatan Rakyat
Distribusi BBM Besar, Mahasiswa Hukum Bongkar Dugaan Persoalan Distribusi BBM Subsidi di Sambas
Mahasiswa KKN Universitas Nusa Putra Hadirkan Cahaya Ramah Lingkungan di Desa Wanajaya,di Sambut Antusias Warga
Tritura Rakyat Menggema di PBD: DPRD Kota Sorong Janji Bentuk Pansus
Antisipasi Unjuk Rasa, TNI-Polri Gelar Apel Pengamanan di Sukabumi
Aliansi Mahasiswa Desak Polda Kalbar Ungkap dan Tangkap Sosok AS,Diduga Sebagai Pemodal Tambang Ilegal
Satuan Pemuda dan Mahasiswa Kota Kediri Keluarkan Surat Aksi Demo Terkait Dugaan Perusahan Melawan Hukum 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:39 WIB

Dr. Irfansyah, S.Pi., S.H., M.H. Paparkan Dampak Buruk Korupsi Bagi Generasi Muda di Kepulauan Meranti

Senin, 12 Januari 2026 - 05:39 WIB

Aliansi BEM Pasuruan Raya Tegas Tolak Pilkada Tidak Langsung, Nilai Ancam Kedaulatan Rakyat

Minggu, 5 Oktober 2025 - 09:38 WIB

Distribusi BBM Besar, Mahasiswa Hukum Bongkar Dugaan Persoalan Distribusi BBM Subsidi di Sambas

Kamis, 11 September 2025 - 08:32 WIB

Mahasiswa KKN Universitas Nusa Putra Hadirkan Cahaya Ramah Lingkungan di Desa Wanajaya,di Sambut Antusias Warga

Selasa, 2 September 2025 - 09:05 WIB

Tritura Rakyat Menggema di PBD: DPRD Kota Sorong Janji Bentuk Pansus

Berita Terbaru