Napak Tilas Guru Silat Melayu di Mempawah, Gubernur dan Bupati Dukung Pelestarian Silat Pukol Tujuh:Sebagai Warisan Budaya

- Penulis

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Mempawah, Kalimantan Barat-Upaya pelestarian budaya lokal kembali mendapat perhatian di Kalimantan Barat. Yayasan Silat Pukol Tujoh Kalbar menggelar kegiatan perdana bertajuk Napak Tilas Guru Ayyub dan Guru Umar, dua tokoh utama silat kampung Melayu yang menjadi pengasas aliran silat Pukol Tujoh. Acara ini berlangsung khidmat di Gang Nelayan, Desa Purun Besar, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah.(2/8/2025)

Kegiatan budaya tersebut mendapat dukungan luas dari pemerintah provinsi maupun kabupaten. Hadir mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Asisten Sekda Provinsi Kalbar, Drs. Alfian, MM, serta Wakil Bupati Mempawah, H. Juli Suryadi B., S.H., M.Si. Selain itu, sejumlah pejabat daerah, aparat keamanan, tokoh adat, serta keluarga besar almarhum Guru Ayyub dari Sintang turut memeriahkan acara yang juga diramaikan oleh ribuan warga dan jamaah silat.

“Napak tilas ini bukan sekadar mengenang, tetapi juga bentuk penghormatan dan tanggung jawab untuk melanjutkan nilai-nilai kebijaksanaan leluhur yang diwariskan para guru melalui silat Pukol Tujoh,” ujar Drs. Alfian dalam sambutannya mewakili Gubernur Kalbar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Bupati Mempawah menambahkan, Pemkab Mempawah siap mendukung pelestarian budaya daerah, termasuk menjadikan silat Pukol Tujoh sebagai bagian dari warisan budaya tak benda. “Sesuai amanat UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, kegiatan seperti ini adalah tonggak penting dalam memperkuat jati diri dan peradaban masyarakat lokal,” tegas Juli Suryadi.

Menariknya, kegiatan napak tilas kali ini juga dihadiri langsung oleh keluarga besar almarhum Guru Ayyub dari Sintang, termasuk cucu beliau, Riki, yang menyampaikan rasa haru dan terima kasih kepada penyelenggara.

“Terima kasih kami kepada Yayasan Silat Pukol Tujoh dan Poksu Mansyur, yang merupakan bagian dari keluarga kami. Tanpa mereka, sejarah dan warisan Datok kami mungkin akan dilupakan,” ucap Riki.

READ  LAMR Kepulauan Meranti Laksanakan Kegiatan Menapak Jejak Warisan Kearifan Lokal Melayu

Ketua Yayasan Silat Pukol Tujoh Kalbar, Daeng Ridwansyah, menegaskan bahwa silat kampung merupakan aset budaya yang harus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda. Ia juga berharap agar napak tilas ini bisa menjadi agenda rutin tahunan.

Senada, Ketua Persatuan Silat Pukol Tujoh Kalbar, Agus Setiadi, S.E., menyampaikan perlunya perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk menata kawasan makam Guru Ayyub dan Guru Umar agar menjadi pusat ziarah budaya.

“Kita perlu pelebaran akses jalan, pembangunan gapura, gelanggang latihan, dan museum kecil di kawasan ini. Sudah saatnya silat Pukol Tujoh didaftarkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia,” ujar Agus, yang juga Ketua Umum Persatuan Olahraga Mempawah (POM).

Menurutnya, silat Pukol Tujoh tidak memiliki panggung kompetisi formal sebagaimana silat modern. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan afirmatif dari pemerintah agar silat kampung tidak tenggelam dalam modernisasi tanpa akar budaya.

Walau sempat diguyur hujan lebat, masyarakat tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Pertunjukan palang pintu dan tarian adat dari POM Kabupaten Mempawah tetap berlangsung meriah, dengan tamu undangan menggunakan payung yang disiapkan panitia.

Ketua Panitia, Rizal, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan berkontribusi. Ia juga mengumumkan rencana berikutnya, yakni Haul Guru Ayyub dalam waktu dekat. “Mohon doa dan dukungan agar rencana kami dimudahkan Allah SWT,” ujarnya.

 

Sumber : Daeng Ridwansyah, Ketua Umum Yayasan Silat Pukol Tujoh Kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DUKUNG SWASEMBADA PANGAN PRESIDEN RI, KAPOLSEK BENGKALIS GENCAR DORONG KELOMPOK TANI BUDIDAYA JAGUNG PIPIL.
LAMR Bengkalis Terima Kunjungan Mahasiswa MKWK Polbeng, Bahas Pelestarian Permainan Rakyat Melayu
Dua Remaja Diduga Spesialis Curanmor di Sorong Diamankan, Polisi Ungkap 18 TKP
Kepala Unit BRI Jalan Mesjid Selatpanjang Belum Tanggapi Konfirmasi Media, Transparansi Prosedur Penagihan dan Penjualan Agunan Jadi Sorotan
Jelang Operasi Patuh Dofior 2026, Polda Papua Barat Daya Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas
Jadwal Kapal Pelni Sorong Bulan Juni 2026, Kacab Jhoni Rachman: Cek Rute dan Beli Tiket Resmi Agar Pelayaran Aman Sampai Tujuan
Crosser Cilik Berprestasi, M Dylan Ramadhan Terima Penghargaan pada Upacara HJB ke-544 Tingkat Kecamatan Cijeruk
Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Bengkalis Monitoring Lahan Jagung di Desa Ketamputih Kec. Bengkalis
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:13 WIB

DUKUNG SWASEMBADA PANGAN PRESIDEN RI, KAPOLSEK BENGKALIS GENCAR DORONG KELOMPOK TANI BUDIDAYA JAGUNG PIPIL.

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:04 WIB

LAMR Bengkalis Terima Kunjungan Mahasiswa MKWK Polbeng, Bahas Pelestarian Permainan Rakyat Melayu

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:53 WIB

Dua Remaja Diduga Spesialis Curanmor di Sorong Diamankan, Polisi Ungkap 18 TKP

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:38 WIB

Kepala Unit BRI Jalan Mesjid Selatpanjang Belum Tanggapi Konfirmasi Media, Transparansi Prosedur Penagihan dan Penjualan Agunan Jadi Sorotan

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:37 WIB

Jelang Operasi Patuh Dofior 2026, Polda Papua Barat Daya Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Berita Terbaru