Surat Edaran Bupati Kuansing Tentang “Zero PETI” Resmi Terbit: Harapan Baru Bagi Lingkungan dan Rakyat Kuansing

- Penulis

Kamis, 31 Juli 2025 - 01:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Kuantan Singingi – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, akhirnya secara resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Bupati tentang larangan kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Surat edaran tersebut bertanggal 29 Juli 2025 dan menjadi tonggak awal langkah konkret Pemkab Kuansing dalam menegakkan supremasi hukum, menyelamatkan lingkungan hidup, serta memperjuangkan kesejahteraan masyarakat melalui solusi ekonomi alternatif.(30/7/2025)

Melalui SE ini, Bupati Kuansing Dr. Suhardiman Amby menegaskan pelarangan terhadap segala bentuk aktivitas PETI di wilayah Kuansing. Selain melarang praktik tambang ilegal, SE tersebut juga memerintahkan seluruh jajaran birokrasi pemerintahan di tingkat kabupaten hingga desa untuk melakukan pengawasan ketat tanpa kompromi. Tidak hanya itu, Pemkab Kuansing juga menyatakan komitmennya untuk mencarikan solusi konkret bagi para pelaku PETI, berupa penyediaan sumber mata pencaharian alternatif (alternative livelihood) yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Langkah ini mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan, termasuk Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kuansing, yang disebut telah memahami dan menyepakati sejumlah gagasan penyelamatan lingkungan, pelestarian sumber daya alam, serta perlindungan Daerah Aliran Sungai (DAS), udara, dan air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu penggagas ide penyelamatan lingkungan hidup di Kuansing, Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, M.Si – seorang akademisi, konsultan ahli di bidang Integrated Natural Resource Management, sekaligus pengamat dan kritikus sosial menyampaikan apresiasinya atas terbitnya SE tersebut. Melalui pesan pribadinya kepada Bupati Kuansing, ia menyatakan dukungan dan doa agar kepemimpinan Bupati Suhardiman sukses dan selalu mendapat perlindungan serta pertolongan dari Allah SWT.

Dr. Apendi, yang juga aktif menulis dan menyuarakan kritik sosial lewat media sosial, sebelumnya telah mengangkat isu pertentangan antara aktivitas PETI dengan potensi wisata budaya Pacu Jalur – warisan budaya Kuansing yang sarat nilai tradisi dan semangat gotong royong. Menurutnya, jika praktik PETI terus dibiarkan, maka selain merusak lingkungan, juga akan mencoreng identitas budaya masyarakat Kuansing.

“Zero PETI bukan hanya soal hukum, tetapi menyangkut masa depan ekologi dan jati diri masyarakat kita,” ungkapnya.

Ia juga menyerukan kepada para jurnalis dan pegiat media sosial di Kuansing, termasuk Bang Yopy dan kawan-kawan, untuk terus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap implementasi kebijakan ini. Namun ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan tetap berbahasa santun dan tidak kasar, karena saat ini Forkopimda Kuansing dinilai sudah menunjukkan kepedulian yang cukup tinggi terhadap isu lingkungan, sebagaimana tercermin dalam SE Bupati dan pernyataan terbuka Kapolres Kuansing Kompol Ricky serta Kapolda Riau.

READ  DPR Kota Sorong Terima Penyerahan Materi Raperda Oleh Pemerintah Kota Sorong

“Sekarang saatnya kita awasi apakah benar mereka akan menjalankan amanat SE ini secara nyata, ataukah hanya akan menjadi slogan dan retorika belaka,” ujar Dr. Apendi.

Lebih lanjut, ia berharap bahwa surat edaran ini benar-benar ditaati oleh seluruh elemen masyarakat, terutama oleh para pelaku PETI, camat, kepala desa, RW, RT, serta aparat penegak hukum (APH) di lapangan. Ia mendoakan agar para pelaku PETI dapat menyadari dampak destruktif dari aktivitas mereka, lalu bertobat secara sungguh-sungguh (taubat nasuha), dan mau beralih ke pekerjaan yang halal serta ramah lingkungan.

“PETI adalah kejahatan terhadap hukum, terhadap lingkungan hidup, dan terhadap sesama manusia. Ini saatnya kita akhiri bersama. Mari kita selamatkan Kuansing dari kehancuran ekologis dan generasi masa depan dari keracunan air, udara, dan tanah,” tegasnya.

Sebagai penutup, Dr. Apendi menyampaikan rasa terima kasih kepada media massa dan para pejuang media sosial di Kuansing yang selama ini telah lantang menyuarakan kejahatan lingkungan akibat PETI. Ia berharap gerakan ini diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai bagian dari perjuangan menegakkan keadilan sosial dan penyelamatan ekosistem demi keberlanjutan hidup bangsa dan negara.

“Save rakyat dan bangsa dari para penjahat lingkungan. Mari kita bangkitkan semangat Nagori Pacu Jalur, satukan langkah dalam tiga tali sapilin, demi Kuansing yang maju dan bermartabat,” pungkasnya.

Narasi ini ditulis dari kediamannya di Gallery and Ecofunopoly, Wangun Atas RT 06 RW 01 Kelurahan Sindangsari, Kota Bogor Timur, Jawa Barat, Rabu, 27 Juli 2025.

Sumber:Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, M.Si(Dosen, Konsultan Ahli Manajemen Sumber Daya Alam Terpadu, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial di Media Sosial)

 

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur
Dukung Program Nasional, Pemkot Sorong Gratiskan BPHTB bagi Warga Berpenghasilan Rendah
Pemkot Sorong Resmi Bebaskan PBG dan BPHTB untuk MBR, Dorong Perumahan Rakyat
Ditegur Menteri PKP, WaliKota Sorong Pastikan BPHTB dan PBG Gratis Mulai Besok, Ancam Copot Pejabat
Kolaborasi Jadi Kunci, Kementerian PKP Percepat Rumah Subsidi di Papua
Wapres Gibran Rakabuming Raka Disambut Tarian Budaya saat Kunjungan Kerja di Sorong
Pemkot Sorong Tinjau Warga Terdampak Gelombang, Siapkan Penanganan dan Pembangunan Tembok Penahan Ombak
DPR Kota Sorong Dan OPD Tinjau Dampak Gelombang Air Pasang Di Pulau Doom, Dorong Penanganan Cepat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 16:24 WIB

Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur

Selasa, 28 April 2026 - 17:24 WIB

Dukung Program Nasional, Pemkot Sorong Gratiskan BPHTB bagi Warga Berpenghasilan Rendah

Selasa, 28 April 2026 - 17:14 WIB

Pemkot Sorong Resmi Bebaskan PBG dan BPHTB untuk MBR, Dorong Perumahan Rakyat

Senin, 27 April 2026 - 17:06 WIB

Ditegur Menteri PKP, WaliKota Sorong Pastikan BPHTB dan PBG Gratis Mulai Besok, Ancam Copot Pejabat

Minggu, 26 April 2026 - 13:58 WIB

Kolaborasi Jadi Kunci, Kementerian PKP Percepat Rumah Subsidi di Papua

Berita Terbaru