Suararakyat.info.Jakarta- Dalam semangat melestarikan warisan budaya Indonesia dan memperkuat jaringan solidaritas antar komunitas perempuan, Sanggar Menari Tari Nusantara (MTN) merayakan ulang tahunnya yang pertama dengan menggelar serangkaian kegiatan budaya dan pemberdayaan selama tujuh hari. Acara ini terselenggara berkat kerja sama erat antara MTN dan Dewan Pimpinan Pusat Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (DPP FABEM), serta dukungan dari berbagai komunitas dan pelaku seni.senin (7/7/2025)
Puncak kegiatan yang berlangsung di Jakarta ini menampilkan sejumlah pertunjukan Tarian Nusantara dari berbagai daerah di Tanah Air. Para penari dengan penuh semangat mempersembahkan gerak dan irama yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia, dipimpin langsung oleh Ketua MTN, Eitha Angel Kojongian. Ia menegaskan bahwa misi utama sanggar ini bukan hanya menyajikan tarian sebagai hiburan, tetapi sebagai sarana untuk menghidupkan kembali semangat budaya sekaligus menjadi wadah pemberdayaan perempuan melalui seni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain pertunjukan tari, kegiatan juga diramaikan dengan lomba lagu yang menampilkan bakat-bakat terbaik dari berbagai kalangan masyarakat. Kreativitas dan kepercayaan diri peserta menjadi pusat perhatian penonton, sekaligus memperlihatkan betapa seni dapat menjadi alat penghubung dan pemberdaya yang efektif di tengah masyarakat.
Ketua Umum DPP FABEM, Zainuddin Arsyad, turut hadir dan menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, acara ini merupakan bukti nyata bahwa pelestarian budaya bisa dijalankan bersamaan dengan penguatan kapasitas komunitas. “Kami percaya bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan budaya, tetapi juga menciptakan ruang aman dan kreatif bagi perempuan untuk berkembang,” ujar Zainuddin.

Lebih dari sekadar pertunjukan, perayaan satu tahun MTN juga disertai dengan berbagai kegiatan edukatif dan promosi karya anak bangsa. Selama sepekan penuh, acara ini diisi dengan seminar bertaraf nasional dan internasional, peragaan busana bernuansa etnik, pameran seni lukis, hingga showcase produk UMKM lokal. Keseluruhan kegiatan ini menjadi ruang interaksi lintas komunitas, yang memadukan seni, wirausaha, dan advokasi sosial dalam satu wadah yang inklusif.
Perjalanan satu tahun MTN membuktikan bahwa pelestarian budaya tidak hanya milik masa lalu, tetapi merupakan aset masa depan yang harus terus dijaga melalui kolaborasi dan inovasi. Perayaan ini pun menjadi momentum penting untuk menguatkan jaringan solidaritas antar komunitas, serta memperluas partisipasi perempuan dalam ranah seni dan kebudayaan.
(Hs FABEM)














