Kades Salawi Jadi Motor Penggerak Pertanian Organik: Upaya Mengembalikan Kesuburan Tanah dan Kesejahteraan Petani

- Penulis

Senin, 7 Juli 2025 - 06:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi– Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian mulai dari kelangkaan pupuk, keterbatasan permodalan, hingga degradasi kesuburan tanah akibat penggunaan bahan kimia sebuah harapan baru muncul dari Desa Salawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Kepala Desa Salawi, H. Zainal Muttaqin, menyatakan kesiapan dirinya untuk menjadi pelopor pertanian organik dengan mencoba sistem pertanian berbasis pupuk organik cair P20 di lahan percobaan seluas 3.000 meter persegi atau sekitar 30 patok sawah.

Komitmen ini disampaikan langsung dalam pertemuan bersama Ketua Umum Petani Milenial Organik, Djunaidi Tanjung, yang hadir memberikan edukasi dan motivasi kepada para petani dan perangkat desa. Dalam pemaparannya, Tanjung menyampaikan filosofi mendalam mengenai hubungan manusia dengan tanah. “Kita berasal dari tanah, makan dari hasil tanah, dan kelak kembali ke tanah. Tapi pernahkah kita meminta maaf pada tanah yang kita injak, yang kita cemari, bahkan kita racuni?” ujar Tanjung dengan penuh penekanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan menggunakan pupuk organik, lanjut Tanjung, para petani tidak hanya berkontribusi menjaga ekosistem, tetapi juga menjalankan nilai-nilai spiritual dan sosial: hablum minallah (hubungan dengan Tuhan), hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia), dan hablum minal alam (hubungan dengan alam). Pupuk cair P20 yang diperkenalkan telah memiliki legalitas produksi dan izin resmi, dan diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan pupuk yang selama ini menghimpit petani.

READ  Pemekaran Desa Petai Patah Disambut Antusias Warga, Dusun Baru Siap Jadi Desa Sinar Buana

Kepala Desa Salawi, H. Zainal Muttaqin, menyambut baik kehadiran Petani Milenial Organik. Ia menegaskan bahwa selama ini para petani di desanya kerap mengeluhkan persoalan pupuk, tenaga kerja, hingga minimnya pendampingan. Oleh karena itu, ia bertekad memulai perubahan dari dirinya sendiri. “Kalau hasilnya bagus, InsyaAllah seluruh masyarakat kami yang memiliki kurang lebih 118 hektare sawah akan mengikuti. Saya ingin memberi contoh bahwa perubahan bisa dimulai dari kepala desa,” tegas Zainal.(7/7/2025)

Kebahagiaan juga dirasakan oleh Ayi, salah satu penggarap sawah yang dipercayakan mengelola lahan percobaan tersebut. Bersama lima anggota timnya, ia merasa sangat terinspirasi dengan penjelasan teknis dan filosofi pertanian yang disampaikan Tanjung. “Selama ini kami bertani seadanya, tapi hari ini kami mendapat ilmu yang luar biasa: mulai dari pengecekan pH tanah, pemuliaan bibit, hingga proses hulu ke hilir pertanian. Ini sangat membangkitkan semangat kami,” ujar Ayi.

Ia berharap seluruh petani di Desa Salawi dan di Indonesia pada umumnya bisa mulai sadar akan pentingnya beralih ke sistem pertanian organik, demi kesehatan tanah, hasil panen, serta masa depan generasi mendatang. “Semoga yang kita tanam bukan hanya padi, tapi juga kesadaran dan harapan baru bagi pertanian Indonesia,” pungkasnya.

 

(Herlan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Tanah Bengkok Desa Munjul: Diduga Dihibahkan Diam-Diam, Kini Jadi Ladang Bisnis di Atas Aset Desa
Relokasi Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Ciengang Mulai Bergerak, 66 Huntap Siap Dibangun
Ephar Sayid Abdullah Terpilih sebagai Kades PAW Sukaraja, Camat: Rangkul Semua Elemen dan Fokus Layani Masyarakat
BUMDes Bukan Sekadar Usaha Desa, Camat Sukaraja Dorong Lahirnya Penggerak Ekonomi Rakyat
Forkopimcam Sukalarang Dan Para Kades Pastikan Program Desa Berjalan Sesuai Mekanisme
Pemdes Langensari Gelar Sosialisasi Dana Desa 2026, Wujudkan Pembangunan Transparan dan Berkeadilan
Semangat Demokrasi Desa Kembali Tumbuh, Warga Dusun II Kedungwaringin Sukses Gelar Pemilihan Anggota BPD Periode Baru
Pengaspalan Jalan Sand Sheet di Kampung Pasir Tengek Jadi Prioritas, Pemdes Langensari Genjot Infrastruktur Desa Tahun 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:33 WIB

Skandal Tanah Bengkok Desa Munjul: Diduga Dihibahkan Diam-Diam, Kini Jadi Ladang Bisnis di Atas Aset Desa

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:02 WIB

Relokasi Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Ciengang Mulai Bergerak, 66 Huntap Siap Dibangun

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:46 WIB

Ephar Sayid Abdullah Terpilih sebagai Kades PAW Sukaraja, Camat: Rangkul Semua Elemen dan Fokus Layani Masyarakat

Senin, 8 Juni 2026 - 04:38 WIB

BUMDes Bukan Sekadar Usaha Desa, Camat Sukaraja Dorong Lahirnya Penggerak Ekonomi Rakyat

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:13 WIB

Forkopimcam Sukalarang Dan Para Kades Pastikan Program Desa Berjalan Sesuai Mekanisme

Berita Terbaru