PGRI Kabupaten Sukabumi Jadi Sorotan Publik dan Perbincangan, Tetkait Jalan- Jalan Ke Bali: Dari Mana Anggaran Tersebut?

- Penulis

Kamis, 3 Juli 2025 - 06:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi-Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sukabumi menjadi sorotan publik setelah diduga menyelenggarakan kegiatan jalan-jalan ke Bali dengan dalih Musyawarah Daerah (MUSDA). Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu dini hari, 25 Juni 2025, ini disebut melibatkan pengurus PGRI tingkat kecamatan masing-masing diwakili oleh ketua dan sekretaris serta didampingi oleh sejumlah pegawai Dinas Pendidikan, termasuk kabid, kasi, dan staf.kamis (3/7/2025)

Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh, kegiatan yang disebut sebagai “MUSDA” tersebut ternyata lebih menyerupai acara *Family Gathering*. Dugaan ini diperkuat oleh beredarnya foto dan video di media sosial, terutama di status WhatsApp salah satu oknum pengurus PGRI yang menampilkan aktivitas wisata bersama keluarga dengan mengenakan seragam bertuliskan “Family Gathering”. Bahkan dalam salah satu dokumentasi, rombongan tampak bersorak dengan yel-yel,“PGRI Kabupaten Sukabumi jalan-jalan”.

Ironisnya, keberangkatan tersebut terjadi di tengah masa kerja dan saat Gubernur Jawa Barat telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 42/PK.03.04/KESRA yang secara tegas melarang kegiatan studi tour atau kunjungan rekreatif oleh satuan pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan WhatsApp pada Minggu (29/6/2025), memberikan keterangan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda PGRI dan dilaksanakan pada hari libur. Ia juga menjelaskan bahwa beberapa pegawai Dinas Pendidikan yang ikut serta adalah pengurus aktif di organisasi PGRI.

Namun, pernyataan tersebut tak serta-merta meredam kritik publik. Ketua DPD Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Sukabumi-Raya, Lutfi Yahya, menyatakan bahwa bila benar kegiatan tersebut hanyalah kegiatan rekreasi yang dibungkus acara seremonial menjelang habis masa bakti, maka hal itu sangat tidak pantas dilakukan di tengah berbagai tekanan yang dihadapi dunia pendidikan.

“Ini jelas mencederai semangat pengabdian. Di saat guru honorer masih memperjuangkan nasib mereka dan masyarakat diminta menghindari kegiatan rekreatif tak produktif, justru organisasi profesi guru seperti PGRI terlihat bersenang-senang,” ujar Lutfi Yahya.

READ  Bau Busuk Pungli di Proyek Dinas PUPR Karawang Semakin Tercium: Bupati Harus Bertindak atau Rakyat yang Akan Menghukum

Lebih lanjut, ia menyoroti kemungkinan adanya *unsur kepentingan tertentu*, seperti pengaruh terhadap pemilihan ketua PGRI periode selanjutnya, mengingat masa jabatan pengurus saat ini hampir berakhir. Ia juga menyinggung potensi pelanggaran disiplin oleh ASN yang ikut serta, karena beberapa pegawai Dinas Pendidikan diduga berangkat saat hari kerja.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pemimpin Redaksi Independen (PPRI) Asep menyatakan bahwa PGRI memiliki fungsi dan tanggung jawab moral yang tinggi sebagai wadah profesional guru. Organisasi ini seharusnya menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan nasib guru, khususnya para Guru Honorer R3 Paruh Waktu yang hingga kini belum mendapatkan kejelasan status.

“Ketika para guru honorer berjuang demi masa depan mereka, PGRI justru bersenang-senang ke Bali. Ini menyakitkan, tidak mencerminkan semangat solidaritas profesi,” ungkap Sekjen PPRI.

Sekjen PPRI juga mempertanyakan sumber dana yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak PGRI terkait asal anggaran untuk keberangkatan ke Bali tersebut.

Saat dikonfirmasi, Ketua PGRI Kabupaten Sukabumi menjawab singkat melalui pesan WhatsApp, “Nanti hari Selasa kita ketemu untuk menjelaskan semuanya.”singkatnya

Menanggapi situasi ini, JWI dan PPRI menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan wewenang dan potensi pelanggaran disiplin ASN. Mereka menyatakan akan melaporkan hal ini ke Gubernur Jawa Barat, PGRI Provinsi, PGRI Pusat, Bupati, dan DPRD Kabupaten Sukabumi. Tidak menutup kemungkinan, laporan juga akan dilayangkan ke *Kejaksaan Tinggi* untuk meminta klarifikasi terkait sumber anggaran kegiatan tersebut.

 

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raih Gelar Doktor Internasional Anda, Program D.S.P.P. Resmi Dibuka di Jakarta!
Revitalisasi SMP Islam Ciherang Sukabumi Senilai Rp1,5 Miliar Disorot, Dugaan Penggunaan Besi Bekas dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan
Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Pemdes Cisarua Gelar Sosialisasi di SDN Nyamplung Nagrak
PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 
Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif
Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026
Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa
Disdik Sukabumi Buka Suara Soal Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM, Tegaskan Akan Lakukan Penelusuran dan Tindak Lanjut Hukum
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 23:37 WIB

Raih Gelar Doktor Internasional Anda, Program D.S.P.P. Resmi Dibuka di Jakarta!

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:09 WIB

Revitalisasi SMP Islam Ciherang Sukabumi Senilai Rp1,5 Miliar Disorot, Dugaan Penggunaan Besi Bekas dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 02:38 WIB

Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Pemdes Cisarua Gelar Sosialisasi di SDN Nyamplung Nagrak

Senin, 13 April 2026 - 03:03 WIB

PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 

Jumat, 10 April 2026 - 06:29 WIB

Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif

Berita Terbaru