Surarakyat.info.Jakarta- Dalam sistem pendidikan khususnya ditingkat perguruan tinggi akreditasi adalah proses evaluasi dan penilaian mutu terhadap kampus.
Diketahui akreditasi menjadi instrumen penting dalam pendidikan tinggi di Indonesia karena menjadi kebijakan nasional yang mencerminkan kualitas penyelenggara pendidikan di perguruan tinggi.
Kemudian untuk mendorong transformasi akreditasi agar lebih dinamis dan adaptif terhadap perkembangan jaman baik inovasi riset, capaian pembelajaran dan penguatan tata kelola.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Prof Sumaryoto bicara akreditasi , secara mendasar hal yang terkait dengan akreditasi adalah pengakuan oleh lembaga tertentu, pemerintah BAN-PT kalau swasta lembaga akreditasi mandiri. Pengakuan tersebut berdasarkan kriteria tertentu yang disebut dengan standar-standar.Terpenuhinya standar sesuai dengan kriteria, baru dikeluarkan akreditasi sesuai dengan grade tertentu.
“Di Indonesia ada dua macam akreditasi baik institusi atau perguruan tinggi dan program study.Kalau institusi sifatnya secara keseluruhan, padahal dengan sekian banyak program study yang karakteristiknya berbeda-beda. Hal seperti inilah yang bisa menimbulkan ‘kerancuan’, rancu dalam penilaian.Makanya yang paling tepat akreditasi adalah program study karena prodi lah yang memiliki kurikulum, dosen dan mahasiswa,” ujar Prof Sumaryoto Rektor Unindra kepada SUARARAKYAT.INFO, di Jakarta, Kamis (26/06/2025).
Lebih jauh Prof Sumaryoto menyebut terkait dengan kualitas output, sebetulnya jika berbicara akreditasi , yang ditekankan adalah prosesnya, yaitu proses pembelajaran akademiknya. Dalam kaitan ini ada dua unsur yang berinteraksi yaitu tenaga pendidik ( dosen ) dan peserta didik ( mahasiswa ) . Penilaian dalam akreditasi mencakup unsur dosen dan mahasiswa dengan berbagai indikatornya. Dari penilaian
indikator-indikator tersebut, nanti semua bermuara pada nilai akreditasi A,B,dan C
“Jadi kalau hasil akreditasi dikaitkan dengan kepercayaan masyarakat, hal ini tidak menjamin.Terbukti ada program study akreditasi A unggul tapi sepi peminat, sebaliknya ada program study nilai akreditasi B tapi banyak peminat.Ada apa? Sehingga Dimata masyarakat akreditasi ada pengaruh tapi bukan satu-satunya.Ada hal lain yang bisa menentukan seperti daya serap dan masa depan karena menjanjikan, ini fenomena yang ada,”terangnya.
Dikatakan Prof Sumaryoto sampai sekarang dunia industri/usaha lebih mengutamakan kompetensi profesi/praktisi bukan lagi akreditasi bagi lulusan sarjana.Akreditasi penting tapi bukan jaminan.
“Jadi sekarang bersaingnya seberapa jauh menguasai kompetensi profesi tertentu untuk terjun dimasyarakat,”tandasnya.
(s handoko)














