Prof Sutan Nasomal: Lulus Sekolah, Lalu Apa? Negara Harus Hadir Atasi Krisis Generasi MudaTanpa Arah

- Penulis

Rabu, 25 Juni 2025 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Krisis pengangguran generasi muda Indonesia kian mengkhawatirkan. Menyusul gelombang kelulusan sekolah menengah tahun 2025, pertanyaan mendasar kembali menggema dari Sabang hingga Merauke: “Lulus sekolah, lalu apa?” Ironisnya, pertanyaan ini bukan sekadar curhat, tapi menggambarkan wajah suram anak-anak bangsa yang dihadapkan pada realitas pahit dunia kerja yang nyaris tak tersedia.

Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH pakar hukum internasional dan ekonom yang juga Presiden Partai Oposisi Merdeka dengan tegas menyatakan bahwa ancaman pengangguran tahun 2025 adalah bom waktu yang telah ia prediksi sejak 2024. Ia menyebutkan bahwa kondisi ini merupakan konsekuensi dari tidak maksimalnya kerja para pembantu Presiden dalam memperbaiki sistem ekonomi nasional.

“Kalau para menteri dan elite kabinet merah putih tidak bekerja ekstra keras, maka jangan heran bila lapangan pekerjaan semakin sulit. Ini bukan ramalan, ini kenyataan yang sudah di depan mata,” ujar Sutan Nasomal dalam wawancara via sambungan telepon di kantornya,(25/6/ 2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diskusi Kelulusan yang Pahit

Fenomena pengangguran yang membengkak semakin terasa usai gelombang kelulusan SMA, SMK, MA, dan SMEA pada Juni 2025. Di berbagai pelosok negeri, anak-anak muda saling bertanya: “Mau kerja di mana?” Pertanyaan ini kini menjadi simbol keputusasaan kolektif atas sistem ekonomi yang gagal menyerap tenaga kerja muda.

Fakta di lapangan menunjukkan betapa buruknya situasi. Banyak perusahaan tutup, proyek infrastruktur lesu, dan pabrik-pabrik besar mulai pindah ke luar negeri. Yang tersisa hanyalah persaingan sengit untuk pekerjaan informal yang itu pun rawan eksploitasi.

“Kalau mau jadi kuli bangunan saja harus menyogok atau siap dipotong gaji. Bagaimana anak-anak muda mau punya masa depan?” tambah Sutan, miris.

Ketimpangan Akses, Alih Fungsi Lahan, dan Gagalnya Janji Politik

Bagi anak muda yang ingin kembali ke desa, alternatif berkebun pun tertutup. Lahan pertanian telah banyak dialihfungsikan. Petani pun terus merugi karena harga panen yang jatuh tanpa perlindungan harga dari negara. Pertanian menjadi pekerjaan yang makin ditinggalkan generasi muda.

READ  Aulia Yasmin, Pengantar Makanan Jadi Sarjana Terbaik UKRI yang Dikukuhkan Prabowo

Sementara itu, keinginan untuk mencari pekerjaan di luar negeri pun terbentur biaya besar. “Harus keluar uang sampai Rp35 juta Rp70 juta hanya untuk jadi buruh di luar negeri. Ini ironi bagi negara yang katanya kaya sumber daya,” tegas Prof. Sutan.

Ia juga menyoroti minimnya jaminan dari pemerintah bahwa lulusan sekolah akan mendapat pekerjaan. Biaya pendidikan tinggi, kata dia, telah menguras kantong rakyat, namun hasilnya nihil. “Anak-anak hanya dijejali teori, tanpa satu pun yang memberi jaminan bahwa setelah lulus, pekerjaan sudah menanti,” kritiknya.

Tak lupa, Sutan Nasomal juga menyentil partai-partai politik dan kader-kadernya yang hanya berjanji saat kampanye namun tak hadir saat rakyat menagih tanggung jawab. “Apa hanya untuk kelompoknya saja mereka bekerja? Rakyat hari ini melihat, dan diamnya rakyat bukan karena bodoh,” sindirnya tajam.

Seruan Mendesak untuk Pemerintah

Dalam kesempatan ini, Prof. Sutan meminta kepada Presiden RI dan seluruh jajaran kabinet agar serius merumuskan langkah strategis membenahi ekonomi. Ia mendorong dibentuknya sistem Manajer RI—satu sistem pengelolaan profesional terhadap BUMN dan sumber daya nasional agar benar-benar menyerap tenaga kerja rakyat sendiri.

“Kalau memang tidak mampu menciptakan lapangan kerja untuk anak bangsa yang sudah lulus sekolah, lebih baik mundur. Jangan terus-menerus menyakiti rakyat lalu tetap minta digaji,” tegas Sutan dengan nada keras.

Baginya, kesabaran rakyat adalah bentuk pengampunan, bukan ketidaktahuan. Namun bila pemerintah terus abai, maka yang terjadi bukan sekadar protes, melainkan ledakan sosial.

Ia pun menutup pernyataannya dengan satu seruan: “Negara wajib hadir, bukan hanya di baliho atau televisi. Tapi hadir nyata untuk anak-anak muda yang hari ini bertanya: Lulus sekolah, mau ke mana?”

 

Narasumber:

Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH

Pakar Hukum Internasional & Ekonom

Presiden Partai Oposisi Merdeka

Pengasuh Ponpes Terpadu Syafiah Ass Saqwa Plus Jakarta

Call Center: 0811-8419-260

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Revitalisasi SMP Islam Ciherang Sukabumi Senilai Rp1,5 Miliar Disorot, Dugaan Penggunaan Besi Bekas dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan
Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Pemdes Cisarua Gelar Sosialisasi di SDN Nyamplung Nagrak
PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 
Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif
Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026
Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa
Disdik Sukabumi Buka Suara Soal Dugaan Manipulasi Data Siswa PKBM, Tegaskan Akan Lakukan Penelusuran dan Tindak Lanjut Hukum
Fakta Baru Skandal Dugaan Pengelolaan Dinasti dan Manipulasi Data Siswa di PKBM Bintang Mandiri Sukabumi Kian Terkuak
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:09 WIB

Revitalisasi SMP Islam Ciherang Sukabumi Senilai Rp1,5 Miliar Disorot, Dugaan Penggunaan Besi Bekas dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 02:38 WIB

Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Pemdes Cisarua Gelar Sosialisasi di SDN Nyamplung Nagrak

Senin, 13 April 2026 - 03:03 WIB

PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 

Jumat, 10 April 2026 - 06:29 WIB

Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif

Kamis, 9 April 2026 - 22:43 WIB

Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026

Berita Terbaru

POLRI

Plt Kabid Humas Polda PBD Hadiri Hut GPI Ke-41

Senin, 25 Mei 2026 - 09:21 WIB