Suararakyat.info.Jakarta— Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan pertemuan penting bersama jajaran pejabat tinggi negara dan pelaku industri dalam rangka mempercepat realisasi investasi strategis di sektor kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Indonesia Todotua Pasaribu. Turut hadir pula Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, para Direksi BUMN, dan perwakilan dari Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), yakni Representative of the Chairman for Resource Affairs, Bapak Li Changdong.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu (14/05), para pihak mendiskusikan langkah konkret tindak lanjut kerja sama antara CATL dan Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk pembangunan pabrik sel baterai di Indonesia. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam membangun ekosistem terintegrasi kendaraan listrik nasional.
Menteri Erick Thohir menekankan pentingnya investasi ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mendorong transisi energi dan memperkuat daya saing industri nasional. “Ini bukan hanya soal investasi, tapi juga transformasi besar dalam industri energi dan otomotif kita. Dengan membangun ekosistem baterai kendaraan listrik, kita menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri hijau global,” ujarnya.
Kerja sama antara CATL salah satu produsen baterai terbesar di dunia dan IBC menjadi landasan penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai pusat produksi dan inovasi kendaraan listrik di Asia Tenggara dan dunia. Selain memberikan nilai tambah bagi komoditas sumber daya alam nasional, proyek ini juga diproyeksikan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kapasitas teknologi dalam negeri.
Pemerintah, melalui sinergi antar kementerian dan BUMN, terus berkomitmen mendorong hilirisasi industri dan penggunaan energi bersih demi masa depan Indonesia yang berkelanjutan.
(*)














