Terduga Pelaku Pembabatan Hutan Mangrove di Meranti Mangkir dari Panggilan Polisi, Penanganan Kasus Masih Mandek

- Penulis

Kamis, 24 April 2025 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

suararakyat.Info : Meranti, Riau – Kasus pembabatan hutan mangrove di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Desa Maini, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan. Penanganan hukum terhadap dugaan pelanggaran lingkungan dan kehutanan tersebut terhambat karena terduga pelaku berinisial T tidak memenuhi panggilan penyidik.

T, terduga pelaku, merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti yang kini menjabat sebagai dosen di sebuah universitas ternama di Batam. Ia juga diketahui memiliki istri yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Kepulauan Meranti.

T dilaporkan melakukan pembabatan hutan mangrove untuk keperluan usaha panglong arang miliknya seluas 1 Hektare. Kegiatan tersebut dilakukan tanpa izin dan tidak memperoleh rekomendasi dari pemerintah desa maupun Kelompok Mangrove Bersatu.

Pembabatan hutan terjadi di kawasan HPT Desa Maini, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga berita ini diturunkan jumat, 25/4/2025, proses hukum masih berjalan namun belum menunjukkan perkembangan sejak pemanggilan pertama oleh pihak kepolisian.

READ  Penandatangan MOU Penyediaan Dan Penguatan Fungsi Mediator Non Hakim Pada PN Jakarta Barat Tahun 2025

Tindakan pembabatan mangrove tersebut diduga melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Kawasan mangrove di Desa Maini diketahui memiliki fungsi vital dalam menjaga ekosistem pesisir dan mencegah abrasi.

Polres Kepulauan Meranti telah memanggil sejumlah saksi, termasuk Kepala Desa Maini Muhammad Syafuan, Ketua Kelompok Mangrove Bersatu Rifai, serta dua saksi lapangan, Asmadi dan Sabar. Namun, T belum hadir dalam pemanggilan pertama dengan alasan kesibukan di kantor notaris miliknya. Hingga kini belum ada kejelasan apakah akan dilakukan pemanggilan ulang atau tindakan hukum lainnya.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan masyarakat dan aktivis lingkungan yang mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas dan adil, tanpa memandang jabatan atau kekuasaan pelaku. Mereka menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan demi kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat setempat,

(Tls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem
173 Jemaah Haji Asal Inhil Tiba di Tanah Air, Disambut Langsung Wakil Bupati Yuliantini di Embarkasi Batam
Pimpinan Media Pewarta se-Nusantara: Kritik Harus Mengedepankan Adab dan Etika
DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas
Dugaan Aliran BBM Puluhan Ribu Liter ke Perusahaan Ebi Mencuat, Warga Minta Transparansi dan Penegakan Hukum Jangan Tutup Mata
Yakub F Ismail : Saat BBM Nonsubsidi Naik di Tengah Rupiah Melemah
Dirjen Imigrasi Tegaskan Reformasi Total, Ajak Jajaran Bangun Kembali Kepercayaan Publik
SENGKARUT MBG: INVESTOR DESAK BGN TEGAKKAN PKS ATAU KEMBALIKAN DANA RP 218 MILIAR
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:32 WIB

Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:54 WIB

173 Jemaah Haji Asal Inhil Tiba di Tanah Air, Disambut Langsung Wakil Bupati Yuliantini di Embarkasi Batam

Senin, 15 Juni 2026 - 23:33 WIB

Pimpinan Media Pewarta se-Nusantara: Kritik Harus Mengedepankan Adab dan Etika

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:58 WIB

DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:36 WIB

Dugaan Aliran BBM Puluhan Ribu Liter ke Perusahaan Ebi Mencuat, Warga Minta Transparansi dan Penegakan Hukum Jangan Tutup Mata

Berita Terbaru