Ketua DPW LGS Jawa Barat Bela Bupati Asep Japar: Keterlibatan Marwan Hamami adalah Simbol Etika dan Kebijaksanaan Politik

- Penulis

Kamis, 24 April 2025 - 03:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi-Ketua Dewan pimpinan Wilayah Lembaga Garuda Sakti (LGS), Jawa Barat Pupung Puryanto, menyampaikan pandangan tegasnya menanggapi berbagai kritik dan sinisme yang beredar di tengah masyarakat maupun di media sosial terkait kepemimpinan Bupati Sukabumi, Asep Japar.

Isu yang paling banyak disorot saat ini adalah kebijakan Bupati Asep yang kerap mengikutsertakan Bupati Sukabumi sebelumnya, Bapak H. Marwan Hamami, dalam berbagai kegiatan pemerintahan, khususnya kegiatan budaya dan sosial kemasyarakatan.

Menurut Pupung, keterlibatan Bapak Marwan Hamami dalam kegiatan-kegiatan tersebut seharusnya tidak dipandang secara negatif, apalagi dijadikan bahan untuk menyerang secara politis. Sebaliknya, Pupung menilai bahwa langkah tersebut justru merupakan bentuk penghormatan kepada tokoh yang telah berjasa dan memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan Kabupaten Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Langkah yang diambil oleh Bupati Asep Japar tidaklah salah. Wajar dan sah-sah saja bila beliau mengajak Bapak Marwan Hamami dalam berbagai kegiatan, terutama yang bersifat budaya dan sosial. Ini mencerminkan nilai luhur dalam tradisi kita untuk menghormati yang lebih tua dan menghargai pengalaman serta ilmu dari pemimpin sebelumnya,” ungkap Pupung saat dihubungi oleh hariansukabumi.com Kamis 24/5/2025

Ia menambahkan bahwa kesinambungan pembangunan daerah tidak hanya berbicara soal teknis kebijakan atau program kerja, namun juga berkaitan erat dengan etika pemerintahan, stabilitas politik, serta harmoni sosial. Menurutnya, Bapak Marwan Hamami adalah sosok yang memiliki pengetahuan mendalam mengenai karakteristik masyarakat Sukabumi serta jaringan yang masih sangat relevan untuk mendukung agenda pembangunan.

“Kalau kita menilai secara objektif, melibatkan tokoh seperti Pak Marwan adalah keputusan yang bijak. Beliau masih sangat dihormati dan memiliki pengaruh positif di tengah masyarakat. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut membuat kebijakan teknis, tetapi juga harus mampu merangkul berbagai elemen masyarakat,” lanjut Pupung.
Pupung juga menegaskan bahwa keterlibatan Bapak Marwan Hamami terbatas hanya pada kegiatan lapangan, khususnya yang bersifat seremonial, budaya, dan sosial. Ia tidak dilibatkan dalam hal teknis pemerintahan seperti perencanaan keuangan daerah maupun kebijakan strategis lainnya.

READ  Klarifikasi PT Cicantayan Pratama: Aktivitas Tambang Pasir Kuarsa Diklaim Sudah Kantongi Izin Lengkap

Oleh karena itu, menurut Pupung, tudingan bahwa Bupati Asep Japar ‘diatur’ oleh pemimpin sebelumnya adalah tuduhan yang tidak berdasar dan cenderung bernuansa politis.
Lebih jauh, Pupung mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dalam narasi kebencian dan sinisme yang dibangun oleh kelompok-kelompok tertentu yang memiliki kepentingan politik sempit. Ia menilai, kritik yang konstruktif tentu dibutuhkan, namun harus dilandasi dengan niat membangun, bukan menjatuhkan.

“Jangan melihat sesuatu hanya dengan rasa benci. Kalau kita terus menerus menilai dari sudut pandang negatif, maka hal yang baik pun bisa terlihat buruk. Saat ini kita membutuhkan suasana politik yang sejuk, narasi publik yang sehat, dan masyarakat yang bijak serta cerdas dalam menilai,” tegas Pupung.

Sebagai lembaga yang aktif dalam memantau jalannya pemerintahan dan mengawal kepentingan publik, LGS berkomitmen untuk terus menjadi mitra kritis yang objektif sekaligus suportif bagi pemerintah daerah, selama setiap langkah yang diambil tetap berpihak kepada rakyat dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat Sukabumi untuk bersatu, saling mendukung, dan fokus pada hal-hal yang esensial.
“Mari kita dukung tujuan utama dari pemerintahan yaitu untuk kesejahteraan masyarakat Sukabumi itu semdiri. ” Tandas Pupung

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan
Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas
Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat
Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan
Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG
Ketua DPD Tani Merdeka Sukabumi Tegaskan MBG Penopang Petani, Serukan Aksi Damai Bermartabat
Tolak Moratorium Dapur MBG, Relawan SPPG Mutiara Pelabuhanratu 1 Desak BGN Tinjau Ulang Kebijakan
Dessy Ratnasari Apresiasi PAUDQU Al-Kahfi Kebonpedes, Tekankan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:32 WIB

Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan

Senin, 29 Juni 2026 - 14:35 WIB

Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:54 WIB

Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:31 WIB

Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:02 WIB

Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG

Berita Terbaru