Suararakyat.info.Pontiana– Komitmen bersama antara pemerintah dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam meningkatkan akses air minum berkualitas di Kalimantan Barat mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PD PERPAMSI) Kalimantan Barat. Kegiatan strategis ini berlangsung pada tanggal 15 hingga 16 April 2025, bertempat di Hotel Golden Tulip, Pontianak, dan menjadi ajang penting konsolidasi antarlembaga penyedia layanan air bersih di wilayah tersebut.
Rakerda dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Bapak Krisantus Kurniawan, S.Ip., M.Si., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mencapai target 100% akses air minum layak dan berkualitas bagi masyarakat Kalbar. Hadir pula dalam kegiatan ini Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Harry Ronaldi Maha Putrawan, SE., MM., serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Barat Bidang Sumber Daya Air, Juanda, ST., MT.
Rakerda PERPAMSI Kalbar 2025 ini memiliki makna tersendiri karena merupakan yang pertama diselenggarakan pada masa pemerintahan Gubernur Drs. H. Ria Norsan, MM., MH., dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan. Para peserta yang hadir berasal dari jajaran direksi PDAM se-Kalimantan Barat, yang merupakan anggota aktif dari PD PERPAMSI Kalbar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fokus pada Regulasi dan Infrastruktur
Agenda utama Rakerda meliputi sejumlah isu krusial dalam sektor penyediaan air minum, di antaranya pembahasan mengenai Surat Izin Pengambilan Air (SIPA), penyelarasan regulasi dengan sistem perizinan berbasis OSS (Online Single Submission), serta peran Dinas PUPR dalam mendukung infrastruktur sumber daya air.
Diskusi yang berlangsung intens ini menyoroti pentingnya kepastian hukum dan kemudahan perizinan bagi PDAM dalam pengelolaan sumber air. Hal ini dipandang sebagai langkah awal dalam memperkuat fondasi kelembagaan yang berkelanjutan dan efisien, agar pelayanan air minum kepada masyarakat dapat dilakukan secara merata dan berkesinambungan.
Selain itu, pengelolaan sumber daya air yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan juga menjadi topik utama. Hal ini mencerminkan urgensi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk yang berdampak pada ketersediaan air bersih.
Kolaborasi untuk Layanan Optimal
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalbar mengapresiasi kerja keras dan peran penting PDAM dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam penyediaan layanan dasar seperti air bersih. Ia juga mendorong peningkatan sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan PDAM, serta menyampaikan harapan agar hasil-hasil dari Rakerda ini dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata.
“Kolaborasi adalah kunci. Pemerintah daerah siap menjadi mitra strategis dalam mendukung PDAM mewujudkan pelayanan air minum yang optimal dan menjangkau seluruh masyarakat, baik di perkotaan maupun di daerah terpencil,” ujarnya.
Menuju 100% Akses Air Minum Berkualitas
Rakerda ini menandai langkah awal yang penting menuju pencapaian target nasional yakni 100% akses air minum layak dan aman. Di Kalimantan Barat, tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur menjadi kendala tersendiri. Oleh karena itu, forum ini diharapkan dapat merumuskan solusi bersama yang aplikatif dan berkelanjutan.
Melalui pertemuan ini, para pemangku kepentingan mempertegas kembali komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan PDAM, memperkuat kelembagaan, serta membangun sistem penyediaan air yang efisien, inklusif, dan tahan terhadap tantangan masa depan.
Rakerda PERPAMSI Kalbar 2025 menjadi bukti nyata bahwa transformasi sektor air minum tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan keselarasan kebijakan, investasi infrastruktur, dan dukungan lintas sektor untuk mewujudkan impian besar: seluruh masyarakat Kalbar memiliki akses terhadap air minum yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
(Tim Red)














