SUARARAKYAT || JAKARTA – Peringatan Hari Kelautan Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga kelestarian laut sebagai sumber kehidupan, penggerak ekonomi, sekaligus penyangga keseimbangan lingkungan. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki kekayaan laut yang melimpah dan menjadi tumpuan hidup bagi jutaan masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan pesisir.
Laut tidak hanya menyediakan sumber pangan melalui sektor perikanan dan hasil laut lainnya, tetapi juga menjadi penopang mata pencaharian nelayan, pelaku usaha kelautan, hingga masyarakat desa yang menggantungkan hidupnya pada potensi sumber daya pesisir. Di sisi lain, keberadaan ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu karang memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan alam, melindungi garis pantai dari abrasi, serta menjadi habitat berbagai biota laut.Kamis (3/7/2026)
Namun, berbagai ancaman seperti pencemaran sampah plastik, limbah domestik, eksploitasi sumber daya yang tidak berkelanjutan, serta dampak perubahan iklim masih menjadi tantangan besar bagi kelestarian laut Indonesia. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pihak agar kekayaan bahari Indonesia tetap terjaga untuk generasi mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam momentum Hari Kelautan Nasional 2026, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan laut melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak besar, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tidak membuang sampah ke sungai dan laut, serta mendukung upaya pelestarian mangrove, padang lamun, dan terumbu karang.
“Laut bukan sekadar hamparan air yang memisahkan pulau-pulau di Indonesia. Laut adalah sumber kehidupan, sumber pangan, ruang ekonomi, sekaligus warisan yang harus dijaga bersama. Menjaga laut berarti menjaga masa depan desa-desa pesisir, menjaga ketahanan pangan nasional, dan menjaga keberlanjutan pembangunan Indonesia,” demikian pesan yang disampaikan Kemendes PDT dalam peringatan Hari Kelautan Nasional 2026.
Kemendes PDT menegaskan bahwa pembangunan desa harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Desa-desa pesisir memiliki potensi besar di sektor perikanan, wisata bahari, budidaya laut, hingga ekonomi kreatif berbasis sumber daya kelautan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
“Keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga kelestarian sumber daya alam. Laut yang sehat akan melahirkan desa pesisir yang tangguh, masyarakat yang sejahtera, serta ekonomi biru yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi bangsa,” lanjut pernyataan tersebut.
Kemendes PDT juga mengajak pemerintah desa, kelompok nelayan, generasi muda, komunitas lingkungan, akademisi, dunia usaha, dan seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat budaya menjaga laut melalui aksi nyata, mulai dari kegiatan bersih pantai, rehabilitasi mangrove, edukasi lingkungan, hingga pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Menurut Kemendes PDT, keberhasilan menjaga ekosistem laut membutuhkan sinergi lintas sektor. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, karena keberlanjutan laut merupakan tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa.
Melalui peringatan Hari Kelautan Nasional 2026, diharapkan lahir kesadaran kolektif bahwa laut bukan hanya kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan, tetapi juga amanah yang harus dilestarikan. Dengan laut yang bersih, sehat, dan produktif, Indonesia akan memiliki desa-desa pesisir yang semakin maju, ketahanan pangan yang kuat, perekonomian masyarakat yang tumbuh, serta pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Selamat Hari Kelautan Nasional 2026. Mari bersama menjaga laut, membangun desa, dan mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, serta berkelanjutan.
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














