Bank Indonesia Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Lewat Torang Muamala 2026 Di Papua Barat Daya

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Sorong Papua Barat Daya – Bank Indonesia terus memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui puncak kegiatan Torang Muamala 2026, yang menjadi rangkaian Road to Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI), Kamis (2/7/2026).

Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Papua Barat, Setian, mengatakan Torang Muamala 2026 merupakan penyelenggaraan tahun ketiga yang menjadi bagian dari rangkaian menuju FESyar KTI, sebelum pelaksanaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di tingkat nasional.

“Papua Barat dan Papua Barat Daya menjadi bagian dari FESyar Kawasan Timur Indonesia yang tahun ini akan digelar di Lombok. Melalui Torang Muamala, kami ingin memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di tingkat daerah sebagai fondasi menuju penguatan ekonomi syariah nasional,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Setian, pengembangan ekonomi syariah tidak hanya membutuhkan regulasi dan sistem yang kuat, tetapi juga partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan. Ia mengibaratkan pembangunan ekosistem ekonomi syariah seperti sebuah gerbong kereta api.

“Bank Indonesia dapat membangun sistem dan infrastruktur yang baik, namun tanpa pelaku usaha, pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat sebagai penumpang, gerbong tersebut tidak akan berjalan optimal. Karena itu, sinergi menjadi kunci agar ekonomi syariah terus berkembang,” jelasnya.

Ia menambahkan, ekonomi syariah diharapkan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Papua Barat Daya melalui pengembangan berbagai sektor strategis, seperti UMKM halal, industri makanan dan minuman, modest fashion, pariwisata halal, hingga penguatan akses pembiayaan melalui perbankan syariah.

Selain itu, Bank Indonesia juga terus mendorong pemberdayaan pondok pesantren sebagai pelaku ekonomi produktif, pengembangan wakaf produktif, serta memperluas akses pembiayaan syariah guna menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sepanjang 2026, Bank Indonesia telah menjalankan berbagai program penguatan kapasitas pelaku usaha syariah, di antaranya peningkatan jumlah sertifikasi halal bagi UMKM, pelatihan sertifikasi juru sembelih halal, serta berbagai program peningkatan produktivitas pelaku ekonomi syariah.

READ  GOWI Layangkan Surat Resmi ke Kecamatan Munjul, Soroti Dugaan Pelanggaran Dapur MBG Yayasan Banten Alam Makmur

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya, Yakop Karet, yang membacakan sambutan Gubernur Papua Barat Daya, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, kata Yakop, terus memberikan dukungan terhadap pengembangan UMKM halal melalui penguatan sertifikasi halal, perluasan akses pembiayaan syariah, peningkatan inovasi produk, serta membangun kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat.

“Kami berharap rantai nilai halal di Papua Barat Daya dapat berkembang secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga pemasaran, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah,” katanya.

Yakop menjelaskan, ekonomi syariah memiliki peran strategis dalam menciptakan sistem ekonomi yang adil, transparan, beretika, serta bebas dari praktik yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Pengembangannya juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata, memberdayakan UMKM, mengurangi kesenjangan sosial, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurutnya, sistem keuangan syariah juga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan melalui skema pembiayaan berbasis bagi hasil yang lebih inklusif dan produktif.

“Ekonomi syariah telah menjadi salah satu pilar penting pembangunan ekonomi nasional karena mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang produktif, berkeadilan, dan berkelanjutan sesuai prinsip-prinsip syariah,” tutup Yakop.

Melalui penyelenggaraan Torang Muamala 2026, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang mampu meningkatkan daya saing UMKM, memperluas akses pembiayaan, serta menghadirkan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Papua Barat Daya.

Penulis : Leonardo Alfredo Kara

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Suara Rakyat Info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PMII Pekanbaru Gelar Doa Bersama di Depan Polda Riau, Desak Aparat Tuntaskan Kasus Dugaan Pengeroyokan Kader
Pimred AMBARITA NEWS Tegaskan Independensi Redaksi, Bantah Tuduhan Terima Imbalan Takedown Berita dan Siapkan Langkah Hukum
TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan Terus Bergerak, Rehab MCK Capai 60 Persen Demi Tingkatkan Kesehatan Masyarakat
Progres TMMD Ke-129 Terus Melaju, Pembangunan Rumah Type 36 di Kampung Sesor Capai 30 Persen
Turun Langsung ke Lapangan, Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorsel Kobarkan Semangat Gotong Royong Warga
Danny Ramdhani Apresiasi Penghentian Dugaan Pungutan Wakaf kepada ASN, Tegaskan Infak dan Sedekah Harus Sukarela
Puluhan Tahun Menanti Kepastian Hukum, Ratusan Warga Cirendeu Mengadu ke ATR/BPN Tangsel, Harapkan Terbitnya Sertifikat Hak Milik
Diterbitkannya SK Penyempurnaan PB. MI 2026-2030, Dr. Fachrul Razi Tegaskan Legalitas di Bawah Kepemimpinan AA Lanyalla Mahmud Mattalitti dan Fokus Prestasi Dunia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:24 WIB

PMII Pekanbaru Gelar Doa Bersama di Depan Polda Riau, Desak Aparat Tuntaskan Kasus Dugaan Pengeroyokan Kader

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:14 WIB

Pimred AMBARITA NEWS Tegaskan Independensi Redaksi, Bantah Tuduhan Terima Imbalan Takedown Berita dan Siapkan Langkah Hukum

Minggu, 19 Juli 2026 - 04:28 WIB

TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan Terus Bergerak, Rehab MCK Capai 60 Persen Demi Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 04:26 WIB

Progres TMMD Ke-129 Terus Melaju, Pembangunan Rumah Type 36 di Kampung Sesor Capai 30 Persen

Minggu, 19 Juli 2026 - 04:23 WIB

Turun Langsung ke Lapangan, Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorsel Kobarkan Semangat Gotong Royong Warga

Berita Terbaru