SUARARAKYAT.info || SUKABUMI — Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Gerindra, Galuh Naufal Munawar, menyoroti meningkatnya angka pengangguran yang dinilai semakin memerlukan perhatian serius, khususnya menjelang gelombang kelulusan siswa SMA dan SMK tahun ini.
Menurut Galuh, persoalan pengangguran tidak hanya berkaitan dengan minimnya lapangan pekerjaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan sosial apabila tidak diantisipasi secara terukur dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikannya saat pelaksanaan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di kawasan Gedung Kings, Jalan Arif Rahman Hakim, Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Rabu (27/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum tersebut, Galuh menekankan pentingnya keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal di tengah berkembangnya sektor industri dan usaha di Kota Sukabumi. Ia menilai, masyarakat lokal perlu memperoleh ruang dan kesempatan yang adil untuk tumbuh serta berdaya saing di daerahnya sendiri.
“Penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas bersama. Jangan sampai masyarakat Kota Sukabumi justru tertinggal di wilayahnya sendiri,” ujar Galuh.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap perusahaan terkait pemenuhan kuota tenaga kerja lokal perlu diperkuat melalui sinergi antara legislatif dan dinas terkait, sehingga kebijakan yang ada dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Angka pengangguran terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, terlebih saat ini memasuki musim kelulusan SMA dan SMK. Karena itu, diperlukan pemantauan data secara berkala sekaligus perluasan akses lapangan kerja bagi masyarakat,” katanya.
Selain mendorong sektor formal, Galuh juga menilai penguatan sektor kewirausahaan menjadi langkah strategis dalam menekan angka pengangguran, terutama di kalangan generasi muda. Menurutnya, anak muda perlu didorong agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja melalui peningkatan keterampilan digital, manajerial, dan kreativitas usaha.
Ia pun mengajak generasi muda untuk memanfaatkan program pemberdayaan UMKM sebagai sarana membangun kemandirian ekonomi sekaligus menciptakan peluang kerja baru di lingkungan sekitar.
“Terkait kendala permodalan yang kerap dihadapi pelaku usaha muda, kami siap hadir untuk membantu dan mendampingi agar usaha mereka dapat berkembang secara berkelanjutan,” ucapnya.
Galuh bahkan menyatakan kesiapannya memberikan bantuan modal usaha secara pribadi bagi pelaku UMKM muda yang dinilai memiliki potensi dan kesungguhan dalam mengembangkan usahanya.
“Pemberdayaan UMKM generasi muda akan terus kami dorong. Kami ingin anak-anak muda memiliki keberanian untuk memulai usaha, mandiri secara ekonomi, dan mampu membuka peluang kerja bagi orang lain,” tutur Galuh.
Sebagai tindak lanjut dari hasil reses tersebut, Galuh dijadwalkan akan memfasilitasi audiensi bersama sejumlah dinas terkait guna mendorong berbagai aspirasi masyarakat agar dapat masuk ke dalam program kerja pemerintah daerah dan direalisasikan secara konkret.
Melalui langkah tersebut, diharapkan upaya penanganan pengangguran di Kota Sukabumi tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mampu melahirkan ekosistem kerja dan kewirausahaan yang lebih inklusif bagi generasi muda.
Penulis : Prim RK
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














