Penutupan Pesantren Kilat Ramadhan di Cidarangdan, Tanamkan Nilai Keimanan dan Akhlak bagi Generasi Muda

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || Garut – Kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan yang digelar di Masjid Miftahul Palah, Kampung Cidarangdan, Desa Neglasari, resmi ditutup pada Rabu (11/03/2026). Program pembinaan keagamaan yang berlangsung selama 20 hari penuh tersebut menjadi wadah pembelajaran spiritual bagi para siswa-siswi dan santri di lingkungan Cidarangdan untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci Ramadhan.

Selama hampir tiga pekan pelaksanaan, berbagai kegiatan religius dilaksanakan secara intensif, mulai dari tadarus Al-Qur’an, pembelajaran fiqih dasar, kajian akhlak, hingga pembiasaan ibadah berjamaah. Pesantren kilat ini juga menjadi momentum penting bagi para peserta didik untuk memperkuat karakter, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Paguyuban Warga Cidarangdan, Edi Kusnadi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan kegiatan pesantren kilat tersebut. Ia menilai semangat para guru, ustadz, serta para siswa dalam mengikuti rangkaian kegiatan ibadah selama Ramadhan menunjukkan antusiasme yang luar biasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kegiatan tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap hari selama pesantren kilat berlangsung telah menghadirkan nuansa spiritual yang sangat kuat di lingkungan Masjid Miftahul Palah.

“Pelaksanaan tadarus oleh guru dan para siswa telah membawa suasana keberkahan tersendiri di lingkungan masjid ini. Kami melihat semangat ibadah yang begitu tinggi serta penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Ini menjadi bukti nyata bahwa kegiatan pesantren kilat mampu menumbuhkan semangat belajar sekaligus memperkuat keimanan warga, khususnya generasi muda di Cidarangdan,” ungkap Edi Kusnadi dengan penuh kebanggaan.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan pesantren kilat Ramadhan merupakan sarana yang sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda agar lebih dekat dengan nilai-nilai agama.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pesantren kilat ini karena memberikan ruang bagi para santri dan peserta didik untuk lebih mendalami ajaran agama, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta membangun kebiasaan ibadah yang baik. Semua aktivitas yang dilakukan di bulan Ramadhan bernilai ibadah, sehingga menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berbuat kebaikan,” tambahnya.

Acara penutupan pesantren kilat tersebut berlangsung khidmat pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan dihadiri oleh para santri, tokoh masyarakat, pengurus paguyuban, para ustadz, serta warga sekitar yang turut menyaksikan momen penutupan kegiatan keagamaan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Paguyuban Warga Cidarangdan yang juga bertindak sebagai penceramah menyampaikan tausyiah dengan tema “Bulan Mubarak, Bulan Berkah, dan Makna Penting Ramadhan dalam Kehidupan Umat Muslim.”

READ  Ini Resep Sayur Ketupat Lebaran, Makanan Utama Saat Idul Fitri

Dalam tausyiahnya, Edi Kusnadi menjelaskan bahwa bulan Ramadhan bukan hanya sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan bulan yang sarat dengan keberkahan, ampunan, serta peluang besar bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri.

Ia menekankan bahwa Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta menumbuhkan keikhlasan dalam menjalankan setiap perintah Allah SWT.

“Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan. Bukan hanya tentang puasa, tetapi juga tentang bagaimana kita memperbanyak amal kebaikan, memperbaiki akhlak, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan hati yang tulus dan penuh keikhlasan,” ujarnya dalam tausyiah tersebut.

Lebih lanjut, ia juga mengajak para peserta didik dan seluruh jamaah yang hadir untuk memaknai Ramadhan sebagai momentum perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik. Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang dipelajari selama pesantren kilat harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Bulan suci ini adalah kesempatan untuk membersihkan hati, memperbaiki perilaku, serta memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT. Ilmu yang diperoleh selama pesantren kilat hendaknya tidak berhenti setelah kegiatan ini selesai, tetapi terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Suasana haru dan kebersamaan terasa begitu kuat saat acara memasuki sesi penutup. Para santri dan peserta didik tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhir acara.

Penutupan kegiatan pesantren kilat kemudian diakhiri dengan pembacaan dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Rifki. Dalam doa tersebut, seluruh jamaah memohon agar segala amal ibadah yang telah dilakukan selama bulan suci Ramadhan diterima oleh Allah SWT serta menjadi bekal kebaikan bagi kehidupan mereka ke depan.

Kegiatan pesantren kilat Ramadhan di Masjid Miftahul Palah Kampung Cidarangdan ini diharapkan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta didik serta menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki keimanan yang kuat.

Semangat belajar dan beribadah yang telah ditanamkan selama 20 hari pelaksanaan pesantren kilat tersebut diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi pedoman bagi para santri dalam menjalani kehidupan yang lebih baik, religius, serta penuh keberkahan di masa yang akan datang.

Penulis : Yogi Setiawan

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lepas JCH Kloter 26 SBB, Bupati Asri Arman: Semoga Menjadi Haji yang Mabrur 
Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga
Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga
Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Bersama Warga Tetap Tunaikan Sholat Jum’at
Koarmada III Gelar Kauseri Agama, Perkuat Mental dan Spiritualitas Prajurit
AL Washliyah Memanas , Warga dan Kader Ingin Perubahan
Santri Didorong Kuasai STEM, Nusron Wahid: Dari Pesantren Menuju Pengambil Kebijakan Negara
Wacana “War Ticket” Haji Picu Perdebatan, SAPUHI Minta Pemerintah Kaji Matang Solusi Antrian 26 Tahun
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:12 WIB

Lepas JCH Kloter 26 SBB, Bupati Asri Arman: Semoga Menjadi Haji yang Mabrur 

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:50 WIB

Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:10 WIB

Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:29 WIB

Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Bersama Warga Tetap Tunaikan Sholat Jum’at

Kamis, 30 April 2026 - 09:33 WIB

Koarmada III Gelar Kauseri Agama, Perkuat Mental dan Spiritualitas Prajurit

Berita Terbaru