Antusias Tutup Bank Emok di Cianjur Semakin Rame, Warga Balegede Desak Pemprov Jabar dan APH Bertindak Tegas

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || CIANJUR – Gelombang penolakan terhadap praktik yang dikenal masyarakat sebagai “bank emok” mencuat di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur. Selain banyak warga yang mengaku menjadi korban, tak sedikit pula masyarakat yang menunjukkan antusiasme mendukung langkah penertiban terhadap lembaga pinjaman tersebut.

Kepala Desa Balegede, H Asep Asfar, menegaskan bahwa keberadaan “bank emok” di wilayahnya tidak memiliki izin resmi alias ilegal. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Rabu (4/3/2026).

“Keberadaan bank emok di wilayah kami tidak ada izin. Selain tidak berizin, praktiknya juga sangat meresahkan masyarakat,” ujarnya singkat namun tegas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Istilah “bank emok” sendiri merujuk pada praktik pinjaman uang berbunga tinggi yang umumnya menyasar ibu-ibu rumah tangga dengan sistem tanggung renteng dan penagihan langsung ke rumah-rumah warga. Dalam praktiknya, skema ini kerap menimbulkan persoalan sosial, mulai dari beban bunga yang mencekik hingga tekanan psikologis akibat cara penagihan.

Sejumlah warga Balegede mengaku resah dengan aktivitas tersebut. Mereka berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) untuk menertibkan praktik yang dinilai merugikan masyarakat kecil.

“Kami berharap dinas terkait turun tangan, begitu juga aparat penegak hukum. Jangan sampai warga terus menjadi korban,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga juga menyampaikan harapan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, agar memberikan perhatian serius terhadap maraknya praktik pinjaman ilegal di wilayah pedesaan, termasuk di Kecamatan Naringgul.

READ  Wisata Jayanti Dikeluhkan Pengunjung: Tarif Parkir Tinggi, Lahan Pemda Diduga Disalahgunakan

Menurut warga, fenomena ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi sudah menyentuh aspek sosial dan ketahanan keluarga. Banyak keluarga kecil terjebak dalam lingkaran utang karena tergiur proses pencairan dana yang cepat tanpa agunan, namun tidak memahami risiko bunga dan denda yang menyertainya.

Pemerintah desa, lanjut Asfar, pada prinsipnya mendukung upaya perlindungan masyarakat dari praktik-praktik keuangan ilegal. Ia juga mengimbau warga agar lebih berhati-hati dan tidak mudah tergiur tawaran pinjaman instan tanpa kejelasan legalitas.

Masyarakat berharap ada sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dinas koperasi dan UMKM, serta aparat kepolisian untuk melakukan sosialisasi sekaligus penindakan jika ditemukan pelanggaran hukum. Edukasi literasi keuangan dinilai penting agar warga memiliki alternatif pembiayaan yang lebih aman, seperti melalui koperasi resmi atau lembaga keuangan yang terdaftar dan diawasi otoritas berwenang.

Kasus di Balegede ini menjadi cerminan persoalan yang lebih luas di sejumlah daerah, di mana kebutuhan ekonomi masyarakat kerap dimanfaatkan oleh oknum yang menjalankan usaha pinjaman tanpa izin. Warga kini menunggu langkah nyata dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memastikan praktik serupa tidak lagi merugikan masyarakat kecil.

Penulis : AK

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apoy Apresiasi Kehadiran Iman Adinugraha, Berharap Aspirasi Petani Sukabumi Diperjuangkan di Tingkat Pusat
Kepala SMPN 1 Bengkalis Resmi Buka Projek MKWK Polbeng, Permainan Rakyat Melayu Jadi Sarana Penguatan Karakter
Diduga Langgar Hak Pekerja, Praktik Ketenagakerjaan PT DKS di Meranti Perlu Dievaluasi
Abrasi Sungai Terjang Kuala Enok, Belasan Bangunan Rusak dan Fasilitas Umum Ambruk, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
Wabup Yuliantini Buka Ngobrol Pintar Bersama Dewan Pendidikan, Perkuat Sinergi Majukan Pendidikan Inhil
Ekspose Percepatan Pembangunan dan Manajemen Talenta ASN, Bupati Inhil Dorong Pengembangan Karier Berbasis Kompetensi
Pelamar Kerja Laporkan Dugaan Ketidaktransparanan Rekrutmen PT Bina Mitra Artha ke Dinas Tenaga Kerja Meranti
DPC ASWIN Meranti dan Prokopim Perkuat Sinergi Melalui Konsolidasi dan Silaturahmi Jurnalistik
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:52 WIB

Apoy Apresiasi Kehadiran Iman Adinugraha, Berharap Aspirasi Petani Sukabumi Diperjuangkan di Tingkat Pusat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:28 WIB

Kepala SMPN 1 Bengkalis Resmi Buka Projek MKWK Polbeng, Permainan Rakyat Melayu Jadi Sarana Penguatan Karakter

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:20 WIB

Diduga Langgar Hak Pekerja, Praktik Ketenagakerjaan PT DKS di Meranti Perlu Dievaluasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:29 WIB

Abrasi Sungai Terjang Kuala Enok, Belasan Bangunan Rusak dan Fasilitas Umum Ambruk, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:22 WIB

Wabup Yuliantini Buka Ngobrol Pintar Bersama Dewan Pendidikan, Perkuat Sinergi Majukan Pendidikan Inhil

Berita Terbaru