SUARARAKYAT.info || MALUKU – Upaya menggali dan mengoptimalkan potensi kelautan di wilayah Maluku terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Komando Daerah TNI Angkatan Laut IX (Kodaeral IX) menerima kunjungan Tim Survey dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) wilayah Sorong Maluku bersama Tim Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Rabu (18/2/2026).
Kunjungan yang berlangsung di Lobby Markas Komando (Mako) Kodaeral IX, Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, tersebut disambut langsung oleh Wakil Komandan Kodaeral IX, Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi, mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. Penyambutan dilakukan secara resmi dan penuh keakraban sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga serta mengelola kekayaan laut Maluku.
Dalam kesempatan tersebut, Wadan Kodaeral IX didampingi sejumlah pejabat utama, antara lain Aslog Dankodaeral IX, Aster Dankodaeral IX, Kadister Kodaeral IX, Kadisharkan Kodaeral IX, Koorsmin, dan Kafasharkan Kodaeral IX. Sementara dari pihak KKP hadir Melia Widya Pratiwi (Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama), Moch. Agus Riandyka (Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama), Tutty Zaina L. Kelanohon (Penata Layanan Operasional), serta anggota tim survey lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergitas antara TNI Angkatan Laut, khususnya Kodaeral IX, dengan instansi pemerintah di bidang kelautan dan perikanan. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan wilayah perairan Maluku yang memiliki potensi strategis dan ekonomi tinggi.
Dalam keterangannya, Wakil Komandan Kodaeral IX menegaskan bahwa kunjungan tim survey KKP merupakan momentum penting untuk membangun koordinasi dan kolaborasi lintas sektor secara lebih konkret.
“Kami menyambut baik kegiatan survey ini sebagai wujud sinergi antara TNI AL dan instansi terkait dalam menjaga serta mengelola potensi kelautan secara optimal. Melalui kerja sama yang solid, diharapkan pengawasan dan pemanfaatan sumber daya laut dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Maluku dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan laut yang melimpah, baik dari sektor perikanan tangkap, budidaya, maupun potensi ekosistem pesisir dan laut seperti terumbu karang dan mangrove. Namun, besarnya potensi tersebut juga memerlukan pengawasan ketat guna mencegah praktik ilegal seperti penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing), perusakan lingkungan laut, hingga eksploitasi sumber daya yang tidak terkendali.
Melalui kegiatan survey ini, tim dari KKP bersama jajaran Kodaeral IX diharapkan dapat memetakan kondisi aktual di lapangan, mengidentifikasi potensi dan tantangan, serta merumuskan langkah strategis dalam pengelolaan wilayah perairan Maluku secara terpadu. Pendekatan kolaboratif ini menjadi kunci dalam memastikan bahwa pemanfaatan sumber daya laut tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
Lebih lanjut disampaikan bahwa hasil dari survey tersebut nantinya diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap optimalisasi pengelolaan potensi maritim di Maluku. Sinergi yang terbangun antara TNI AL dan KKP diyakini akan memperkuat sistem pengawasan, mempercepat pertukaran informasi, serta meningkatkan respons terhadap berbagai dinamika di wilayah perairan.
Dengan kolaborasi yang semakin solid, pengelolaan sumber daya laut Maluku diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi stabilitas keamanan maritim, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan di Maluku secara berkelanjutan.
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














