SUARARAKYAT.info|| SEMARANG— Momentum Hari Kasih Sayang dimaknai secara berbeda dan penuh kedalaman rohani oleh Ketua Umum FERADI WPI, Advokat Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.MD., C.PFW., C.MDF., C.JKJ. Bertempat di Hotel Horison Nindya Semarang, Kota Semarang, ia menyampaikan refleksi iman yang menegaskan bahwa kasih sejati bukan sekadar simbol perayaan tahunan, melainkan fondasi kehidupan yang bersumber dari Tuhan.
Dalam perenungan yang khidmat, Donny Andretti mengutip firman Tuhan dari Kitab Yesaya 49:15–16. Ayat tersebut menggambarkan kasih seorang ibu kepada anaknya sebagai salah satu bentuk kasih paling kuat yang dikenal manusia. Namun, firman Tuhan menegaskan bahwa kasih Ilahi jauh melampaui kasih insani. “Sekalipun seorang ibu dapat melupakan bayinya, Aku tidak akan melupakan engkau,” demikian pesan ilahi yang menjadi pusat refleksi.
Menurutnya, ayat ini bukan sekadar ungkapan puitis, melainkan deklarasi teologis tentang kesetiaan Tuhan yang tidak tergoyahkan oleh keadaan, kelemahan, maupun keterbatasan manusia. Gambaran bahwa Tuhan “melukiskan” umat-Nya di telapak tangan-Nya menjadi simbol kasih yang personal, intim, dan kekal. Sebuah kasih yang tidak terhapus waktu, tidak terkikis jarak, dan tidak sirna oleh pengkhianatan ataupun kegagalan manusia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Valentine bukan hanya tentang bunga dan cokelat. Kasih yang sejati adalah kasih yang tetap tinggal ketika euforia perayaan usai. Kasih yang menguatkan, mengampuni, dan memulihkan,” ungkapnya dalam suasana reflektif. (14/2/2026)
Lebih jauh, ia menekankan bahwa di tengah dunia yang sering kali menghadirkan rasa kesepian, penolakan, bahkan pengkhianatan, firman Tuhan menjadi kabar pengharapan. Ketika seseorang merasa tidak diperhatikan, dilupakan, atau kehilangan arti, Tuhan justru menyatakan bahwa setiap pribadi berharga dan selalu berada dalam perhatian-Nya. Tembok-tembok kehidupan manusia—segala pergumulan, air mata, dan perjuangan—tidak pernah luput dari pandangan-Nya.
Refleksi ini juga menjadi pengingat bahwa kasih bukan sekadar emosi, melainkan tindakan nyata. Kasih hadir dalam kepedulian terhadap sesama, dalam keberanian membela kebenaran, serta dalam kesediaan memberi tanpa pamrih. Sebagai advokat dan pemimpin organisasi, Donny Andretti menegaskan bahwa nilai kasih harus terwujud dalam integritas, keadilan, dan pelayanan yang tulus kepada masyarakat.
Momentum Hari Kasih Sayang, menurutnya, seharusnya mendorong setiap orang untuk menghadirkan kasih dalam lingkup keluarga, pekerjaan, hingga kehidupan sosial. Bukan kasih yang bersifat sesaat, melainkan kasih yang konsisten dan berakar pada iman.
Menutup refleksinya, Ketua Umum FERADI WPI itu menyampaikan ucapan Selamat Hari Kasih Sayang kepada seluruh masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan kasih sebagai gaya hidup, bukan sekadar seremoni tahunan.
“Kiranya damai dan kasih Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan kita,” tuturnya.
Di tengah gemerlap perayaan Valentine, pesan yang disampaikan menjadi pengingat mendalam bahwa kasih Tuhan adalah fondasi yang tidak pernah runtuh—kasih yang memelihara, menjaga, dan setia untuk selama-lamanya.
Selamat Hari Kasih Sayang. Tuhan Yesus memberkati.
Penulis : Sukindar
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














