Sukaraja Dorong Kampung Blok Pari Jadi Destinasi Eduwisata Pertanian Unggulan Sukabumi

- Penulis

Jumat, 6 Februari 2026 - 00:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Sukabumi – Pemerintah Kecamatan Sukaraja bersama Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menggelar rapat kerja lintas sektor guna menindaklanjuti usulan pengembangan program edukasi wisata pertanian (agrowisata) di Kampung Blok Pari, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Senin (2/2/2026).

Rapat kerja tersebut dilaksanakan langsung di lokasi Kampung Blok Pari sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam melihat potensi wilayah yang dinilai memiliki keunggulan geografis dan panorama alam yang masih asri. Kegiatan ini turut melibatkan Komisi I dan Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam Sukaraja, pemerintah desa, pemilik lahan, gapoktan, serta tokoh masyarakat setempat.

Camat Sukaraja, Arid Ahmad Ridwan, mengatakan bahwa Kampung Blok Pari memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis pertanian yang mengedepankan edukasi, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Wilayah Kampung Blok Pari memiliki lahan pertanian yang luas dengan kondisi alam dan view yang sangat indah. Saat ini sedang dalam proses pengajuan dan kajian agar kawasan tersebut dapat ditetapkan sebagai destinasi wisata pertanian,” ujar Arid kepada awak media.(6/2/2026)

Menurutnya, konsep pengembangan agrowisata ini tidak hanya berorientasi pada sektor pariwisata semata, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian sebagai basis ekonomi masyarakat desa. Dengan demikian, wisata yang dibangun tetap berakar pada kearifan lokal dan aktivitas pertanian yang sudah berjalan.

Usulan pengembangan tersebut mendapat respons positif dari Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar. Bersama Komisi III DPRD, pihaknya melakukan audiensi dan diskusi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan masukan terkait arah pengembangan agrowisata yang sejalan dengan visi dan misi Bupati Sukabumi.

“Komisi I dan Komisi III mendukung pengembangan agrowisata yang berbasis pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Tentu harus selaras dengan regulasi, tata ruang, serta memperhatikan aspek lingkungan,” kata Hera Iskandar dalam rapat tersebut.

Arid juga menjelaskan bahwa dukungan kuat datang dari berbagai gabungan kelompok tani (gapoktan), baik dari Kecamatan Sukaraja maupun lintas kecamatan. Hal ini menunjukkan adanya kesiapan masyarakat dalam mendukung terwujudnya desa destinasi wisata yang menjadikan sektor pertanian sebagai ikon daerah.

READ  Kepala BNNK Sukabumi Pimpin Tes Urine Petugas Lapas Warungkiara, Seluruh Petugas Negatif Narkoba

“Ini bukan hanya keinginan pemerintah, tapi juga aspirasi masyarakat. Gapoktan siap terlibat, mulai dari pengelolaan lahan, edukasi pertanian, hingga pengembangan produk lokal,” jelasnya.

Meski demikian, Arid menegaskan bahwa pemerintah kecamatan dan desa tetap akan melakukan pengawasan ketat terhadap setiap bentuk investasi yang masuk. Pembangunan harus dilakukan secara terencana, tertata, dan tidak mengabaikan aspek keselamatan serta kelestarian lingkungan.

“Pada prinsipnya kami mendukung siapa pun yang ingin berinvestasi di wilayah Sukaraja. Namun pengawasan tetap dilakukan agar pembangunan tidak asal-asalan dan tidak menimbulkan dampak negatif, seperti kerusakan lingkungan atau potensi bencana longsor,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kajian regulasi dan kelayakan pembangunan menjadi hal mutlak sebelum kawasan tersebut dikembangkan secara luas. Pemerintah tidak ingin potensi wisata justru menjadi sumber masalah baru bagi masyarakat.

“Kami menganjurkan agar kawasan ini tetap dijaga keasriannya. Justru keindahan alam dan suasana pertanian alami itulah yang menjadi daya tarik utama,” katanya.

Lebih lanjut, Arid berharap pengembangan wisata pertanian Kampung Blok Pari mendapat dukungan penuh dari seluruh stakeholder, khususnya Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Ia juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung, terutama akses jalan menuju lokasi.

“Infrastruktur dan aksesibilitas menjadi faktor kunci keberhasilan destinasi wisata. Tanpa akses yang memadai, potensi sebesar apa pun tidak akan optimal,” pungkasnya.

Rapat kerja tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Kepala Dinas Pertanian, Forkopimcam Sukaraja, anggota Komisi I dan Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Kepala Desa Margaluyu, pemilik lahan, serta para tokoh masyarakat. Seluruh pihak sepakat untuk terus melakukan koordinasi dan kajian lanjutan demi mewujudkan Kampung Blok Pari sebagai destinasi eduwisata pertanian unggulan di Kabupaten Sukabumi.

Penulis : Prim RK

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan
Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas
Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat
Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan
Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG
Ketua DPD Tani Merdeka Sukabumi Tegaskan MBG Penopang Petani, Serukan Aksi Damai Bermartabat
Tolak Moratorium Dapur MBG, Relawan SPPG Mutiara Pelabuhanratu 1 Desak BGN Tinjau Ulang Kebijakan
Dessy Ratnasari Apresiasi PAUDQU Al-Kahfi Kebonpedes, Tekankan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:32 WIB

Warga Sukabumi Apresiasi Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Jembatan Cipamuruyan, Hilman: Bukti Penegakan Hukum Berjalan

Senin, 29 Juni 2026 - 14:35 WIB

Pilkades PAW Cibolang Masuki Tahap Akhir, DPMD Tekankan Musyawarah dan Netralitas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:54 WIB

Demo 2626 Soroti Gaji ke-13 dan Tukin ASN yang Belum Cair, Desakan Hak Angket terhadap Wali Kota Menguat

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:31 WIB

Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Diduga Hanya Puluhan Juta: Proyek SAB Sukabumi TA 2026 Diterpa Sorotan, Transparansi Disperkim Dipertanyakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:02 WIB

Aksi Damai 10 Ribu Relawan SPPG se- Sukabumi, Kritik Narasi Sepihak terhadap Program MBG

Berita Terbaru