SUARARAKYAT.info|| Bandung Barat — Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Paguyuban Tatar Sunda Siliwangi melalui kegiatan bakti sosial untuk membantu para korban bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa longsor tersebut terjadi pada Minggu, (1/2/ 2026), dan menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat setempat.
Sebagai bentuk respons cepat atas musibah tersebut, Paguyuban Tatar Sunda Siliwangi langsung bergerak melakukan penggalangan bantuan. Berbagai kebutuhan dasar berhasil dikumpulkan, mulai dari sembako, makanan ringan, selimut, obat-obatan, hingga bantuan berupa uang tunai. Seluruh bantuan tersebut kemudian disalurkan langsung ke lokasi bencana agar dapat segera dimanfaatkan oleh para korban yang terdampak.
Alhamdulillah, bantuan kemanusiaan tersebut telah sampai dan diserahkan langsung di lokasi kejadian. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Paguyuban Tatar Sunda Siliwangi, Asep, dan diterima oleh pihak terkait di lokasi bencana, disaksikan oleh Wakil Ketua Basarnas, Perik, serta unsur tim SAR gabungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Ketua Paguyuban Tatar Sunda Siliwangi, Asep, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas terhadap saudara-saudara yang tengah tertimpa musibah. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat sedikit meringankan beban para korban dan keluarga yang terdampak longsor.
Sementara itu, Wakil Ketua Basarnas, Perik, saat ditemui awak media di lokasi bencana menjelaskan perkembangan proses pencarian dan evakuasi korban longsor. Ia menyampaikan bahwa hingga hari kedelapan pencarian, tepatnya pada Sabtu, 31 Januari 2026, tim SAR gabungan kembali berhasil mengevakuasi sejumlah jenazah.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dalam keterangannya menyebutkan bahwa pada hari tersebut tim SAR berhasil mengevakuasi lima jenazah dari beberapa titik lokasi kerja. Rinciannya, pada pukul 09.29 WIB satu jenazah ditemukan di work site B2, pukul 10.23 WIB satu jenazah di work site A1, pukul 10.58 WIB satu jenazah di work site A2. Selanjutnya, pada pukul 11.19 WIB satu jenazah kembali ditemukan di work site A2, dan pada pukul 11.25 WIB satu jenazah lagi ditemukan di lokasi yang sama.
“Masih dalam pencarian sekitar 15 jiwa. Hingga 31 Januari 2026, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 65 kantong jenazah,” jelas Perik menirukan keterangan Kepala Basarnas.
Ia juga menambahkan bahwa proses identifikasi korban masih terus dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Hingga Jumat, 30 Januari 2026, pukul 22.00 WIB, sebanyak 49 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi. Sementara itu, 10 kantong jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.
Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung dan suasana duka yang menyelimuti warga Pasirlangu, kehadiran berbagai elemen masyarakat, termasuk Paguyuban Tatar Sunda Siliwangi, menjadi penguat moral bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Aksi solidaritas ini diharapkan dapat menjadi contoh kepedulian sosial dan gotong royong dalam menghadapi bencana kemanusiaan.
Penulis : Agus Kapinis
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














