Prof. Sutan Nasomal Tekankan Transparansi Dana Media di Lembaga Negara: Pers Pilar Demokrasi, Jangan Ada Tipu-Tipu Anggaran Promosi

- Penulis

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| JAKARTA — Kilas Balik 2025–2026.Tokoh pers internasional sekaligus pakar hukum internasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menegaskan pentingnya transparansi dan keadilan dalam pengelolaan anggaran dana media di seluruh lembaga publik, baik yang bersifat vertikal maupun horizontal, di setiap daerah di Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat berkomunikasi dengan para pemimpin redaksi media cetak dan media online, baik nasional maupun internasional, pada kamis, 29 Januari 2026, dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di Jakarta, melalui sambungan telepon seluler.

Menurut Prof. Sutan Nasomal, keterbukaan anggaran promosi dan kerja sama media merupakan syarat mutlak dalam membangun hubungan yang sehat antara pemerintah daerah, lembaga negara, dan insan pers. Ia mengingatkan agar tidak ada praktik manipulatif atau “tipu-tipu anggaran” yang berpotensi mencederai prinsip demokrasi dan profesionalisme pers.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Supaya ada keterbukaan anggaran promosi di kantor-kantor lembaga vertikal dan horizontal di setiap daerah. Jangan ada dusta di antara pemerintah daerah dengan mitra kerja pers,” tegasnya.

Pers Pilar Keempat Demokrasi

Lebih lanjut, Prof. Sutan Nasomal menekankan bahwa pers merupakan pilar keempat demokrasi Indonesia, yang memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan publik, menyuarakan kepentingan masyarakat, serta mendukung proses pembangunan melalui penyampaian informasi yang objektif, edukatif, dan bertanggung jawab.

Ia menilai, tanpa dukungan yang adil dan transparan, keberlangsungan media terutama media independen akan berada dalam posisi yang rentan, sehingga berpotensi melemahkan fungsi kontrol sosial pers itu sendiri.

“Media pers bukan sekadar penyampai berita, tetapi mitra strategis negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, media harus diperlakukan secara adil, tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Dukungan terhadap Profesionalisme Media

Prof. Sutan Nasomal juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap operasional media yang profesional dan berkualitas, baik melalui akses informasi yang setara maupun mekanisme kerja sama yang terbuka dan akuntabel.

READ  Putra Moi Dilantik, Robert Malaseme Gelar Syukuran dan Doa Bersama di Sorong

Ia menegaskan bahwa insan pers memiliki hak dan kewajiban yang diatur secara jelas dalam peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Pers, serta terikat oleh kode etik jurnalistik.

“Upaya meningkatkan kinerja media pers yang profesional dan berkualitas adalah harapan kita bersama. Wartawan harus bekerja sesuai etika, dan negara wajib menciptakan iklim yang sehat bagi tumbuhnya pers yang merdeka,” katanya.

Media Berbadan Hukum dan Sah Secara Negara

Dalam pernyataannya, Prof. Sutan Nasomal turut mengingatkan bahwa perusahaan pers dan insan pers bernaung dalam legalitas resmi negara, mulai dari pengesahan badan hukum oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, hingga kelengkapan administrasi pendukung lainnya.

Dengan dasar hukum yang kuat tersebut, ia menilai tidak ada alasan bagi lembaga negara untuk meremehkan atau memperlakukan media secara tidak setara.

“Dengan landasan hukum yang jelas dan sah, media pers harus dipandang sebagai mitra strategis dalam membangun sistem informasi yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab,” tandasnya.

Seruan Etika dan Transparansi

Menutup pernyataannya, Prof. Dr. Sutan Nasomal kembali menyerukan agar seluruh pejabat publik, khususnya di daerah, menjunjung tinggi etika, kejujuran, dan transparansi anggaran, terutama dalam penggunaan dana publik yang berkaitan dengan kerja sama media dan promosi.

Ia menegaskan bahwa transparansi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari komitmen moral untuk menjaga kepercayaan publik dan memperkuat demokrasi.

“Pers yang kuat lahir dari sistem yang jujur. Jangan khianati demokrasi dengan praktik anggaran yang tidak transparan,” pungkasnya.

Sumber:Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H.Tokoh Pers Internasional, Pakar Hukum Internasional,Presiden Partai Oposisi Merdeka

Penulis : Dfa

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelayanan KP2KP Selatpanjang Tuai Respons Positif di Hari Terakhir Pelaporan SPT
Tahap Akhir Pembangunan Jembatan Garuda Capai 87% wilayah Kodim Sorong
Hampir selesai, Masyarakat Senang Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV TA. 2026 Wilayah Kodim 1802/Sorong Capai 80%
Media Center Diduga Mati Suri, Kejari Kabupaten  Sukabumi Dituding Tutup Akses Informasi Publik
Made Hiroki Laporkan Dugaan KDRT ke Polisi, Minta Publik Tidak Berspekulasi
Data Korban Insiden Stasiun Bekasi Timur Beredar di Media Sosial, Belum Terverifikasi Resmi dan masih menunggu awak media masih menunggu rilis resmi dari pihak terkait untuk memastikan validitas data korban dalam insiden tersebut
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, Salurkan KPP Rp258,9 Miliar di Papua
Ditegur Menteri PKP, WaliKota Sorong Pastikan BPHTB dan PBG Gratis Mulai Besok, Ancam Copot Pejabat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 05:10 WIB

Pelayanan KP2KP Selatpanjang Tuai Respons Positif di Hari Terakhir Pelaporan SPT

Rabu, 29 April 2026 - 14:35 WIB

Tahap Akhir Pembangunan Jembatan Garuda Capai 87% wilayah Kodim Sorong

Rabu, 29 April 2026 - 14:33 WIB

Hampir selesai, Masyarakat Senang Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV TA. 2026 Wilayah Kodim 1802/Sorong Capai 80%

Rabu, 29 April 2026 - 05:30 WIB

Media Center Diduga Mati Suri, Kejari Kabupaten  Sukabumi Dituding Tutup Akses Informasi Publik

Selasa, 28 April 2026 - 01:12 WIB

Made Hiroki Laporkan Dugaan KDRT ke Polisi, Minta Publik Tidak Berspekulasi

Berita Terbaru