Riset Bersifat Abstrak, Sulit Untuk Ditargetkan Tergantung Prioritas Yang Dikerjakan

- Penulis

Rabu, 28 Januari 2026 - 00:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta-Setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan/berdiskusi dengan PTN/PTS, akhirnya Pemerintah mengalokasikan anggaran riset/inovasi sebesar 4 T untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Presiden ingin kampus aktif dalam mendorong proyek strategis( pangan, mineral dan energi) yang digarap pemerintah.

Diharapkan Kampus mem-backup/membantu riset-riset pemerintah dalam membangun industri dalam negeri dengan anggaran yang dirasa cukup dan proposional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Prof Sumaryoto sebetulnya kalau dibilang cukup ya cukup, dibilang kurang ya kurang tergantung prioritasnya yang akan di kerjakan.

Karenanya riset itu kan abstrak sifatnya tidak pernah selesai dan tidak pernah tuntas, diakhir riset selalu ada rekomendasi, harus gimana, sehingga ketika ada hal- hal yang sudah dinilai

out of date, seperti teori yang sudah usang itu dalam riset bisa terjadi.

“Untuk itu, riset itu tidak bisa dijadikan suatu target ya sulit karena riset itu tidak pernah selesai artinya tak terhingga, karena ada saja dengan error yang dikerjakan muncul hal- hal yang diluar kegiatan yang kita teliti, itu cara berpotensi kadang menjadi program atau pun materi riset berikutnya, ” ujar Prof Sumaryoto Rektor Unindra kepada suararakyat. info, di Jakarta, Rabu (28/01/2026).

Ketika disinggung mengenai kesiapan SDM (Sumber Daya Manusia) di kampus tambah Prof Sumaryoto kalau SDM di kampus tersedia cukup banyak tapi persoalannya karena pendanaan yang kurang.

READ  Hadiri Sidang Promosi Doktor Saut Situmorang, Bamsoet Dorong BUMN Perkuat Competitive Intelligence

Sehingga tidak semua dosen yang siap melakukan riset ini bisa mendapatkan kesempatan, dosen juga banyak tapi anggaran terbatas , karena kalau sudah namanya dosen sudah memahami ahli dalam teorinya dan ahli didalam metodiologinya.

“Tinggal materinya yang akan dijadikan sasaran untuk riset itu, biasanya tergantung kebutuhan kalau pemerintah punya program – program seperti sekarang perguruan tinggi bisa memback-upnya bagaimana kita bisa teliti tentang hal- hal fenomena yang menjadi objek program pemerintah,” urainya.

Lebih lanjut Prof Sumaryoto menyatakan bahwa teknisnya membackup itu, begini biasanya pemerintah punya program biasanya diduga perjalanan pelaksanaannya bisa muncul hal-hal yang menghambat, hal-hal yang menjadi kendala itu yang oleh peneliti diadakan suatu riset sehingga kalau nanti terjadi solusinya seperti apa.

Karena pemerintah biasanya menyusun kebijaksanaan, melalui pembuatan program. Sementara strategi itu untuk mencapai tujuan tapi dalam perjalanan itu kita belum tahu.

“Yang kedua sasaran dicapai layak atau tidak karena bisa jadi targetnya ini, tapi melihat situasi dan kemampuan kita tercapainya agak sulit seperti contoh yang sekarang program pemberantasan kemiskinan, mengurangi kemiskinan sekarang yang terjadi tanpa diduga muncul berbagai macam bencana, hal tersebut otomatis menyedot dana atau anggaran biaya, “tandasnya.

Penulis : S Handoko

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Haru Perpisahan Siswa Kelas VI, Kondisi Bangunan MI Tanjungsari Jadi Sorotan Publik
SDN Sukakersa Parakansalak Gelar Perpisahan Siswa Kelas 6 dan Kenaikan Kelas, Sinarakan Sinergi Sekolah dan Masyarakat
Raih Gelar Doktor Internasional Anda, Program D.S.P.P. Resmi Dibuka di Jakarta!
Revitalisasi SMP Islam Ciherang Sukabumi Senilai Rp1,5 Miliar Disorot, Dugaan Penggunaan Besi Bekas dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan
Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Pemdes Cisarua Gelar Sosialisasi di SDN Nyamplung Nagrak
PKBM Bintang Mandiri Tersandung Dugaan Penggelembungan Data, Disdik Sukabumi Saling Lempar Bola 
Lulusan Siap Kerja dan Mandiri, Unindra Perkuat Keterampilan Praktis di Tengah Tingginya Pengangguran Produktif
Kodam Kasuari Sapa Generasi Muda Papua Barat Lewat Sosialisasi Penerimaan Catar Akademi TNI TA 2026
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:23 WIB

Di Balik Haru Perpisahan Siswa Kelas VI, Kondisi Bangunan MI Tanjungsari Jadi Sorotan Publik

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:09 WIB

SDN Sukakersa Parakansalak Gelar Perpisahan Siswa Kelas 6 dan Kenaikan Kelas, Sinarakan Sinergi Sekolah dan Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 23:37 WIB

Raih Gelar Doktor Internasional Anda, Program D.S.P.P. Resmi Dibuka di Jakarta!

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:09 WIB

Revitalisasi SMP Islam Ciherang Sukabumi Senilai Rp1,5 Miliar Disorot, Dugaan Penggunaan Besi Bekas dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 02:38 WIB

Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, Pemdes Cisarua Gelar Sosialisasi di SDN Nyamplung Nagrak

Berita Terbaru