SUARARAKYAT.info|| Sukabumi – Kondisi Jalan Nasional Cibadak–Pelabuhan Ratu kembali menuai keluhan dari masyarakat. Jalan yang menjadi urat nadi penghubung wilayah Sukabumi dengan kawasan pesisir selatan Jawa Barat tersebut mengalami kerusakan cukup parah, dengan banyak lubang menganga dan permukaan aspal yang hancur, terutama di wilayah Kampung Nyalindung, Desa Pasirsuren, Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Pantauan di lapangan pada Rabu (14/1/2026) sore menunjukkan sejumlah titik jalan tergenang air hujan yang menutupi lubang-lubang besar di badan jalan. Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, terutama kendaraan angkutan barang dan bus yang melintas setiap hari.
Asep (48), seorang sopir truk pengangkut sayuran yang setiap hari melintas menuju wilayah Jabodetabek, mengaku sangat terganggu dengan kondisi jalan tersebut. Menurutnya, kerusakan jalan semakin parah saat musim hujan karena lubang-lubang tertutup air sehingga sulit terlihat oleh pengendara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setiap hari saya lewat sini bawa sayuran ke Jakarta. Jalannya banyak yang rusak dan berlubang. Kalau hujan begini malah lebih parah, lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air. Sangat berisiko, bisa bikin kendaraan rusak atau kecelakaan,” keluh Asep.
Ia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera turun tangan memperbaiki infrastruktur jalan nasional tersebut, mengingat jalur ini memiliki peran vital dalam mendukung distribusi logistik dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Keluhan serupa juga disampaikan Wawan (38), seorang pengguna sepeda motor yang bekerja sebagai karyawan swasta. Ia mengaku harus ekstra waspada setiap melintasi jalur tersebut, khususnya pada malam hari atau saat hujan turun deras.
“Kalau naik motor sangat berbahaya. Banyak lubang yang dalam, dan sering tidak kelihatan. Jangan sampai ada korban kecelakaan dulu baru diperbaiki,” ujar Wawan dengan nada khawatir.
Menurut warga sekitar, kondisi jalan rusak ini sudah berlangsung cukup lama dan hanya dilakukan penambalan sementara yang tidak bertahan lama. Curah hujan tinggi membuat aspal kembali terkelupas dan lubang semakin melebar.
Masyarakat dan para pengguna jalan berharap adanya perhatian serius dari instansi terkait, baik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) maupun pemerintah daerah, untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh dan permanen. Mereka menilai keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama, mengingat jalur Cibadak–Pelabuhan Ratu merupakan jalur strategis yang menghubungkan pusat ekonomi, pariwisata, dan distribusi logistik di wilayah Sukabumi.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi jalan nasional tersebut masih rusak dan rawan kecelakaan, sementara aktivitas kendaraan tetap padat melintas setiap harinya.
Penulis : Dfa
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














