Presiden Prabowo: Pendidikan Adalah Senjata Utama Menghapus Kemiskinan

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Kalimantan Selatan — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan merupakan jalan paling efektif dan berkelanjutan untuk menghapus kemiskinan di Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi, dalam sebuah seremoni nasional yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2026).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kemiskinan struktural tidak dapat diselesaikan hanya dengan bantuan jangka pendek, melainkan harus diputus melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Menurutnya, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk memastikan setiap anak Indonesia, khususnya dari keluarga miskin dan rentan, mendapatkan akses pendidikan yang layak, berkualitas, dan berkeadilan.

“Pendidikan adalah kunci utama. Tidak ada bangsa yang bisa keluar dari kemiskinan tanpa membangun manusianya. Sekolah Rakyat ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi,” tegas Presiden Prabowo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai lembaga pendidikan gratis setara SD, SMP, hingga SMA dengan sistem berasrama (boarding school). Konsep ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta keterampilan hidup (life skills) yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Presiden menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga miskin, miskin ekstrem, serta kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan formal. Dengan sistem asrama, peserta didik tidak hanya mendapatkan pendidikan tanpa biaya, tetapi juga jaminan kebutuhan dasar seperti makan bergizi, tempat tinggal, serta lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

READ  Tingkatkan Edukasi Energi Bersih, PGN buat SMPN 34 Depok jadi Sekolah Energi Berdikari

“Anak-anak ini harus kita lindungi, kita didik, dan kita siapkan agar kelak menjadi generasi yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ujar Presiden.

Pemerintah menargetkan pembangunan dan pengoperasian 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029, sebagai bagian dari agenda besar pembangunan sumber daya manusia dalam visi Indonesia maju dan berkeadilan sosial. Program ini melibatkan lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan.

Peresmian Sekolah Rakyat ini juga menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan nasional, sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan, pengurangan ketimpangan sosial, serta penguatan karakter kebangsaan.

Acara peresmian tersebut turut disiarkan dan didokumentasikan oleh Bakom RI, serta mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan sebagai langkah strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi jangka panjang terhadap persoalan kemiskinan dan ketertinggalan pendidikan di Indonesia.

Dengan hadirnya Sekolah Rakyat di seluruh penjuru Tanah Air, pemerintah berharap tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi paling berharga bagi masa depan bangsa.

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harapan Besar untuk Revitalisasi SD 2026, Meranti Dorong Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Revitalisasi Sekolah Didanai APBN, IWO Sukabumi Serukan Pengawasan Ketat Demi Cegah Penyimpangan
Ketua Dewan Pendidikan: Polemik SPMB Tak Akan Selesai Jika Sekolah Negeri Masih Dianggap Satu-satunya Pilihan
Pidato Kepala MI Tanjungsari Tuai Polemik, Dugaan Pertahankan Jabatan dan Transparansi Dana Hibah RKB Jadi Sorotan, Kemenag Sukabumi Diminta Tidak Tutup Mata
Di Balik Haru Perpisahan Siswa Kelas VI, Kondisi Bangunan MI Tanjungsari Jadi Sorotan Publik
SDN Sukakersa Parakansalak Gelar Perpisahan Siswa Kelas 6 dan Kenaikan Kelas, Sinarakan Sinergi Sekolah dan Masyarakat
Raih Gelar Doktor Internasional Anda, Program D.S.P.P. Resmi Dibuka di Jakarta!
Revitalisasi SMP Islam Ciherang Sukabumi Senilai Rp1,5 Miliar Disorot, Dugaan Penggunaan Besi Bekas dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:36 WIB

Harapan Besar untuk Revitalisasi SD 2026, Meranti Dorong Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Selasa, 7 Juli 2026 - 23:30 WIB

Revitalisasi Sekolah Didanai APBN, IWO Sukabumi Serukan Pengawasan Ketat Demi Cegah Penyimpangan

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:13 WIB

Ketua Dewan Pendidikan: Polemik SPMB Tak Akan Selesai Jika Sekolah Negeri Masih Dianggap Satu-satunya Pilihan

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:59 WIB

Pidato Kepala MI Tanjungsari Tuai Polemik, Dugaan Pertahankan Jabatan dan Transparansi Dana Hibah RKB Jadi Sorotan, Kemenag Sukabumi Diminta Tidak Tutup Mata

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:23 WIB

Di Balik Haru Perpisahan Siswa Kelas VI, Kondisi Bangunan MI Tanjungsari Jadi Sorotan Publik

Berita Terbaru