SUARARAKYAT.info|| Jakarta — Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa. Salah satu langkah strategis yang kini dilakukan adalah menggandeng Bank Mandiri dalam rangka memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat desa di seluruh Indonesia.
Kolaborasi ini bertujuan agar setiap potensi yang dimiliki desa baik di sektor pertanian, perikanan, UMKM, pariwisata desa, hingga ekonomi kreatif dapat dikelola secara optimal, berkelanjutan, dan memiliki akses pemasaran yang lebih luas. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, manfaat ekonomi dari pengembangan potensi desa diharapkan dapat langsung dirasakan oleh warga desa, bukan hanya berhenti pada aktivitas produksi semata.(6/1/2026)
Melalui sinergi Kemendes PDT dan Bank Mandiri, masyarakat desa akan didorong untuk memahami pengelolaan keuangan secara sehat, mulai dari perencanaan usaha, pencatatan keuangan, akses permodalan yang aman, hingga pemanfaatan layanan keuangan formal. Literasi keuangan dinilai menjadi fondasi penting agar desa tidak hanya produktif, tetapi juga tahan terhadap praktik rentenir, jerat utang ilegal, dan pengelolaan dana yang tidak akuntabel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerja sama ini juga diarahkan untuk mendukung penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi desa, serta pelaku UMKM desa agar mampu naik kelas dan berdaya saing. Dengan dukungan perbankan, desa diharapkan tidak lagi menjadi objek pembangunan, melainkan subjek utama penggerak ekonomi lokal.
Sinergi Kemendes PDT dengan Bank Mandiri ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Pemerintah menilai bahwa desa memiliki peran strategis sebagai basis utama pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam menciptakan lapangan kerja, menekan urbanisasi, dan memperkuat ketahanan ekonomi rakyat.
Pendekatan pembangunan dari desa dinilai lebih adil dan berkelanjutan karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput. Dengan literasi keuangan yang kuat, masyarakat desa tidak hanya mampu mengelola dana desa secara transparan dan produktif, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah dari sumber daya lokal yang dimiliki.
Kemendes PDT menegaskan bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik, melainkan harus dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusia, termasuk pemahaman keuangan dan kewirausahaan. Di sinilah peran strategis Bank Mandiri sebagai mitra perbankan nasional untuk membuka akses layanan keuangan yang inklusif dan mudah dijangkau oleh masyarakat desa.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan desa-desa yang mandiri secara ekonomi, kuat secara kelembagaan, dan sejahtera secara berkelanjutan. Pemerintah optimistis, dengan membangun dari desa dan dari bawah, pemerataan ekonomi nasional bukan sekadar wacana, melainkan dapat diwujudkan secara nyata di seluruh pelosok Indonesia.
Penulis : Dji
Editor : Red-01
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














