SUARARAKYAT.info|| Jakarta – Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) menyampaikan Catatan Akhir Tahun 2025 yang sarat makna reflektif, spiritual, dan moral sebagai penutup perjalanan panjang umat dan bangsa sepanjang tahun yang penuh dinamika. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan Ketua Umum MATAKIN, Xs. Budi S. Tanuwibowo, organisasi keagamaan ini mengajak seluruh umat untuk tidak terjebak dalam keputusasaan, sekaligus menumbuhkan harapan baru dalam menyongsong tahun 2026.
Dengan mengusung tema “Di Balik Kabut Gelap, Ada Cerah Matahari”, MATAKIN menegaskan bahwa seberat dan segelap apa pun perjalanan hidup yang dilalui sepanjang tahun 2025, semuanya akan segera berlalu dan menjadi bagian dari sejarah yang tidak bisa diubah kembali. Namun demikian, pengalaman pahit, rapor kinerja yang kurang memuaskan, serta duka dan kekecewaan yang mendalam hendaknya tidak dijadikan alasan untuk menyerah atau terjebak dalam kesedihan berkepanjangan.
“Sekelam apa pun perjalanan kita, seburuk apa pun pengalaman yang kita dapatkan di tahun 2025, semuanya akan berlalu. Penyesalan, kesedihan, rasa kecewa dan marah adalah hal yang manusiawi. Tetapi jika berlebihan, bukan menyembuhkan, justru menambah luka baru,” ujar Ketua Umum MATAKIN dalam pernyataannya.(31/12/2025)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, MATAKIN menekankan pentingnya sikap jujur dan berani menilik ke dalam diri, melakukan introspeksi secara mendalam, serta mengambil langkah korektif yang nyata. Refleksi akhir tahun, menurut MATAKIN, bukan sekadar ritual penutup kalender, melainkan momentum penting untuk pembaruan diri secara serius, sungguh-sungguh, dan bertanggung jawab.
Xs. Budi S. Tanuwibowo menegaskan bahwa kejujuran, keberanian, dan kesungguhan adalah fondasi utama dalam meraih keberhasilan. Tanpa ketiga hal tersebut, perubahan hanya akan menjadi slogan kosong. Namun bila dijalankan secara konsisten dan persisten, hasilnya diyakini akan membawa cahaya kegemilangan yang berkelanjutan.
“Bila kejujuran, keberanian, dan kesungguhan itu ada, niscaya keberhasilan akan datang menjemput. Dan bila kita mampu melaksanakannya secara konsisten dan persisten, cahaya kegemilangan akan menyala abadi, seabadi sang surya itu sendiri,” ungkapnya.
Dalam refleksi spiritualnya, MATAKIN menggunakan simbol alam sebagai pengingat bahwa harapan tidak pernah benar-benar padam. Kabut gelap dan awan hitam boleh saja menutupi langit, tetapi cerah matahari tetap ada dan tidak pernah hilang. Pesan ini menjadi penguat bagi umat agar tidak kehilangan arah dan keyakinan di tengah tantangan zaman.
Menatap tahun 2026, MATAKIN mengajak seluruh umat, pengurus, dan masyarakat luas untuk bersiap dan berjuang bersama, membuka serta menyingkap kabut gelap yang mungkin menghadang. Tahun baru dipandang sebagai lembaran baru yang harus dihadapi dengan kesiapan batin, keteguhan moral, serta semangat kebajikan.
“Mari berjuang keras bersama membuka dan menyibak kabut gelap dan awan hitam yang mungkin menutupi langit 2026, dan mari bersiap menyambut cerah matahari 2026,” seru Ketua Umum MATAKIN menutup pernyataannya.
Catatan Akhir Tahun ini ditutup dengan salam kebajikan “Wei De Dong Tian” dan “Shanzai”, sebagai doa dan harapan agar nilai-nilai kebajikan, kebijaksanaan, serta keharmonisan senantiasa menyertai perjalanan umat dan bangsa Indonesia di tahun yang akan datang.
Pernyataan ini disampaikan di Jakarta, pada 31 Desember 2025, dan menjadi pesan moral sekaligus spiritual dari MATAKIN untuk meneguhkan optimisme, memperkuat introspeksi, serta menumbuhkan keberanian kolektif dalam menghadapi masa depan.
Penulis : S Handoko
Editor : Red-01
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














