SUARARAKYAT.info|| Bangka Tengah – Warga masyarakat Kampung Melingai, Desa Beriga, Kabupaten Bangka Tengah, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tim Satgas Trisakti TNI beserta seluruh jajarannya atas kinerja dan pengabdian yang telah dilakukan di wilayah mereka. Apresiasi tersebut disampaikan pada Sabtu, (27/12/2025).
Perwakilan warga Kampung Melingai menegaskan bahwa kehadiran Satgas Trisakti TNI telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam upaya penertiban aktivitas tambang ilegal yang selama ini meresahkan dan dinilai merugikan negara.
Dalam pernyataannya, warga Kampung Melingai juga menyampaikan sikap tegas terkait rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar pada 30 Desember 2025. Mereka menyatakan tidak akan ikut serta dalam kegiatan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami warga Kampung Melingai, Desa Beriga, tidak akan ikut dalam kegiatan unjuk rasa pada tanggal (30/12/2025). Bagi kami, kegiatan tersebut hanya menyia-nyiakan waktu. Lebih baik kami mencari nafkah untuk keluarga,” ungkap perwakilan warga.
Warga menilai bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban jauh lebih penting demi kelangsungan hidup masyarakat sehari-hari. Dengan kondisi yang aman dan tertib, warga dapat bekerja dan mencari penghasilan tanpa rasa khawatir.
Lebih lanjut, masyarakat Kampung Melingai mengucapkan terima kasih kepada Satgas Trisakti TNI karena telah berhasil menertibkan tambang-tambang ilegal yang selama ini beroperasi tanpa izin. Aktivitas tambang ilegal tersebut dinilai tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berdampak buruk terhadap lingkungan serta merusak tatanan sosial masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Satgas Trisakti. Dengan adanya Satgas Trisakti, tambang ilegal dapat ditertibkan. Itu jelas merugikan negara dan juga merusak lingkungan,” ujar warga lainnya.
Masyarakat Kampung Melingai juga menegaskan komitmen mereka untuk menambang secara legal dan bertanggung jawab. Apabila melakukan aktivitas penambangan, warga menyatakan hanya akan menjual hasil tambang kepada PT Timah sebagai perusahaan resmi milik negara.
Namun demikian, warga menyampaikan aspirasi dan harapan kepada pemerintah serta PT Timah agar dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat kecil. Salah satu harapan utama warga adalah dibangunnya Sub PT Timah atau unit penampungan resmi di sekitar wilayah Desa Beriga.
“Kami berharap pemerintah dan PT Timah dapat membuatkan Sub PT Timah di sekitar wilayah kami, agar mempermudah kami menjual hasil tambang. Selama ini sangat sulit, dan kami juga berharap harga bisa dinaikkan,” kata perwakilan warga.
Selain itu, warga Kampung Melingai juga meminta agar pemerintah pusat maupun daerah lebih memperhatikan kondisi kampung mereka, baik dari sisi ekonomi, kesejahteraan, maupun pembangunan infrastruktur. Mereka berharap perhatian pemerintah dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertambangan rakyat.
Apresiasi terhadap Satgas Trisakti TNI tidak hanya datang dari warga biasa, tetapi juga mengalir dari para tokoh masyarakat serta berbagai lapisan masyarakat lainnya. Mereka mengaku bangga dengan kehadiran Satgas Trisakti yang dinilai telah memberikan rasa aman, menjaga ketertiban, serta menunjukkan ketegasan dalam menegakkan aturan.
Para tokoh masyarakat berharap sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, sehingga tercipta kondisi yang kondusif, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Desa Beriga, khususnya Kampung Melingai.
Editor : Red-01
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














