Diterpa Isu Hoaks dan Fitnah Keji, Publik Mengecam Buzzer Penyebaran Berita Hoaks Terhadap Kepala BNN

- Penulis

Selasa, 23 Desember 2025 - 02:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURARAKYAT.info|| Tangerang-Belakangan, akun media sosial tiktok, X dan Facebook kembali menjadi sorotan setelah mengunggah video dengan narasi palsu terkait Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto, konten tersebut telah membangun framing jahat terkait Kepala BNN yang saat di tuding ada hubungan dengan artis Sandy Aulia. Unggahan itu dengan cepat menyebar dan memicu perdebatan di dunia maya. Melalui Akun anonim, yang tidak bertanggung jawab. isinya benar-benar hoaks dan ingin membuat provokasi agar menimbulkan kegaduhan. Padahal faktanya jauh berbeda,

Masyarakat diminta lebih waspada terhadap akun media sosial yang sering menyebarkan berita bohong (hoaks). Ajakan ini disampaikan sejumlah aktifis dan pemerhati media digital menyusul maraknya unggahan hoaks yang menimbulkan keresahan publik. Kordinator LAKSI Azmi Hidzaqi di Jakarta dalam rilisnya kepada jaringan media online mengatakan bahwa di Indonesia, tindakan menyebarkan hoaks atau berita bohong, hate speech merupakan pelanggaran hukum yang diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Masyarakat yang telah menjadi korban penyebaran hoaks dan hate speech dapat melaporkan hal tersebut melalui saluran resmi.

Azmi juga mengatakan bahwa narasi tersebut beredar luas di media sosial dan dinilainya sebagai kabar bohong yang sengaja dibuat untuk merusak nama dan reputasi kepala BNN yang selama ini berhasil dalam memberantas jaringan narkoba besar. Kami menghimbau agar publik tidak mudah percaya dengan berita-berita yang tidak jelas kebenarannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Azmi juga menegaskan, bahwa penyebaran hoaks soal kepala BNN bukanlah tindakan spontan. Menurutnya, pasti ada motif, tujuan tertentu, dan dilakukan oleh pihak yang memiliki kepentingan yang lebih besar agar masyarakat resah. Oleh karena itu maka kami meminta aparat penegak hukum dapat melakukan penelusuran dan mengungkap siapa yang menjadi “aktor intelektual penyebar berita bohong dan freming jahat itu yang telah menyerang kepala BNN di medsos, jangan sampai masyarakat termakan narasi liar yang tidak benar.” Tegasnya. Selasa (23/12/2025)

READ  Para Serigala Penipu Berkedok Investasi yang Bersembunyi di Balik Korporasi Kini Dapat Dilibas dan Dimintai Pertanggungjawaban Pidana

Azmi berharap pemerintah melalui Kominfo cepat bertindak cepat dengan menghapus/ take down semua konten liar dan hoaks tersebut, dan kami juga menuntut agar aparat keamanan dapat mengusut siapa dalang dibalik para penyebar narasi dan isu hoaks di medsos.

“Harusnya ada penyelidikan lebih lanjut agar dapat mengungkap siapa dalangnya yang sengaja mendesain isu hoaks ini. Karena kami menilai penyebaran isu hoaks ini juga digerakan oleh kekuatan finansial sehingga Untouched by hand,”tambahnya

Azmi menyayangkan, adanya narasi liar dan berita hoaks ini yang dapat menyerang dan menyasar tokoh penting negara, termasuk kepala BNN. “Negara harus punya alat kontrol dan alat canggih untuk mendeteksi sumber berita bohong. Sehingga pejabat negara dapat fokus bekerja tanpa harus di ganggu oleh para penyebar hoaks yang sangat meresahkan.

Dalam kesempatan ini maka kami memberikan himbaun-himbauan kepada masyarakat dan nitizen untuk tidak mudah percaya apalagi terprovokasi dengan berita-berita bohong atau ujaran kebencian yang kerap dijumpai di media sosial. Hoax dan ujaran kebencian berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk itu Azmi menekankan pentingnya untuk bersikap bijak dalam menggunakan media sosial khususnya dalam menyikapi setiap informasi yang didapat melalui media sosial. Karena di media sosial itu tidak semua informasi bermanfaat, namun juga yang sifatnya bohong, provokatif dan sebagainya. Makanya,

“masyarakat harus waspada hoax dengan memilih informasi yang akan di share. Selain itu perlunya untuk bijak saat menggunakan media sosial agar kita terhindar dari hasutan berita-berita atau informasi provokatif yang tidak jelas kebenarannya,” pungkasnya

Sumber: Azmi Hiddzaqi (Kordinator LAKSI.Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia)

Editor : Red-01

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kader PMII Maluku Sampaikan Aspirasi di Harlah ke-66, Desak Kejelasan SK Kepengurusan
Asep Pahrudin Nahkodai DPW Badak Banten, Konsolidasi Kilat Jadi Prioritas Awal
AL Washliyah Memanas , Warga dan Kader Ingin Perubahan
Semangat Fitrah Halal Bihal dan Rakorsus : DPD MIO Sukabumi Raya Perkuat Transformasi Media Digital 2026
GMNI Lebak Meminta Kepolisian Segera Amankan Pelaku Penjambretan Lansia Di Cihara.
Perkuat Struktur Organisasi, DPC GRIB Jaya Pelalawan Serahkan Mandat Ke 4 PAC Kecamatan
Yakub F Ismail : Menakar Wacana Utusan Khusus Presiden Kawal BUMN
Buka Bersama KNPI Kota Sukabumi Nyaris Ricuh, Pengurus Klaim Pemkot Belum Objektif Tangani Akses Sekretariat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 10:54 WIB

Kader PMII Maluku Sampaikan Aspirasi di Harlah ke-66, Desak Kejelasan SK Kepengurusan

Sabtu, 25 April 2026 - 12:10 WIB

Asep Pahrudin Nahkodai DPW Badak Banten, Konsolidasi Kilat Jadi Prioritas Awal

Rabu, 22 April 2026 - 11:18 WIB

AL Washliyah Memanas , Warga dan Kader Ingin Perubahan

Minggu, 19 April 2026 - 10:46 WIB

Semangat Fitrah Halal Bihal dan Rakorsus : DPD MIO Sukabumi Raya Perkuat Transformasi Media Digital 2026

Sabtu, 18 April 2026 - 10:47 WIB

GMNI Lebak Meminta Kepolisian Segera Amankan Pelaku Penjambretan Lansia Di Cihara.

Berita Terbaru