SUARARAKYAT.info|| Jakarta — Gagasan besar kembali datang dari akademisi sekaligus tokoh nasional, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH., yang menilai bahwa Indonesia berada pada momentum tepat untuk melakukan lompatan teknologi pengolahan limbah menjadi energi pembangunan. Dalam pernyataannya kepada para pemimpin redaksi media cetak dan online, melalui sambungan telepon dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta (2/12/2025), ia mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk segera merintis pendirian pabrik aspal yang berbahan dasar sampah plastik dan limbah karet.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor teknologi aspal berbahan plastik dan karet, mengingat ketersediaan sampah yang melimpah di kota-kota besar maupun di daerah. Pemanfaatan limbah ini tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga menghasilkan material pembangunan jalan yang memiliki kualitas lebih kuat, lebih awet, dan lebih ramah lingkungan.
Prof. Sutan menjelaskan bahwa plastik dan ban bekas yang dicampur dengan aspal cair memiliki daya ikat yang sangat kuat. Struktur campuran tersebut membuat permukaan jalan lebih halus, tidak licin, serta tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem. “Aspal berbahan plastik dan karet ini tidak mudah retak, tidak cepat tergerus hujan, dan sangat tahan panas. Ini jelas meningkatkan standar kualitas infrastruktur jalan raya kita,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain kualitas, pengolahan sampah menjadi aspal dinilai sangat efisien secara biaya karena tidak membutuhkan campuran kimia mahal. Teknologi ini bahkan telah terbukti di sejumlah negara dan bisa menjadi standar nasional baru bagi Indonesia jika diterapkan secara konsisten
Tokoh yang juga dikenal sebagai ekonom ini menekankan perlunya kerja sama antara pemerintah pusat, BUMN, pemerintah provinsi, BUMD, hingga pemkab/pemkot dalam membangun pabrik pengolahan aspal berbahan limbah. Model produksi ini menurutnya akan menciptakan keuntungan berlapis: meningkatkan kualitas jalan raya, mengurangi beban sampah kota, sekaligus membuka peluang industri baru yang berbasis inovasi teknologi.
“Ini sangat menguntungkan pemerintah pusat, pemda, BUMN, hingga masyarakat daerah. Produksi aspal dapat dilakukan di banyak wilayah agar distribusi lebih mudah dan harga lebih terkendali,” tegasnya.
Prof. Sutan mengimbau Presiden Prabowo Subianto bersama Kementerian PUPR untuk segera memulai langkah konkret dalam pembangunan industri ini. Ia menilai Indonesia memiliki tenaga ahli, anak bangsa yang siap mengembangkan teknologi, serta sumber daya material yang melimpah.
“Presiden Prabowo dan para ahli pasti mampu menjadikan Indonesia sebagai produsen aspal limbah nomor satu di dunia,” tambahnya yakin. Ia menegaskan bahwa industri ini mampu menyerap ratusan ribu tenaga kerja terampil dan berpotensi besar menjadi salah satu komoditas ekspor masa depan menyusul tingginya permintaan global terhadap aspal berkualitas.
Sebagai penutup, Prof. Sutan menyampaikan harapannya agar program besar ini dapat diwujudkan dalam satu tahun masa pemerintahan awal Presiden Prabowo sebagai pijakan menuju Indonesia yang lebih maju, bersih, dan mandiri secara teknologi.
“Semoga dengan langkah besar ini, Indonesia semakin maju dan sukses, serta mampu menunjukkan kepemimpinan di tingkat dunia dalam pengolahan sampah dan pembangunan infrastruktur,” tutupnya.
Narasumber:
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH.Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, dan Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS
Editor : Red-SR
Sumber Berita: Suararakyat. info














