SUARARAKYAT.info|| Ciledug— Tim Investigasi DPP GAKORPAN bersama LBH PERS Prima Presisi Polri melakukan pemantauan langsung di Pasar Lembang, Ciledug, Kota Tangerang, dan menemukan kondisi lingkungan yang sangat memprihatinkan. Ketua DPP GAKORPAN, Dr. Bernard BBBBI Siagian, SH., M.Akp, bersama Rusman Pinem, SH., S.Sos, Ketua LBH PERS Prima Presisi Polri, Dr. Agip Supendi, SH., MH, dan Dr. Kristianto Manullang, SH., MH, selaku praktisi hukum GAKORPAN, menyatakan keprihatinannya atas kondisi pasar yang kotor, kumuh, dan berbau busuk.
Pantauan langsung yang dilakukan sekitar pukul 18.00 WIB menunjukkan bahwa area pasar tradisional tersebut dipenuhi tumpukan sampah membusuk seperti sisa sayuran, ikan busuk, kotoran ayam, dan limbah organik lainnya. Selain itu, ditemukan pula lalat, jentik nyamuk aedes aegypti, serta bau busuk yang menyengat dari tumpukan pisang dan sampah basah yang tidak segera diangkut.
“Auzubillah min zalik, tidak masuk akal pasar seperti ini dibiarkan begitu saja. Ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Petugas LH Kota Tangerang tampak lalai dan tidak menunjukkan kinerja nyata di lapangan, hanya sekadar laporan tanpa tindakan nyata,” tegas Dr. Bernard Siagian dalam keterangannya kepada media.senin (10/11/2025)
Menurut GAKORPAN, keadaan kumuh di Pasar Lembang mencerminkan lemahnya pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Tangerang. Dr. Bernard menyoroti bahwa menjelang akhir tahun 2025, seharusnya pemerintah daerah sudah lebih tanggap terhadap isu kebersihan dan sanitasi pasar tradisional sebagai pusat kegiatan ekonomi rakyat.
Tim investigasi GAKORPAN juga menyerukan kepada Wali Kota Tangerang H. Sachrudin dan Wakil Wali Kota Marjono, yang notabene merupakan mantan Kepala Dinas LH, agar turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi pasar dan memberikan teguran kepada dinas terkait. “Jika ingin Kota Tangerang pantas menyandang predikat kota bersih dan menerima piagam penghargaan lingkungan hidup, maka harus dibuktikan dengan kerja nyata, bukan hanya seremonial,” tambah Rusman Pinem.
Dr. Agip Supendi menegaskan pentingnya edukasi dan sosialisasi dari Pemkot Tangerang serta DPRD Kota kepada para pedagang dan masyarakat sekitar agar turut menjaga kebersihan lingkungan. “Kami mengharapkan tindakan cepat (gercep) dari seluruh pihak agar persoalan sampah dan sanitasi pasar ini tidak menjadi sumber penyakit, terutama demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti,” ujarnya.
GAKORPAN juga menyebut bahwa kondisi kumuh dan bau menyengat di Pasar Lembang dapat menjadi indikator lemahnya tanggung jawab publik aparat terkait. Oleh karena itu, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan melaporkan temuan ini ke instansi yang berwenang agar segera ditindaklanjuti.
“Kami mendorong agar Pemda tidak menutup mata. Ini bukan sekadar persoalan estetika kota, tetapi juga menyangkut kesehatan publik dan citra Kota Tangerang sebagai kota layak huni,” tegas Dr. Kristianto Manullang.
Sebagai penutup, tim GAKORPAN menyerukan agar gerakan kebersihan pasar dijadikan momentum bersama dalam mewujudkan program ASTACITA menuju Indonesia Emas 2045.
(Bernard)














