Kue Talam Ubi Kuning: Cita Rasa Tradisional Nusantara yang Lembut dan Manis Menggoda

- Penulis

Minggu, 9 November 2025 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta — Dalam ragam kuliner Nusantara, kue tradisional selalu memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Salah satu yang terus digemari lintas generasi adalah Kue Talam Ubi Kuning, perpaduan sempurna antara kelembutan tekstur dan manis alami dari ubi jalar yang berpadu dengan gurihnya santan. Resep ini bukan sekadar jajanan pasar, tetapi juga potret kekayaan budaya Indonesia yang penuh cita rasa dan kehangatan.minggu (9/11/2025)

Kue talam sendiri sudah dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia, biasanya hadir dalam dua lapisan dengan kombinasi rasa manis dan gurih. Lapisan bawahnya cenderung lembut dan manis, sementara lapisan atas memberi kontras rasa yang gurih dan sedikit asin. Dalam versi ubi kuning ini, kue talam memancarkan warna keemasan alami dari ubi jalar yang menambah daya tarik visual sekaligus aroma khas yang menggugah selera.

Rahasia di Balik Kelezatan Kue Talam Ubi Kuning
Untuk membuat kue ini, terdapat dua adonan utama yang menjadi kunci kelezatannya Bahan A dan Bahan B.

Bahan A terdiri dari:
250 gram ubi jalar kukus yang dihaluskan,
50 gram tepung tapioka,
35 gram tepung beras,
15 gram tepung sagu,
100 gram gula,
¼ sendok teh garam,
200 ml santan instan, dan
100 ml air.

Sementara Bahan B atau lapisan atasnya mengandalkan kombinasi yang lebih gurih:
120 gram tepung beras,
60 gram tepung tapioka,
60 gram tepung sagu,
1 sendok teh garam,
400 ml santan instan,
80 ml air mineral, dan
¼ sendok teh vanili bubuk.

Kedua adonan ini harus diaduk rata dan disaring agar hasil akhirnya halus tanpa gumpalan. Proses penyaringan sederhana ini sering diabaikan, padahal menjadi salah satu rahasia penting agar tekstur kue talam terasa lembut di lidah.

Membuat kue talam ubi kuning bukan sekadar soal mencampur bahan, melainkan juga soal ketelatenan dan kesabaran. Pertama, siapkan cetakan kecil yang sudah dioles tipis dengan minyak agar kue tidak lengket. Lalu, tuangkan adonan B (lapisan putih gurih) ke dalam cetakan dan kukus selama kurang lebih tiga menit.

Pastikan tutup kukusan dibungkus dengan serbet bersih, agar uap air tidak menetes ke permukaan kue dan merusak teksturnya. Setelah tiga menit, barulah tuangkan adonan A (lapisan kuning manis dari ubi) di atasnya, lalu kukus kembali selama 10 menit.

Untuk menambah kesan berlapis yang cantik, tuangkan kembali sisa adonan B di atas lapisan ubi, kemudian kukus lagi selama delapan menit hingga matang sempurna. Hasil akhirnya adalah kue dengan tiga lapisan warna kontras: kuning keemasan, putih lembut, dan aroma khas santan yang menggoda.

Setelah matang, kue dibiarkan dingin sebelum dikeluarkan dari cetakan. Saat suhu sudah turun, barulah tampak kilau permukaan kue yang lembut dan menggugah selera menandakan bahwa prosesnya berhasil sempurna.

Kue talam ubi kuning bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal identitas kuliner Indonesia. Resep yang diwariskan turun-temurun ini menjadi simbol kehangatan keluarga dan kebersamaan, terutama saat disajikan dalam acara arisan, syukuran, atau sekadar teman minum teh sore hari.

Di tengah gempuran makanan modern dan instan, kue talam ubi kuning hadir sebagai pengingat bahwa keindahan cita rasa Nusantara tak pernah pudar. Lembut di lidah, manisnya pas, gurihnya santan berpadu sempurna menjadikan setiap gigitan membawa kenangan masa kecil di dapur nenek atau di meja camilan rumah.

Dengan langkah sederhana, bahan yang mudah ditemukan, dan semangat melestarikan tradisi, siapa pun dapat menghadirkan kelezatan klasik ini di rumah. Kue Talam Ubi Kuning bukan hanya makanan, melainkan cerita tentang cinta, kesabaran, dan rasa syukur atas kekayaan kuliner Indonesia.

Selamat mencoba dan rasakan lembutnya warisan Nusantara di setiap lapisannya.
(Red)

READ  Ranginang Kriuk Khas Nusantara, Camilan Tradisional yang Kembali Naik Daun dan Banyak Diburu Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resep Cendil Ubi Ungu Kenyal dan Manis Legit, Sajian Kolak Sederhana yang Hemat untuk Menu Jelang Ramadan
Cilok Saus Kacang Kenyal Gurih, Jajanan Rakyat yang Naik Kelas dan Bikin Ketagihan
Gurih Tradisi di Piring Nusantara: Gulai Daun Singkong, Warisan Rasa yang Tak Lekang Zaman
Roti Panggang Alpukat Telur, Camilan Sehat Favorit yang Kian Digemari Masyarakat Urban
Gurih Renyah Warisan Sungai Siak: Kerupuk Ikan Rasau Jadi Primadona Kuliner Lokal di Riau
Gulai Ikan Kakap, Sajian Tradisional Berbumbu Kaya yang Menggugah Selera
Ranginang Kriuk Khas Nusantara, Camilan Tradisional yang Kembali Naik Daun dan Banyak Diburu Warga
Polres Sukabumi Kota Berhasil Meringkus 4 Pelaku Kasus Curanmor Beserta Sejumlah BB
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 23:57 WIB

Resep Cendil Ubi Ungu Kenyal dan Manis Legit, Sajian Kolak Sederhana yang Hemat untuk Menu Jelang Ramadan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 06:36 WIB

Cilok Saus Kacang Kenyal Gurih, Jajanan Rakyat yang Naik Kelas dan Bikin Ketagihan

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:49 WIB

Gurih Tradisi di Piring Nusantara: Gulai Daun Singkong, Warisan Rasa yang Tak Lekang Zaman

Senin, 12 Januari 2026 - 02:45 WIB

Roti Panggang Alpukat Telur, Camilan Sehat Favorit yang Kian Digemari Masyarakat Urban

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:58 WIB

Gurih Renyah Warisan Sungai Siak: Kerupuk Ikan Rasau Jadi Primadona Kuliner Lokal di Riau

Berita Terbaru