Anggaran Ketahanan Pangan Desa Pondokaso Landeuh Sukabumi Diduga Tidak Transparan: Bumdes dan Proyek Budidaya Ikan Lele Disorot

- Penulis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 04:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sukabumi – Dugaan ketidakjelasan dalam pengelolaan anggaran ketahanan pangan Desa Pondokaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini mencuat ke publik. Anggaran yang bersumber dari Dana Desa tahun 2025 dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) disebut-sebut diduga tidak ada kejelasan realisasi di lapangan.

Informasi yang beredar menyebutkan, sekitar 20 persen dari Dana Desa untuk program ketahanan pangan dialokasikan bagi kegiatan budidaya ikan lele. Namun, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan fakta yang jauh berbeda dari rencana yang tertuang di atas kertas.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa lokasi kegiatan budidaya ikan lele berada di Kampung Bojong Larang RT 10 RW 09, wilayah Desa Pondokaso Landeuh. “Iya, itu tempat budidaya ikan lelenya, yang katanya dari anggaran Bumdes,” ujar warga tersebut saat ditemui awak media.Selasa (21/10/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, ketika tim media mencoba melakukan klarifikasi langsung kepada pihak petani yang disebut sebagai pengelola budidaya tersebut, muncul pengakuan yang justru mengejutkan. Petani itu membantah bahwa kegiatan budidaya yang ia jalani sepenuhnya bersumber dari dana desa melalui BUMDes

“Betul, saya memang pemilik sekaligus pengelola ikan lele di sini, tapi usaha ini sudah berjalan sejak tahun 2023, jauh sebelum ada program dari Bumdes. Semuanya modal pribadi,” ujarnya tegas.kepada awak media pada rabu (22/10/2025)

Ia menuturkan, memang sempat ada kunjungan dari pihak Bumdes yang mengaku ingin belajar dan berencana menjalin kerja sama. Namun, rencana tersebut tidak pernah benar-benar terwujud. “Mereka datang dan bilang ingin belajar, saya sambut baik. Tapi setelah itu, tidak pernah ada tindak lanjut, tidak ada orangnya yang datang. Hanya sempat mengirim bibit sekitar lima ribu ekor burayak dan pakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, petani tersebut mengaku tidak pernah menerima uang tunai dalam bentuk apa pun dari Bumdes. “Selain bibit ikan, ada juga penanaman cabai rawit di lahan ini, seperti yang bisa bapak lihat sendiri,” katanya sambil menunjuk lahan pertaniannya.

Jika dihitung berdasarkan perkiraan pribadi, nilai total bantuan yang pernah diterima dari pihak Bumdes tidak lebih dari Rp40 juta.dan itu tidak diterima dalam bentuk uang yang di salurkan sebanyak tiga tahap Namun, yang menjadi persoalan adalah adanya isu yang beredar di masyarakat bahwa dirinya disebut menerima anggaran penuh dari program ketahanan pangan desa.

READ  Belajar Tanpa Meja Kursi Bertahun-tahun, SDN Labanjaya Baru Diperhatikan Setelah Viral

“Saya sendiri heran. Banyak yang datang dan bilang lahan saya ini dibiayai penuh oleh Bumdes. Padahal tidak benar. Saya bahkan sudah bilang, kalau memang ini kerja sama, mestinya ada keterlibatan anggota Bumdes dalam kegiatan di lapangan. Tapi sampai sekarang tidak pernah ada,” ungkapnya.

Kini, lokasi kolam ikan lele miliknya tengah dibongkar untuk proses perbaikan dan penggantian. Semua biaya, katanya, kembali ia tanggung secara pribadi tanpa bantuan dari pihak mana pun.

Ditempat terpisah kades ujang sopandi saat di wawancara di ruang kerja nya menyampaikan bahwa apa yang ditemukan dugaan tersebut akan di rapatkan
“Saya sebagai kepala desa dan sekaligus sebagai direktur dari BUMDes terimaksih adanya informasi seperti ini, terkait anggaran BUMDes itu semuanya sudah di Terima langsung oleh BUMDes dan sudah direalisasikan ke budidaya ikan lele, cabai dan juga beras yang bekerjasama dengan Mitra dapur MBG.”Katanya pada hari Jum’at (24/10/2025)

Lebih lanjut ia memamaparkan, keterkaitan dengan budidaya ikan lele dan penanaman cabai sudah di lakukan dengan bentuk kerjasama (Mou) yang disaksikan oleh pemdes, BUMDes serta pihak BPD.

“Itu sudah kerjasama secara Mou dengan pihak kami tentunya BUMDes yang dj saksikan oleh kepala desa dan BPD, nah ketika muncul dugaan masalah yang timbul seperti ini saya akan adakan rapat intern desa dan tabayyun dulu masalahnya dimana dan darimana, saya akan panggil untuk duduk bersama”Paparnya

Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius soal transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa di Pondokaso Landeuh. Program ketahanan pangan semestinya menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa, bukan justru menjadi ladang kecurigaan dan dugaan penyimpangan anggaran.

Publik kini menantikan langkah tegas dari aparat pengawas, baik dari Inspektorat maupun pihak penegak hukum, untuk menelusuri dugaan ketidakjelasan penggunaan anggaran tersebut.

Sebagaimana diketahui, 20 persen Dana Desa tahun 2025 wajib dialokasikan untuk program ketahanan pangan dan hewani sesuai arahan pemerintah pusat. Namun, tanpa pengawasan dan transparansi yang kuat, kebijakan tersebut justru rawan disalahgunakan.

Masyarakat dan publik berharap agar ada audit terbuka terhadap pengelolaan Bumdes, agar kepercayaan publik terhadap dana desa tidak semakin terkikis oleh dugaan praktik-praktik tidak bertanggung jawab.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Kali Kepemimpinan Pemkab Sukabumi Dinilai Tutup Mata, Jalan Rusak di Gegerbitung Bertahun-tahun Tak Tersentuh Anggaran
Dorong Generasi Sehat, Pemdes Ciengang Salurkan Nutrisi bagi Anak Stunting dan Bumil KEK
Sekdes Cijurey: Program PTSL 2026 Mulai Berjalan, Pengukuran Diprioritaskan
Posyandu Baru dan Perbaikan Jalan Desa Karangjaya Jadi Prioritas, Warga Diharapkan Rasakan Dampak Nyata
Hangatnya Malam Minggu di Kedungwaringin, Siskamling Jadi Wadah Pererat Silaturahmi Warga RT 023
Ringankan Beban Ekonomi, 983 KPM di Margaluyu Terima Bantuan Pangan Berupa Beras dan Minyak Goreng 
Klarifikasi Kades Parakansalak: Pemdes Klaim Sudah Berupaya Tangani Noval, Terkendala Administrasi, Kondisi Pasien, dan Upaya Bantuan Sosial Telah Diberikan
Video Viral Mobil Desa Siaga, Kades Salawangi: Itu Keadaan Darurat, Bukan Disalahgunakan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 02:25 WIB

Dua Kali Kepemimpinan Pemkab Sukabumi Dinilai Tutup Mata, Jalan Rusak di Gegerbitung Bertahun-tahun Tak Tersentuh Anggaran

Rabu, 29 April 2026 - 13:45 WIB

Dorong Generasi Sehat, Pemdes Ciengang Salurkan Nutrisi bagi Anak Stunting dan Bumil KEK

Rabu, 29 April 2026 - 12:20 WIB

Sekdes Cijurey: Program PTSL 2026 Mulai Berjalan, Pengukuran Diprioritaskan

Rabu, 29 April 2026 - 08:05 WIB

Posyandu Baru dan Perbaikan Jalan Desa Karangjaya Jadi Prioritas, Warga Diharapkan Rasakan Dampak Nyata

Sabtu, 25 April 2026 - 14:43 WIB

Hangatnya Malam Minggu di Kedungwaringin, Siskamling Jadi Wadah Pererat Silaturahmi Warga RT 023

Berita Terbaru